
Pagi ini rasa nya malas sekali untuk bangun,badan Fara seakan remuk redam,namun Ia harus tetap bangun.
selesai menyiapkan semua keperluan Aksa,Fara segera ke dapur.
"Bi,mau masak apa?" Tanya Fara sambil memakqi aparon berwarna purple kesukqqn nya.
"Oseng-oseng kikil Non,"
" Biar saya aja yang masak,Bibi kerjain yang lain nya saja." ucap Fara,dan mingikat ekor kuda rambut nya."Bi,nanti tolong bawain kotak P3K kesini ya." Pinta Fara.
"Iya Non."
setelah mendapatkan P3K,Fara segera mengobati luka nya,karena kemarin Fara tidak menebus obat nya di rumah sakit.
Satu jam setengah Fara bertempur dengan peralatan dapur.Sekarang saat nya Fara bersiap untuk bekerja.
Tidak seperti biasa nya,Agil bangun lebih awal dan sudah rapi denga. pakaian kerja nya.
"Fara,nanti berangkat kerja nya sekalian sama Aku aja." Ajak Agil
"Gqk usah Mas,Aku udah pesan Gojek." Tolak Fara.
"Apa kamu masih marah?"
"Apa aku berhak untuk marah?" Ucap Fara memandang Agil,
"Maafin aku Fara,aku janji hal seperti ini gak akan terulang lagi." Janji Agil sambil memeluk Fara.
"Maafin aku juga udah bohongin mas.Tapi demi Allah,aku benar-benar gak punya pacar."
__ADS_1
"Iya,aku percaya.Biar Mas antar ya kerja nya." Ajak Agil lagi.
"Besok aja Mas,aku sudah terlanjur pesan gojek."
Satu tahun kemudian.
Gendis sekarang sudah mencampai puncak kesuksesan nya,Dia pun ingin segera menyelesaikan kontrak nya yang tinggal beberapa bulan lagi.
Gendhis sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Agil,dan ingin segera membangun rumah tangga dengan nya.
Sedangkan sekarang Fara sudah tidak bekerja lagi di supermarket,kini Fara lebih fokus bekerja di Caffe,karena dirinya kini di angkat menjadi kepala koki.
Hubungan nya dengan Agil pun berjalan baik,dan lebih saling terbuka.Namun tak bisa di pungkiri,rasa cinta nya pada Agil semakin lama semakin bertambah.
Agil sedang berkumpul dengan teman-teman nya di bar,walau sebenarnya Agil tidak suka datang ke bar,tapi Agil tidak enak untuk menolak ajakan teman nya yang akan melepas masa lajang nya.
"Gil,jadi cowok kok kalem amat sih," Sindir Rio,sambil memberikan minuman pada Agil.
"Sorry,Gua gak minum Alkohol." Tolak Agil.
"Oke." Jawab Rio dan pergi kebelakang memngambilkan minuman yang lain untuk Agil.
Rio pu. mberikan minuman nya pada Agil. "Tenang Bro,ini cuma soda." Ucap Rio sambil menyodorkan kan nya pada Agil.
"Akh sial," Geram Agil,yang merasakan tubuh nya merasa panas.
Agil langsung menghubungi Asisten pribadi nya,Jika dia berada di tempat ini entah apa yang akan terjadi.
"Ke apartemant atau kemansion Bos?"
__ADS_1
"Mansion," Jawab Agil menahan hawa panas di tubuh nya yang semakin menjad.
"Mas,kenapa kamu pulang mabuk gini sih,kamu tau dosa apa enggak." Ucap Fara sambil membopong Agil susah payah kedalam Apartemant.
Sudah empat bulan ini mereka tinggal di apartemant,karena letak nya yang dekat dengan caffe tempat Fara bekerja,walau pun Diana awal nya menentang keras,tapi akhir nya Diana mengijinkan nya.
Fara membaringkan Agil di tempat tidur,ingin rasa nya Fara menyiram Agil dengan Air yang kesal melihat Agil mabuk.
Fara berusaha membuaka Jas yabg dikenakan Agil,namun Agil langsung menarik Fara,Agil sudah tidak bisa menahan nya lagi.
Fara meronta mencoba melepaskan diri dari Agil,Namun Agil sudah seperti kerasukan.
Percuma saja Fara memberontak,kekuatan Agil lebih besar darinya.Fara hanya pasrah,lagi pula ini juga tugas sebagai seorang istri,da. mungkin ini saat nya dia menjalan kan tugas nya,walau dengan cara seperti ini.
Agil membuka mata nya,dolihat nya Fara yangasih tertidur,Agil mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan pada Fara.Agil mengusap kepala kasarerutuki diri nya.
Fara terbangun,di lihat nya Agil dengan wajah yang frustasi.
"Mas," Panggil Fara.
Agil langsung meminta maaf karena tidak bisa menjaga marwah Fara seperti yang di janjikqn nya.
"Gak usah minta maaf Mas,aku juga ikhlas kok,tugas aku sebagai seorang istri udah sempurna sekarang." Jawab Fara santai,agar Agil tak merasa bersalah.
"Tapi Far."
"Udah,kita ngelakuin juga gak dosa kan,walau aku istri sementara kamu,tapi aku juga istri sah kamu,jadi kamu gak isah minta maaf Mas." Berusaha Agar terlihat biasa saja. "Mendingan sekarang cepetan mandi,keburu waktu subuh nya habis."
Semenjak kejadian malam iti,Agil benar-benar merasa bersalah pada Fara.Walau Fara berulang kali mengatakan tidak mempermasalah kan nya,namun Agil merasa sudah mengjancurkan masa depan Fara.
__ADS_1