
"kak Fara." Panggil seorang gadis cantik.
Membuat Fara yang duduk melamun di kursi tunggu pun menoleh.
Senyum manis terbit di bibir Fara,walau sebenar nya hati nya hancur,Demi kebaikan semua orang,Fara harus tetap tegar.
"Kanaya." Ucap Fara dan Kanaya pun menghampiri kakak nya.
"Kak,ayo." Ajak kanaya.
Mereka pun pergi meninggalkan Bandara,sesekali Fara menghela nafas dalam,meninggalkan semua kenangan tempat kelahiran nya dimana Ia besar dan tumbuh.
"Kak,kalau kakak berat meninggal kan kota ini,biar Adek aja yang tinggal disini menemani kakak." Ucap Kanaya yang melihat kegelisahan kakak nya,sambil memegang erat tangan Fara.
"Engga Dek,kakak ingin mencari suasana baru.Kakak juga ingin merasakan udara pegunungan."
Fara pun menuju kota Solo,tepat nya Daerah Tawangmangu.
Flasback.
Kanaya menangis di depan makam kedua orang tua nya.Harapan nya pupus seketika mengetahui orang tua nya telah meninggal.
Harapan nya kali ini hanya satu,mencari saudara kembar nya.
Dengan langkah gontai Kanaya berjalan melewati ratusan batu nisan.
Brukkkkk....
Kanaya terjatuh menabrak seseorang karena tek memperhatikan jalan nya.
Dua pasang mata saling memandang,Fara tak mempercayai apa yang di lihat nya.diri nya bagaikan bercermin.
"Kak Fara." Ucap kanaya memeluk kakak nya.
Fara hanya terdiam mematung,mencoba memahami apa yang dilihat nya.
__ADS_1
Mendengar tangisan Kanaya.Membuat Fara tersadar dari lamunan nya,Fara pun mengelus punggung Kanaya mencoba menenangkan nya.
Fara mengajak Kanaya pulang kerumah nya.Kanaya pun menceritakan semua yang terjadi.
Kanaya Indah Pratama adalah anak tunggal dari keluarga Pratama.
Kanaya Di angkat oleh keluarga Pratama semenjak umur tiga bulan.Bukan tanpa alasan Kanaya di angkat oleh keluarga Pratama.Fara dan Kanaya adalah kembar identik,namun sayang,kondisi Kanaya saat itu lemah,karena ada kelainan dengan paru-paru nya.
Karena saat itu orang tua Fara tak sanggup membiayai pengobatan untuk Kanaya,Akhir nya Pratama selaku Dokter yang menangani kanaya bersedia menanggung semua pengobatan untuk Kanaya,dan meminta Kanaya di asuh oleh nya,dan berjanji setelah dewasa nanti akan mempertemukan nya dengan kanaya.
Dengan berat hati orang tua Fara mengiyakan,karena yang terpenting saat itu hanyalah keselamatan putri nya.
Setelah berumur dua puluh tahun,Pratama pun menepati janji nya dan memberitahu Kanaya yang sebenar nya.
Flashback of.
Hawa sejuk di kaki gunung lawu,hamparan sawah yang membentang luas,benar-benar memanjakan mata.
Fara telah sampai di Villa milik keluarga Pratama.
"Iya sayang," Jawab Momy Krystin,menghampiri anak semata wayang nya.
Krystin benar-benar tak menyangka jika Fara dan Kanaya benar-benar mirip.Hanya gaya rambut saja yang membedakan nya.
Krystin menyambut hangat Fara,tak selang berapa lama,Pratama datang menghampori mereka.
"Masallah,kalian bagai pinang di belah dua." Ucap Pratama.
"Fara lega,walau bukan orang tuq kandung,tapi Kanya di perlakukan sangat baik.
"Ayo sayang masuk," Ajak Krytin menggandeng Fara dan Kanaya.Pratama meneteskan air mata,mengingat kembali Kanaya yang tak bisa bertemu orang tuq kandung nya.
"Fara,Anggap saja Tante ibu kamu,sama seperti Kanaya." Ucap Krystin sambil membelai lembut kepala Fara.
"Iya Fara,anggap kami seperti orang tua kamu." Timpal Pratama.
__ADS_1
"Terima kasih Om,Tante,"Jawab Fara kaku.
"Papi,kita sekarang punya dua orang anak." Ucap Krystin bahagia.
¤¤¤¤¤《《《《《《《¤¤¤¤¤
Satu minggu sudah Fara tinggal bersama keluarga Pratama,Krystin dan Pratama tidak pernah menayakan siapa ayah dari anak yang dikandung Fara.Yang terpenting bagi mereka hanya kesehatan Fara dan janin nya.
"Papi tidak lupa membuat janji dengan Dokter Ine kan?" Tanya Krystin.
"Mana mungkin Papi lupa Mom,Papi gak sabar nunggu cucu papi lahir."
"Ini bukan cucu Papi aja,tapi cucu Momy juga," Ucap Krystin yang tak terima.
Kanaya yang mendengar keributan orang tua nya memperebutkan cucu,merasa sangat bahagia,kini keluarga nya terasa lebih bahagia.
"Mom,pi,jangan pada ngaku-ngaku ya,ini itu keponakan aku." Ucap Kanaya sambil mengelus-elus perut Fara.
"Tunggu lima bulan lagi Dek." Ucap Fara dengan senyum manis nya.
"Sayang,kamu siap-siap ya,kita periksa kandungan kamu." Ucap Krystin.
"Aku ikut Mom,"
"Kamu kan kuliah sayang." Ucap Krystin.
"Bolos sekali juga gak apa-apa kali Mom,aku mau nemenin kakak Mom,boleh ya?" Rengek Kanaya dengan manja nya.
"Udah Mom,biarin Naya ikut,kuliah terus pasti bosen ya kan Naya." Tanya Pratama,dengan alis yang di naik turun kan.
"Papi emang yang terbaik." Jawab Naya mengacungkan jempol nya.
Mereka pun pergi kerah sakit berempat,Fara tidak pernah membayangkan akan merasakan kembali kasih sayang layaknya keluarga.
"Terima kasih ibu,ayah,kalian pasti selalu berdoa untuk Fara dan Naya." Guman Fara.
__ADS_1