
Prang....prang....
Agil menghempaskan semua barang di atas meja kerja nya.Sudah satu bulan Agil mencari keberadaan Fara,namun hasil nya nihil.
Agil bahkan sampai terbang ke Itali untuk mencari Fara,Tapi tak pernah ada nama Fara di universitas tersebut.
"Fara....kamu dimana?" Agil mengusap kasar kepala.
Agil tak pernah berfikir Fara akan membohongi nya bahkan benar-benar hilang tanpa jejak.Diana juga sempat dilarikan ke Rumah Sakit,sedangkan Gendhis menyalahkan diri nya karena menganggap Fara pergi karena diri nya.
Aksa juga frustasi mencari Fara,bahkan sampai memecat Sekertaris nya karena saat keberangkatan Fara,dirinya harus rapat mendadak karena sekertaris nya yang lupa untuk mengosongkan jadwal nya hari itu.
"Tuan,saya pergi kerumah sakit saat saya mengantar nona Fara pulang,tapi ternyata Nona Fara kesana tidak menjenguk teman nya,melainkan memeriksakan kandungan nya." Lapor asisten pribadi Aksa.
Aksa mengingat kembali saat Fara menangis di danau,apa mungkin itu alasan nya.
Seharus nya hari ini adalah hari bahagia Agil dan Gendhis,namun mereka tampak tak begitu bahagia,Gendhis sempat ingin membatalkan pernikahan nya,namun Agil berhasil membujuk nya.
"Apa kamu fikir ini yang di harapkan Fara Sayang?" Tanya Gendhis memastikan dan menatap Agil dalam. "Apa kamu yakin Fara tak pernah menyimpan rasa sama kamu?"
"Dengar sayang,Fara cuma menganggap aku ini kakak nya,tidak lebih."
Akhirnya istri dari Ragil Rahardian di perkenalkan ke publik,Acara pernikahan yang mewah,menjadi hot topik di berbagai media.
__ADS_1
Fara tersenyum lega menyaksikan berita di TV ,"Akhirnya kalian menikah."Dengan memagi perut nya yang semakin membuncit.
Tian berkeliling,berharap Fara datang,Dia sangat merindukan sosok Fara.Dia tak menyangka jika hari dimana Fara menginap di rumah nya,adalah ucapan perpisahan dari Fara.
Hari sudah berganti minggu,minggu pun telah berganti bulan.
Kystin sangat antusias mengadakan tujuh bulanan untuk Fara.Acara nya pun di adakan besar-besaran.Di hadiri oleh teman dan para kolega juga para tetangga.
Kanaya juga tak kalah heboh nya,Dia membeli semua peralatan bayi,yang di dominasi warna pink bergambarkan Hello Kitty.
Sampai kamar pun telah Dia desain sendiri,sambil menguji keterampilan nya untuk jurusan kuliah yang Dia ambil.
"Mom,pap,Naya,terima kasih untuk semua nya,Fara tidak tahu harus membalas dengan apa untuk kebaikan kalian semua." Ucap Fara.
Setiap pagi Fara selalu berjalan-jalan agar saat melahirkan nanti mudah,Krystin pun selalu menemani Fara,terkadang papi Pratama juga menemani Fara.
"Sayang,malam ini ayo kita makan di luar,kebetulan Papi juga pulang lebih awal." Ajak Krystin.
"Ayo Mom,"
Mereka makan di warung lesehan,dengan menu nasi liwet,banyak pasang mata memandang kagum,Kanaya dengan telaten nya menjaga kakak nya,sampai menggandeng kakak nya saat berjalan yang agak sedikit kesusahan karena perut nya yang buncit.
Seperti biasa Fara dan Momy Krystin jalan-jalan di sekitar villa.Tiba-tiba dari arah belakang ada seorang anak di bawah umur yang mengendarai motor dan tidak seimbang.
Brukkkkk....
__ADS_1
"Fara...." teriak Krystin,yang melihat darah mengalir di kaki nya.
Fara pun segera di larikan kerumah sakit.
"Fara pap." Ucap Krystin dengan derai air mata.
"Fara dan cucu kita pasti kuat Mom," mencoba menenangkan istri nya.
Ruang UGD terbuka,suster berlarian dengan wajah yang tegang.Membuat Krystin makin khawatir.
"Apa keluarga pasien ada yang bergolongan darah AB negatif." Tanya suster."Persedian darah kami tidak memcukupi karena golongan darah pasien langka.
"Ada sus,tunggu sebentar dia sedang di perjalanan." Jawab Krystin.
"Pap,Kanaya pap,"
Kanaya yang di hubungi oleh papi nya langsung bergegas kerumah sakit,Kanaya tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan kakak dan Janin yang ada di dalam kandungan.
"Mom..." Panggil kanaya. " Bagaimana kakak Mom.Belum sempat menjawab Dokter keluar.
"Maaf kondisi pasien kritis,kami harus segera mengeluarkan janin dalam kandungan,jika terlambat mungkin bayi nya tidak terselamatkan." Pasien juga mengalami hemofilia,jadi kemungkinan terburuk bisa saja terjadi,tapi kami akan berusaha untuk keselamatan ibu dan anak."
Krystin lemas seketika. " Tolong selamatkan mereka Dok." Ucap Pratama,sambil memegangi istri nya.
"Ambil darah saya sebanyak-banyak nya dok,tolong selamatkan mereka."
__ADS_1