
Fara mengerjap kan kedua mata nya,berusaha menyeimbangkan cahaya yang masuk ke dalam mata nya.Bau obat yang menyengat hidung,membuat Fara segera melihat kesekeliling."Akh rumah sakit." Guman Fara yang benci akan bau obat-obatan.
Fara mengedarkan pandangan nya kesekeliling,pandangan nya pun terhenti saat melihat Aldo yang sedang tertidur di sofa.
"Prangggg..."
Gelas di atas nakas tak sengaja terjatuh saat Fara hendak mengambil air minum.Membuat Aldo terbangun.
"Kenapa kamu gak bangunin aku sih Far?" Tanya Aldo menghampiri Fara sambil melihat bekas pecahan gelas.
"Aku gak mau ngerepotin kamu Al," Jawab Fara dengan suara yang masih terdengar parau.
"Kalau aku ngerasa di repotin,udah aku tinggalin kamu dari kemarin Far," Jawab Aldo. "Aku tinggal sebentar panggil dokter ya,sekalian ambil minum."Ucap Aldo lagi.
Fara hanya mengangguk,Fara benar-benar bersyukur karena di kelilingi orang-orang baik.
Dokter pun datang dan memeriksa keadaan Fara, dan lusa Fara sudah di perbolehkan pulang.
"Al,mendingan kamu pulang aja,aku udah gak apa-apa kok," Pinta Fara yang tak tega melihat wajah Aldo yang lelah.
"Mendingan sekarang kamu makan terus minum obat nya,kok bisa-bisa nya koki bisa sampe pingsan gara-gara gak kelaparan." Goda Aldo.
"Di ajak ngomong gak nyambung banget sih Al," Geram Fara. " Habis aku makan kamu pulang ya." Pinta. Fara lagi.
"Iya-iya,cerewet banget sih."
Setelah makan dan minum obat,Fara pun tertidur.Aldo tak menghiraukan perkataan Fara yang menyuruh nya pulang,dan tetap setia menemani Fara.
Ponsel Fara berdering,Aldo langsung mengambil ponsel Fara karna takut membangunkan Fara yang sedang tidur,Aldo pun nengangkat telepon Fara dan tertera nama Gendhis.
"Lama banget sih ngangkat nya Far?" Tanya Gendhis, "Kamu jadi kan temenin aku buat fitting baju.?" Tanya Gendhis lagi di sebrang telepon
"Maaf,Fara baru aja tidur." Jawab Aldo pelan karna takut membangunkan Fara.
"Ekh kamu siapa?Kenapa Dia bisa tidur sama kamu hah?." Dengan nada tinggi, sampai Aldo menjauhkan ponsel dari telinga nya.
"Mba,kalau ngomong jangan ngegas gitu ngapa,bisa-bisa budeg kuping saya." Geram Aldo.
"Gak usah kebanyakan ngomong,kalau sampai Fara kenapa-napa,abis loe." Ancam Gendhis.
"Santai Mba,lusa mbak nya bisa ketemu sama Fara di rumah nya." Jawab Aldo sambil berjalan keluar kamar ruang inap.
__ADS_1
"Gua gak mau nunggu lusa,mendingan sekarang loe bilang dimana Fara."
"Rumah Sakit harapan insan." Jawab Aldo.
Gendhis yang panik karna mendengar Fara di rumah sakit,langsung menghubungi Agil tapi tak diangkat,akhir nya Gendhis pun hanya meninggalkan pesan.
Dengan kecepatan penuh Gendhis mengendari mobil nya dan sesekali mengusap air mata nya karna sahabat nya sakit sampai masuk rumah sakit dirinya tak tau."Sahabat macam apa aku ini." Ucap Gendhis merutuki diri nya sendiri.
Di kantor,Agil baru saja selesai rapat.Dia pun langsung merebahkan tubuh nya di kursi kebesaran nya.
"Maaf tuan,nona Gendis menelepon beberapa kali saat rapat tadi." Ucap Rudi Asisten pribadi Agil sambil memberikan ponsel Agil.
"Terima kasih,kamu boleh keluar." Jawab Agil.
Mata Agil terbelalak saat membaca pesan Gendhis kekasih nya.Dan langsung menuju ke rumah sakit.
Nareswari Gendhis Pratama,seorang foto model cantik yang sedang naik daun yang satu bulan lagi akan menikah dengan Agil.
-------------------
"Fara," Panggil Gendis yang melihat sahabat nya terbaring di tempat tidur..
"Gak penting,kenapa kamu sakit gak bilang hah."Geram Gendhis
"Sakit kok bilang-bilang."Jawab Fara sambil tersenyum.
Aldo yang melihat kedatangan Gendis beberapa kali mengucek mata nya tak percaya.
"Ini bukan nya Foto model itu ya,"Ucap Aldo,sambil terus mamandangi wanita cantik di hadapan nya.
"Aldo,pasti ini kerjaan kamu kan?" Tanya Fara yang melihat Aldo bengong udah kaya sapi ompong
Aldo langsung tersadar dari lamunan nya mendengar suara cempreng Fara.
"Kita lagi di rumah sakit Far,ngomong nya pelan dikit ngapa."Ucap Aldo.
"Yang bilang di pasar siapa."Sahut Fara."kamu kan yang ngasih tau aku disini sama Gendhis?"
"Lah Dia yang nelfon duluan tanya kamu dimana,pakai acara ngancem segala lagi,kan serem."Jawab Aldo berpura-pura bergidik ngeri.
"Loe bilang Fara tidur sama loe,mana gua gak marah oncom."Sahut Gendhis tak terima.
__ADS_1
"Aku gak nyangka temen kamu artis terkenal semua ya Far,kemarin kerja di anter sama Tian,lah ini sekarang model yang lagi viral itu kan."Ucap Aldo.
Fara hanya tersenyum melihat ekpresi wajah Aldo yang memandangi Gendhis denga kagum nya.
"Kamu gak mau minta tanda tangan nya Al,nanti bisa viral loh,jarang-jarang bisa dapet tanda tangan Dia."Goda Fara.
"Bener juga,kalau di jual juga pasti laku."Canda Aldo,membuat Fara dan Ghendhis tertawa.
Saat mereka bertiga sedang asyik mengobrol,tiba-tiba pintu terbuka,Aldo menghela nafas kasar melihat kedatangan Tian.
"Far nanti aku mau minta tanda tangan Dia juga buat di jual."Ucap Aldo sambil berdiri mempersilahkan Tian duduk.
"Gimana keadaan kakak,mana nya yang sakit,kita pindah kerumah sakit yang lebih besar ya," Tanya Tian cemas tanpa jeda.
"Kakak gak apa-apa,lusa juga udah boleh pulang kok " Jawab Fara sambil memegang tangan Tian yang gemetar.
"Bukan nya kamu ada pemotretan Ian?" Tanya Gendhis yang memang satu manageman dengan nya.
"Aku tunda kak,aku langsung kesini habis di kabarin kak Agil,buat aku kak Fara lebih penting dari pada kerjaan aku." Sambil memeluk manja pinggang Fara dan menyandarkan kepala nya di paha Fara.
Gendhis yang melihat sikap manja tian pada Fara sudah tak heran lagi,berbeda hal nya dengan Aldo yang memandang tingkah Tian yang di anggap nya berlebihan.
Fara pun membelai sayang kepala Tian."makasih ya,tapi lain kali gak boleh ninggalin kerjaan seenak nya gitu,kasian yang lain." Nasehat Fara.
Tian pun mengangguk sambil memandang wajah Fara sambil tersenyum.
"Kak Agil kemana kok belum dateng?" Tanya Gendhis.
"Tadi kakak udah di perjalanan mau kesini,tapi dia dapat telepon kata nya ada masalah di kantor cabang yang harus di selesain langsung sama kakak." Jawab Aldo menerangkan.
Gendhis pun hanya ber okh ria menangggapi ucapan Tian.
"Ndis,bukan nya hari ini kamu fitting baju ya?" Tanya Fara."Maaf aku gak bisa nganter ya." Ucap Fara dengan nada menyesal.
"Gak apa-apa,aku bisa sendiri kok."
Setelah beberapa jam menemani Fara,Gendhis pun berpamitan pulang,karna pekerjaan nya yang tak bisa di tinggal,Tian pun ikut pulang bersama Gendhis,karna harus melanjutkan jadwal pemotretan yang di tunda nya tadi.
"Nanti kak Agil kesini buat jagain kakak." Ucap Tian sambil memeluk Fara.
"Iya." Jawab Fara.
__ADS_1