Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
Sembilan


__ADS_3

Sebelum Aksa bangun,Fara sudah terlebih dahulu menyiapkan segala keperluan Aksa untuk pergi ke kantor dan Fara pun sudah siap dengan seragam kebangsaan nya.


"Mas bangun." Sedikit mengguncang bahu Aksa untuk membangun kan nya.


"Iya," Jawab Aksa dengan suara khas bangun tidur nya.


"Aku tunggu di bawah ya Mas,baju nya udah aku siapin."


"Tunggu Far,aku mau bicara."


"Itu muka kok serius amat ya." Batin Fara. "Ya udah cepetan mandi nya,udah siang,gak bisa di tunda nanti malam aja ya mas bicara nya,ini udah jam setengah tujuh,aku nanti telat." Ujar Fara.


Agil tak menjawab ucapan Fara dan langsung masuk ke kamar mandi.


"Aneh." Guman Fara dan langsung turun menyiapkan sarapan untuk Agil.


Agil menghembuskan nafas kasar,melihat Fara sudah tidak ada di kamar dan saat Agil turun pun,Fara sudah berangkat bekerja.


Agil tak menyentuh sedikit pun sarapan nya dan langsung pergi kekantor.


¤¤》》》¤¤


"Yang habis pulang liburan nih ya." Seru Aldo yang langsuk merangkul pundak Fara kasar."


"Ini tangan apa balok kayu sich,sakit tau." Geram Fara dan melepaskan tangan Aldo dari pundak nya.


"Hehehhe....maaf Far,kangen sich udah dua hari gak ketemu."


Fara hanya menggelengkan kepala dan meninggalkan Aldo,jika orang lain yang melihat,mungkin akan mengira mereka adalah sepasang kasih.


Kicauan burung yang meneduhkan hati kini telah berubah menjadi terik nya sinar matahari.


Fara mengeluarkan bekal yang dibawa nya dari rumah, setidak nya dengan begitu Fara bisa menyisihkan lebih banyak uang untuk kehidupan nya nanti.

__ADS_1


Walau Agil memberikan kartu berwarna hitam pada nya,namun Fara sama sekali tak pernah menggunakan nya,bagi Fara dia tidak berhak untuk itu.


Di kantor,Agil terlihat gelisah.Hujan yang begitu deras membuat nya mencemaskn Fara yang bekerja menggunakan motor matic nya.


"Hallo Far,kamu nanti pulang nya aku jemput," Ucap Agil di sebrang telepon.


"Gak usah Mas,aku bisa naik taxi,lagi pula nanti aku pulang nya agak telat," terang fara. "Mas,Aku balik kerja dulu ya,assalamualaikum.


belum sempat Agil membalas salam,namun fara telah mematikan telpon nya.


Semakin malam hujan semakin lebat.Fara akhir nya mengurung kan niat nya untuk menghadiri acara reuni SMP nya.


"Nasib-nasib,kenapa juga jas hujan nya ketinggalan di rumah." Guman Fara sambil membenarkan jaket nya karena merasa dingin.


"Ara,kamu dimana? aku tunggu kamu di pintu masuk oke." Isi pesan Aksa.


"Sorry Sa,aku gak jadi datang." Balas Fara.


"Udah kamu have fun aja di sana."


Berkali-kali Agil melihat jam di tangan nya,sambil terus berdiri melihat ke luar jendela yang mengarah kehalaman depan,menunggu Fara pulang.


Sampai jam sebelas malam Fara belum juga pulang,membuat Agil naik darah.


"Kalau aku pulang basah kuyup gini,bisa-bisa Agil nanya yang macam-macam." Batin Fara sambil terus melajukan motor nya di bwah guyuran hujan.


Fara memasukan motor nya kedalam rumah,dan langsung membersihkan diri nya agar tidak masuk angin.


"Back to home,home sweet home." Ucap Fara sambil merebahkan diri nya di kasur yang sudah tidak empuk lagi.


"Akh iya,lupa belum ngabarin Mas Agil."


Fara meraih ponsel nya dari dalam tas,ada sepuluh panggilan dari Agil,Fara pun segera menghubungi Agil.

__ADS_1


"Mas,maaf aku baru pulang,aku tidur di rumah aku." Ucap Fara.


Agil langsung mematikan telepon nya,tanpa berucap satu patah kata pun.


"Apa marah ya?" Fikir Fara,namun Fara tak mau ambil pusing,Dia ingin segera beristirahat.


Tok...tok...tok...


"Akh......" Geram Fara yang baru saja akan memejamkan mata nya.


"Fara buka pintu nya." Ucap Agil.


"Iya sebentar."


Fara terkejut melihat tatapan Agil pada nya.Agil mentup pintu dengan kasar,membuat fara sedikit ketakutan.


"Apa kamu sudah gila jam segini baru pulang hah." Bentak Agil menatap tajam Fara.


"Bukan nya aku sudah bilang,hari ini aku pulang telat,Aku pulang dari caffe jam sembilan,wajar kalau aku pulang jam sebelas." Jawab Fara dengan nada bergetar.


"Kamu ini perempuan,gak seharus nya pulang selarut ini," bentak Agil lagi membuat Fara semakin takut. "Kemana aja kamu tadi?" Tanya Agil dengan nada tinggi.


Bibir Fara kelu tak bisa menjawab.Mendengar Agil yang terus menerus membentak nya.


"Kenapa kamu diam,kamu pergi sama pacar kamu,iya kan." Dengan nada meremehkan Fara sambil tersenyum.


"Apa kamu bilang? pacar," Ucap Fara yang tak terima dengan tuduhan Agil.


"Udah lah Fara kamu gak perlu terus-menurus bohong sama aku,aku tau kamu kemarin bukan kepuncak tapi kamu di rumah sakit dan di sana juga ada pacar kamu kan." Jelas Agil dengan mata yang penuh amarah.


Fara tersenyum sinis pada Agil. "Kamu Fikir aku wanita macam apa,walau pun aku tumbuh dewasa tanpa orang tua,tapi aku tau batasan.Meskipun aku hanya istri sementara kamu,tapi aku tahu bagaimana menjaga diri aku sebagai seorang istri." Ucap Fara Dengan air mata yang membasahi pipi nya.


"Terserah kamu menilai aku seperti apa,aku gak peduli." Ucap Fara lagi dan langsung masuk kedalam kamar.

__ADS_1


__ADS_2