Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
Tiga belas


__ADS_3

Fara membawa koper kerumah lamanya.


"Ayah,Ibu,Fara janji,fara pasti kembali lagi.Doain Fara semoga jalan yang Fara ambil benar." Sambil memandangi foto kedua orang tua nya.


setelah selesai,Fara segera kembali ke mansion utama.


"Akh,ngapain aku nungguin Mas Agil,jelas-jelas sekarang dia sama Gendhis." Ucap Fara merutuki kebodohan nya.


Fara pun merebahkan diri nya,dan tidak berapa lama Fara Tertidur.


Agil pulang jam dua belas malam.Dilihat nya Fara yang sudah tertidur lelap.


"Fara,Aku janji akan jagain kamu dan gak ada satu orang pun yang bisa nyakitin kamu." Membelai lembut kepala Fara.


 


Semenjak kepulangan Gendhis,Fara dan Agil jarang sekali bertemu.Fara pun Akhir nya memutuskan untuk tinggal di rumah nya yang lama,karena dia juga tak ingin mengganggu hubungan Agil dengan Gendhis.


"Fara,kenapa harus pindah,kamu bisa tinggal disini,biar aku yang cari tempat lain" Pinta Agil,yang kaget melihat Fara memasukan barang-barang nya ke dalam koper.


"Mas,bukan nya Mas pernah janji sama aku,gak akan campurin urusan aku lagi,kalau aku mau nikah sama Mas waktu itu.Jadi sekarang tolong tepatin janji Mas." Ucap Fara dengan sekuat tenaga menahan Air mata nya agar tidak jatuh.


"Aku mohon Far,kamu tetap tinggal disini,lagi pula disini lebih aman dan dekat dengan tempat kerja kamu."


"Mas,aku udah ngelakuin semua tanggung jawab aku selama menjadi istri kamu.Sekarang tugas aku selesai dan sudah saat nya semua kembali sebagaimana mestinya.Kamu ngerti kan." Jelas Fara.


"Tapi Far." Agil tak bisa berkata apa-apa lagi,keputusan Fara sudah bulat dan tak bisa di ganggu gugat.


"Sekarang lebih baik Mas fokus sama Ghendhis,Bahagia kan dia,wujudkan rencana Mas sama dia yang sempat tertunda."


Agil memeluk Fara erat. "Terima kasih Far."


Air mata Fara akhir nya pecah juga,mengingat mungkin ini pelukan terakhir nya dengan Agil.


Setelah kepindahan Fara,Agil merasa kehilangan,Agil rindu setiap hal yang pernah dilakukan Fara dulu.


Terlebih sekarang Fara seakan menjaga jarak dari nya.


Terkadang Agil diam-diam mengawasi Fara dari kejauhan.


Usia kandungan Fara sudah memasuki bulan kedua,akan sulit bagi nya jika harus menutupi perut nya yang semakin lama semakin membesar.


Fara memutuskan untuk keluar dari Caffe,dengan bantuan Aksa,Fara menukan orang yang menggantikan nya.


"Makasih ya Sa." Ucap Fara,karena selama ini Aksa telah banyak membantu nya.

__ADS_1


"Emang kamu mau pindah kemana sih Ara?" Tanya Aksa penasaran.


"Aku mau cari suasana baru Sa,Cari tempat yang lebih tenang."


"Iya tapi kemana?" Tanya Aksa lagi.


"Kepo akh."


"Ya jelas lah aku kepo,takut nya tiba-tiba kamu nya ngilang." Jawab Aksa


"Emang nya aku seperti kamu yang pergi tanpa pamit." Sindir Fara,


"Senjata makan tuan." Ucap Aksa,membuat Fara terkekeh.


"Aku ke toilet dulu ya Ra."


Fara menganggukan kepala nya lalu bermain dengan ponsel nya.


Fara sedang menimbang antara Bali dan solo,kota dimana dia akan hidup dan membesarkan anak nya kelak.


"Sayang,itu Fara kan?" Tanya Gendhis menunjuk ke salah satu meja.


"Fara itu pasti lagi kerja sekarang,mana mungkin dia disini."


"Fara." Pqnggil Gendhis.


Fara yang di panggil pun seketika menoleh, "Gendhis."


"Kita boleh gabung disini Far?" Tanya Genshis.


"boleh kok."


"Kamu gak kerja Far?" Tanya Agil yang duduk di sebelah Fara.


"Aku libur." Jawab Fara singkat padat dan jelas,dengan nada datar tanpa melihat ke arah Agil sama sekali.


"Ara,maaf ya lama," Ucap Aksa,sambil memegang pundak Fara dari belakang.


"Iya,gak apa-apa." Jawab Fqra sambil menengok kebelakang.


"Apa ini pacar nya Fara ya,lumayan juga." Guman Gendhis dalam hati.


Mata Agil terus memandang ke arah Aksa,Agil tidak suka melihat keakraban mereka.


"Kenalin ini Aksa," Ucap Fara.

__ADS_1


Aksa pun mengulurkan tangan nya,dan langsung di sambut oleh gendhis,Sedangkan Agil tak kunjung mengulur kan tangan.


"Sayang." Ucap Gendis menyenggol Agil.


"Agil," Dengan nada sinis.


"Ragil Rahardian,pengusaha muda sekaligus seorang arsitek berdarah dingin yang tak di ragukan lagi,dan ini pasti istri nya yang selalu menjadi incaran publik karwna sampai saat ini balum pernah di punlilasikan."Batin Aksa.


Mereka pun makan siang bersama,Agil sengaja memesan udang krispy kesukaan nya Fara,tapi Fara tak menyentuh nya sama sekali.


Bukan tanpa alasan Fara tak menyentuh udang,selama hamil,Fara tidak suka udang,aroma nya saja sudah membuat Fara mual.


"Ara,maaf aku tidak bisa mengantar kamu pulang,Aku ada urusan memdadak di kantor.Aku sudah Bian buat antar kamu."


"Gak usah Sa,Aku naik taxi aja," Tolak Fara tak enak.


"Jangan ngeyel deh Ra,Aku duluan ya,Taxi nya udah nunggu di depan." Pamit Aksa sambil mengusap kepala Fara,karwna sudah menjadi kebiasaan nya.


"Hati-hati ya."


Aksa pun pergi setelah berpamitan dengan Agil dan Gendhis.


"Far,biar aku antr kamu pulang saja,"Ajak Agil."


"Iya Far,pulang bareng kita aja yuk," Sahut Gendhis.


"Gak usah,terimakasih,lagi pula aku masih ada urusan lain." Tolak Fara,karena hari ini dia ada janji dengan dokter kandungan.


"Gak apa-apa,ayo aku antar kamu mau kemana." Pinta Agil lagi.


"Engga Gil," Tolak Fara. "Aku duluan ya," Pamit Fara,lalu meluk Gendhis dengan senyum terindah nya.


Rumah Sakit Citra Medika.


"Terima kasih Bian," Ucap Fara pada asisten pribadi Aksa.


"Sama-sama," Jawab Bian, "Kalau boleh saya tahu,Nona kesini mau apa?" Tanya Bian,yang harus melapor secara detail pada Aksa.


"Mau numpang keramas,soal nya air di rumah mati." Jawab Fara dengan konyol nya.


"Aduh Non,jangan bercanda,kalau saya fi pecat Gimana" Dengan muka memelas nya."Kasian nanti kalau di pecat,saya gagal nikah non." Ucap Bian lagi.


"Bilang sama Aksa,saya kesini jenguk teman." Geram Fara,karena sikap Aksa yang berlebihan.


"Siyap Non."

__ADS_1


__ADS_2