
Fara menaiki motor matic kesayangan yang sudah satu bulan ini jarang di gunakan nya.
"Akhhhh.....akhir nya." Ucap Fara bahagia dengan senyum lebar merasakan hembusan angin yang menerpa wajah nya menelusuri jalanan menuju tempat nya bekerja.
"Tumben naik motor Far?" Tanya Aldo menepuk pundak Fara.
Fara yang kaget langsung memukul Aldo dengan helm nya.
"Bikin kaget aja." Geram Fara.
"Kira-kira dong Far,kamu kira emang nya helm empuk." Ucap Aldo sambil mengusap lengan nya yang terasa nyeri.
"Baru juga helm,belum linggis." Jawab Fara sambil berlalu meninggalkan Aldo.
Aldo pun berlari mengikuti Fara.
"Ara." Panggil seorang pria menepuk pundak Fara.Membuat Fara menjatuhkan mie instan yang sedang di pajang nya karena kaget.
"Ya Allah,untung aku gak punya penyakit jantung,bisa mati berdiri dari tadi ada aja yang ngagetin." Guman Fara mengelus dada nya.
Pria itu membantu mengambil mie instan yang jatuh dan memberikan nya pada Fara.
"Aksa." Ucap Fara terkejut.
"Aku fikir kamu udah lupa sama aku Ara." Jawab Aksa.
"Mana mungkin aku lupa,teman seperjuangan,ya walaupun kamu sedikit jahat udah ninggalin aku gitu aja tanpa kabar." Tutur Fara sambil mengingat pertemanan saat SMA dulu.
"Maaf,nanti aku jelasin semua nya ke kamu."
Fara dan Aksa adalah teman sebangku saat SMA,mereka dekat karena sering di sandingkan setiap ada perlombaan mewakili sekolah.
Namun Aksa tiba-tiba pindah sekolah tanpa mengucapkan satu patah kata pun pada Fara,bahkan Aksa tak pernah menghubungi nya lagi bahkan Fara tak bisa menghubungi Aksa sama sekali.
"Habis pulang kerja kita jalan ya." Ajak Aksa.
"Habis ini aku masih ada kerjaan lain,gimana kalau besok,kebetulan aku libur."
"Oke lah,kamu yang tentuin tempat nya," Jawab Aksa.
"Okh iya,aku kan gak punya nomer kamu,mau gimana ngabarin nya coba." Ucap Fara.
"Aku udah pernah ngehubungin nomer kamu,gak kamu simpan?" Tanya Aksa.
Fara bingung dengan ucapan Aksa,seingat nya Aksa tak pernah menghubunginya.
"Kapan kamu ngehubungin aku?" Tanya Fara bingung seraya mengambil ponsel dari saku celana nya yang berdering.
"Itu nomer aku,Aku tunggu kabar dari kamu ya."
Fara pun menginyakan,dan Aksa pun pergi karena takut mengganggu pekerjaan Fara.
Jam sembilan malam Fara sampai di rumah dan di bukakan pintu oleh bik Inah.
"Bik,kok sepi banget,pada kemana?" Tanya Fara.
__ADS_1
"Ibu keluar kota sama Den Tian Non,Den Agil juga belum pulang dari kantor." Terang Bik Inah.
"Okh...Yaudah kalau gitu Bik,terimakasih."
"Iya Non,sama-sama."
Fara segera membersihkan diri nya dan tak lupa menyiapkan baju untuk Agil jika pulang nanti.
Jam menunjukan pukul sebelas malam namun Agil tak kunjung terlihat batang hidung nya,tanpa sadar Fara pun tertidur.
Suara Adzan berkumandang,Fara pun terjaga dari tidur nya,di pandang nya baju yang di sediakan Fara belum terjamah oleh sang empunya.
Menandakan Agil tidak pulang.
Di lihat nya layar ponsel ,tak ada pesan sama sekali dari Agil,Fara pun tak mau ambil pusing,lagi pula tak akan ada nama nya di fikiran Agil.
Fara segera mengambil air wudhu dan bergegas menunaikan kewajiban nya sebagai muslim.
Truttt.....truttt....
Fara mengambil ponsel dari saku nya.
"Hallo Far," Tanya Gendhis dari sebrang telepon.
"Alhamdulillah baik." Jawab Fara.
"Kamu lagi apa Far?"
"Lagi mau OTW Kerja nich."
"Iya kalau aku bawa motor kalau engga?" Jawab Fara memancing Gendhis,karena penasaran kenapa bisa tau dirinya membawa motor.
"Kan Agil lembur,Bunda juga keluar kota,kamu juga paling anti di antar supir,jadi kamu pasti bawa motor kesayangan kamu itu." Jawab Gendhis polos.
Deg,seketika ada rasa sakit,Gendhis yang jauh di belahan dunia lain pun tau apa yang terjadi disini,sedangkan diri nya tak tau apa-apa.
"Hallo Far,Fara." Tanya Gendhis karna tak menjawab.
Fara pun langdung tersadar dari lamunan nya
"Dhis, udah dulu ya,aku telat nih,nanti di sambung lagi." Jawab Fara,karena entah mengapa dada nya terasa sesak.
"Oke,hati-hati Far."
Di tempat kerja Fara benar-benar menyibukan diri nya.Aldo yang hafal dengan sifat Fara pun tau,Fara sedang ada masalah.
"Fara,kamu pulang apa enggak?" Teriak Aldo.
"Akh iya,kamu duluan aja Al,aku selesain ini sebentar." Jawab Fara.
Aldo yang hendak membantu pun langsung di tahan Fara, "Udah kamu pulang sana." Pinta Fara.
Aldo pun hanya mengiyakan,karena tak ingin memperbutuk mood Fara.
Selepas pulang bekerja Fara pun mengi4im pesan untuk Aksa. " Aku tunggu di mall GM jam 5."
__ADS_1
Fara datang terlebih dahulu di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota nya.Fara berkeliling menghilangkan sedikit penat di hati nya.
Ponsel Fara berdering,saat melihat nama yang tertera di ponsel nya,Fara terlihat sedikit murung.
"Ara,aku udah sampai." Ucap Aksa.
"Aku tunggu di timezone." Jawab Fara.
Aksa dan Fara asik bermain di Timezone,tanpa Fara sadari dari kejauhan Agil memperhatikan mereka.
Flash back.
Agil yang baru saja selesai bertemu klien dan berniat ingin menjemput Fara pulang kerja.Tapi tanpa sengaja Agil melihat Fara yang sedang melamun dengan wajah sendu dengan pandangan kosong.
Ada rasa bersalah karna tak sempat mengabari Fara kemarin,Agil pun bergegas menghampiri Fara.
langkah Agil terhenti ketika melihat seorang laki-laki menghampiri Fara.Agil pun mengurungkan niat nya dan memperhatikan Fara dari kejauhan.
Flash back of.
Jam delapan malam Fara pulang,namun Fara tak langsung pulang ke mansion utama,melainkan kerumah nya sendiri.
Tanpa Fara sadari Agil sedari yadi mengikuti nya.
Fara merebahkan tubuh nya di kasur kebangsaan nya.Di pandangi nya langit-langit yang sedikit berwarna kecoklatan terkena rembasan air ketika hujan.
Air mata jatuh di ujung kedua mata nya.
"Ibu,Ayah,Doain Fara bisa menjalani ini semua dengan tabah dan kuat." Sambil menyeka air mata nya.
Fara mengambil buku berwarna ungu dari dalam laci kamar nya.menumpah kan semua perasaan nya.
Fara pulang ke mansion utama dengan mata yang sembab.betapa terkejut nya Fara melihat Agil yang sudah berada di kamar.
Fara langsung berlari ke kamar mandi,Fara tak mau Agil melihat mata nya yang sembab.
Belum sempat Fara masik kedalam kamar mandi,Agil menarik lengan Fara.
"Kamu kenapa?" Tanya Agil yang melihat mata semnab Fara.
"Kenapa apa nya,lepasin,aku mau mandi,badan aku lengket semua mas." Berusaha melepaskan pegangan Agil.
"Kamu jangan bohong,aku tau kamu habis nangis."
"Aku gak nangis,aku tadi ketiduran di rumah aku." Jawab Fara.
Agil membawa Fara dalam pelukan nya,merasa dialah penyebab Fara menangis.
"Maafin aku Far,kamu pasti kecewa sama aku,aku janji lain kali pasti ngabarin kamu sesibuk apa pun aku." Ucap Agil.
Fara mengurai pelukan Agil,Fara tak ingin lebih dalam lagi menyimpan perasaan nya.
"Kamu itu ngomong apaan sih,aku itu tadi kangen sama orang tua aku,wajar dong kalau aku nangis." Jawab Fara sambil tersenyum. "Jadi kamu gak usah pikiran macem-macem deh,ini itu gak ada hubungan nya sama kamu."
"Tuh hp kamu bunyi,angkat sana." Ucap Fara dan langsung masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Selesai mandi Fara langsung merebahkan tubuh nya di tempat tidur,tanpa sengaja Fara mendengar Agil menyebut nama Gendhis.