
"Ini Ayah nya Fara." Ucap Aksa menunjuk diri nya sendiri.
Fara hanya diam dan melanjutkan menggambar nya.karena sudah terbiasa dengan jawaban yang selalu sama setiap kali Ia menayankan nya.
Aksa melihat tatapan sendu Fara,terlihat rasa kerinduan yang amat dalam dengan sosok ayah nya.
"Fara,kita jalan-jalan ke Mall yuk." Ajak Aksa berusaha mengubah mood Fara.
"Ayo Yah,Apa boleh Fara beli baju buat ke ulang tahun anak nya Om teman Ayah itu?"
Agil menelan slavina nya kasar,tidak mungkin diri nya membawa Fara ke sana,Karena dia yakin Fara adalah anak Agil.
"Sayang,rumah Om itu kan jauh,kalau kita kesana nanti kasian Mamah di rumah sendirian." Ucap Aksa sambil membelai lembut kepala Fara.
Terlihat jelas raut kecewa di wajah Fara,membuat Aksa tak tega melihat nya
"Kita izin sama Mamah dulu ya,kalau Mamah ngizinin,Ayah janji ajak Fara ke sana."
"Iya Yah." Jawab Fara dengan wajah sumringah nya.
Senja kini berganti malam,Naya tersenyum melihaat Fara yang tertidur pulas di pelukan Aksa.
Dengan hati-hati Naya menyelimuti kedua nya.
"Mamah,Mamah bangun." Ucap Naya menggunjang tubuh Naya.
Naya membuka mata nya yang masih terasa berat,dan membawa Fara kedalam pelukan nya sambil berbaring.
"Ada apa sayang,Tumben Anak Mamah jam segini sudah bangun?"
"Mah,Fara boleh pergi ke pesta ulang tahun teman nya Ayah gak?"
__ADS_1
"Emang nya Ayah ngebolehin kamu ikut?"
"Kalau Mamah ngizinin,kata Ayah Fara boleh datang."
"Tapi janji jangan nakal ya." Jawab Naya dan mengeratkan pelukan nya." Sekarang Fara tidur lgi ya,ini masih jam tiga pagi sayang."
Fara hanya mengangguk dan tidur kembali,tak sabar menunggu hari minggu.
Hari yang di tunggu-tunggu pun datang,dengan mini dres putih membuat Fara terlihat imut dan menggemaskan.
"Kamu beneran gak ikut Nay?" Tanya Aksa basa-basi,karena memang itulah yang di ingin kan Aksa.
"Aku ada urusan di luar,jagain Fara buat aku ya." Ucap Naya dengan muka yang di buat sok imut.
"Gak kamu suruh juga udah pasti aku jagain Non." Jawab Aksa sambil menyentil jidat Naya,membuat Naya meringis kesakitan dan siap membalas.
Belum sempat membalas,Fara sudah memanggil Naya.
"Mah,ayo berangkat." Ajak Fara tidak sabar.
"Kok gitu Mah,kan gak seru kalau cuma sama Ayah,Mamah ikut ya." Rengek Fara.
"Sayang,Lain kali kita ajak Mamah ya,sekarang Fara sama Ayah dulu oke." Bujuk Aksa yang takut Fara akan ikut karena tak tega dengan Fara.
Akhir nya Fara pergi bersama Aksa.
Aksa menarik nafas dalam,saat memasuki gerbang mansion keluarga Rahardian.
Dengan langkah berat Aksa masuk ke dalam mansion,dan betapa terkejut nya Aksa,ternyata acara ulang tahun hanya di hadiri keluarga inti saja.
Aksa semakin tak nyaman,saat semua mata tertuju pada Fara,memang tidak bisa di pungkiri,Fara junior memang sangat mirip dengan Bunda nya.
"terima kasih,Sudah datang ke acara ulang tahun putra saya," Sapa Agil.
__ADS_1
"Akh iya,Sama-sama." Jawab Aksa.
Gendhis seketika melihat Fara di wajah seorang putri kecil yang berdiri di hadapan nya.
Tangan nya mengelus lembuat wajah Fara,dengan meneteskan air mata.
"Maaf Tante,kenapa Tante menangis?" Tanya Fara polos.
"Enggak kenapa-napa sayang,Nama kamu siapa?"
"Fara Tante." Jawab Fara.
Melihat Gendhis yang menetes kan air mata,Agil segera mengajak mereka masuk,karena Agil tahu kenapa Gendhis menangis.
"Akh,kenapa jadi seperti ini," Ucap Aksa Frustasi,karena semua tak seperti yang dibayangkan nya,di tambah lagi kini Fara sedang di kelilingi oleh keluarga Rahardian.
"Ada apa dengan muka mu.." Ucap Agil,aksa pun menoleh,dan semakin kesal saat melihat Agil yang sudah berdiri di samping nya.
"memang kenapa dengan mukaku,muka ku memang sudah di takdirkan ganteng sejak lahir,jadi tak usah heran." Jawab Aksa membuat Agil menggelengkan kepalanya.
"Terserah lah,aku malas berdebat dengan mu," Ucap Agil dan duduk di samping Aksa.
"Kamu tau aku bukan orang bodoh,lebih baik kamu jujur,aku yakin kamu pasti tau keberadaan Fara,jadi tolong beri tau dimana Fara."
"jika kamu memang bukan orang bodoh,harus nya kamu tahu dimana dia sekarang,tapi yang terpenting sekarang,hiduplah bahagia bersama keluarga kecil mu,bisa jadi itu yang di ingin kan Fara." Ucap Aksa dengan tatapan sinis nya.
"Apa Dia adalah anak mu dan Fara?" Tanya Agil sambil menatap ke arah Fara yang sedang bermain bersama Juna "
"Iya,Dia putri ku dengan Fara." Ucap Aksa. "Dan ini juga terakhir kali putri ku bertemu dengan mu brengsek." Ucap Aksa lagi dan berdiri menghampiri Fara.
Dengan cepat Agil menarik lengan Aksa. "Apa Fara menceritakan semua nya padamu." Tanya Agil penasaran,karena Aksa menyebut nya brengsek.
Aksa langsung menghempaskan tangan Agil. "Lebih baik jangan mencari Fara,karena hanya penyesalan yang akan kamu temukan."
__ADS_1
Agil diam mematung,tak mengerti dengan semua yang di ucapkan Aksa.