Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
lima


__ADS_3

Akh.....akhirnya bebas juga." Guman Fara sambil merebahkan tubuh nya di kasur kebesaran nya yang sudah sedikit keras.


"Ingat,,,,,kalau sampai kejadian seperti ini terulang lagi,kamu kerja sama aku." Ancam Agil,yang masuk begitu saja ke kamar Fara.


Membuat Fara langsung bangkit dari kasur nya.


"Dasar  oncom,main masuk aja,ngagetin tau." Geram Fara dan melempari Agil dengan bantal.


Dengam sigap Agil menangkap bantal itu dan melemparkan nya kembali ke Fara,lalu pergi meninggalkan Fara yang kesal karena terkena lemparan bantal Agil.


Seperti biasa hari ini Fara sudah bersiap untuk bekerja kembali,sesekali Fara bersenandung kecil sambil berjalan menuju halte bus.


"Fara" Panggil Aldo menghampiri Fara yang hendak masuk ke dalam supermarket tempat nya bekerja.


Fara yang di panggil pun menoleh seraya tersenyum pada Aldo."Malaikat penolong". Ucap Fara,membuat Aldo geli mendengar nya.


"Jablay". Goda Aldo, "Ekh.....salah,lebay maksut aku." Ucap Aldo lagi sambil membentuk huruf


V dengan jari nya sambil tersenyum.


Fara dan Aldo masuk kedalam,Fara melihat dua wajah baru yang baru saja keluar dari dalam gudang.


"Al,itu pegawai baru ya?" Tanya Fara.


"Itu kan yang gantiin kamu selama kamu gak masuk Far." Jawab Aldo


Hati Fara tak karuan, "Alamat di pecat nih." Guman Fara dalam hati.


"Kenapa malah bengong?" Ujar Aldo.


"Alamat di pecat aku Al." Jawab Fara,."Akh....." Fara menghela nafas kasar,mengingat nasib nya kedepan.


"Gak mungkin lah kamu di pecat Far,Bu Bos aja gak mau ngelepas kamu,sampai adu mulut sama...." Ucapan Aldo terhenti mengingat nama seseorang.


"Sama siapa Al?" Tanya Fara penasaran.


"Itu loh yang suka ada di majalah bisnis,yang ganteng nya sebelas dua belas sama aku." Sambil masih terus mengingat. "Agil,iya Agil Rineksa Far," Jawab Aldo lantang setelah mengingat nya.


"Agillll...." Geram Fara.


"Perasaan yang deket sama kamu orang-orang berkelas semua ya Far," Ucap Aldo.


"Aku udah gak sekolah Al,jadi udah gak berkelas." Jawab Fara dengan nyeleneh nya,membuat Aldo menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


"Males aku ngomong sama kamu Far." Ucap Aldo lalu meninggalkan Fara.


Tanpa terasa hari sudah sore,saat nya Fara berganti profesi menjadi seorang juru masak.


Saat hendak masuk kedalam Caffe,Fara bertemu dengan Agil,sepontan Fara langsung menggeret Agil.


"Gil,plis jangan ikut campur urusan aku,aku gak butuh bantuan kamu." Ucap Fara meninggikan suara nya.


"Aku sibuk,kita bahas lain kali aja." Jawab Agil dan pergi meninggal kan Fara.


Sumpah serapah keluar dari mulut Fara yang kesal dengan Agil.


Dengan perasaan yang masih kesal,Fara masuk kedalam Caffe.semua staff dapur senang melihat Fara kembali bekerja,mereka pun menyambut Fara dengan hangat.


"Alhamdulilla gak ada yang gantiin aku." Ucap Fara lega dalam hati.


Hari berganti hari minggu pun sudah berganti bulan,dimana kedua sahabat nya akan menikah minggu depan.


Sudah satu bulan Fara tidak bertemu dengan Agil,Setidak nya sebelum Agil menikah,Fara ingin mengajak nya makan atau sekedar jalan-jalan,karna setelah Agil menikah,pasti semua nya akan berubah.

__ADS_1


Hari ini Fara sengaja izin tidak masuk kerja,Fara berencana ke kantor Agil.


Dengan kaos putih di padukan dengan celana jeans,Fara bergegas ke kantor Agil menaiki sepeda motor kesayanan nya yang baru saja selesai di perbaiki.


"Lets go...jangan rewel lagi ya sayang." Ucap Fara pada motor nya.


Setelah satu jam perjalanan menembus padat nya lalu lintas dan panas nya terik matahari,Fara sampai di gedung yang menjulang tinggi bertuliskan Rineksa Group.


Ini pertama kali Fara datang langsung ke kantor Agil.Fara berulang kali menelepon Agil tapi tak ada jawaban,Akhir nya Fara meminta ijin pada resepsionis.


"Maaf mbak,apa pak Agil nya ada?" Tanya Fara canggung.


"Apa Nona sudah membuat janji?" Tanya resepsionis sopan.


"Belum Mbak,."


"Maaf nona,jika belum membuat janji,nona tidak bisa bertemu dengan Pak Agil."


"Terima kasih Mbak." Ucap Fara dengan perasaan kecewa dan berniat untuk menemui Agil di rumah.


Fara pun pulang kerumah dan menghabiskan hari libur nya di rumah dan mengurungkan niat nya untuk bertemu Agil.


Fara yang hendak pergi bekerja terkejut melihat Agil yang sudah berada di depan pintu.


"Astagfirullah,,,kamu itu suka banget ya ngagetin orang." Ucap Fara.


"Kamu ngapain kemarin ke kantor,Nyariin aku apa mau ngelamar pekerjaan.?" Tanya Agil.


"Tadi nya mau ngajak makan siang,tapi kata nya ga boleh ketemu kamu kalau belum ada janji." Jawab Fara.


"Ya udah makan siang nya di ganti sarapan bareng aja." Ucap Agil dan langsung menggeret Fara.


"Agil.....aku mau kerja,makan nya lain kali aja." Ucap Fara berusaha melepas pegangan Agil.


"Aku udah urus semua nya." Jawab Agil datar.


Di sepanjang perjalanan Agil hanya diam,membuat Fara frustasi sendiri.


"Gil,kenapa sih kamu itu suka seenak nya sendiri sama aku,aku kan udah bilang jangan ikut campur urusan aku lagi." Ucap Fara membuka pembicaraan. "Aku mohon,ini terakir kali nya kamu ikut campur sama kehidupan aku,dan kamu fokus aja sama rumah tangga kamu." Ucap Fara lagi.


"Lusa Gendhis terbang ke Paris."


"Bercanda kamu gak lucu tau Gil,minggu depan kalian nikah,ngapain juga Gendhis ke Paris." Ucap Fara tak percaya.


"Ini peluang Gendhis buat go internasional,dia mau ngeraih impian nya." Jawab Agil sambil menghela nafas kasar.


Agil menepikan mobil nya,dan menjatuhkan kepala nya di setir mobil.Fara tau betul saqt ini Agil sedang kacau dan Fara menepuk bahu Agil berusaha menenangkan nya..


"Apa tante sudah tau masalah ini gil?" Tanya Fara


"Belum Far,aku bingung mau ngejelasin nya gimana,aku takut Bunda kecewa terus ngebenci Ghendhis,aku sayang banget sama Gendhis Far." Ucap Agil lesu.


"Kamu gak boleh egois,bagaimanapun Tante harus tau,ini bukan cuma masalah kamu sama Gendhis,tapi juga nama baik keluarga kamu Gil."


Agil mencerna ucapan Fara,bagaimanapun pernikahan harus tetap berlangsung demi nama baik keluarga.


"Apa kamu mau gantiin Gendhis Far?" Tanya Agil penuh harap.


"Maksut kamu?" Jawab Fara bingung.


"Kamu yang nikah sams aku," Terang Agil.


Fara tertawa mendengar ucapan Agil, "Kamu gila apa Gil,pernikahan itu bukan buat msin-main."

__ADS_1


"Iya aku tau Far,cuma kamu harapan aku sekarang Far,  cuma satu tahun Far,dan selama kamu jadi istri aku,aku janji akan jaga marwah kamu." Ujar Agil penuh harap menatap dalam mata Fara.


Fara menghela. Nafas kasar, "Mungkin ini saatnya aku balas budi untuk semua kebaikan Agil selama ini." Guman Fara dalam hati.


"Plis Far,kali ini aja aku mohon." Ucap Agil memegang pundak Fara,karena Fara tak kunjung menjawab.


"baik,tapi aku minta setelah Gendhis kembali, jangan pernah lagi ikut campur semua urusan aku,lepasin aku sepenuh nya." Pinta Fara.


Agil sedikit ragu dengan permintaan Fara,karna Agil pernah berjanji di hadapan makam kedua orang tua Fara akan menjaga Fara.


"Mau gak?" Tanya Fara yang melihat Agil mslah melamun.


"Akh,oke ." Jawab Agil dengan berat hati.


Fara pun tersenyum,setidak nya impian nya menikahi orang yang di cintai nya terwujud,walau hanya menjadi istri sementara itu sudah cukup.


"Gimana kalau  Gendhis ga setuju sama ide kamu?" Tanya fara.


"Itu urusan aku,biar aku yang jelasin semua ke dia,lagi pula kita nikah cuma di atas kertas."


Seakan di hantam batu besar mendengar ucapan Agil,sesak rasanya,tapi yang dikatakan Agil benar,


Jadi tak ada alasan untuk nya sakit hati.


------------------------


Bandara Soekarno Hatta.


"Cepetan pulang,kalau gak mau kekasih tercinta kamu ini kegila-gila sama aku." Ujar Fara sambil memeluk Gendhis.


"Aku kasih tau ya Far,Agil itu mau lihat cewek bugil aja gak akan tergoda,apa lagi sama kamu yang gak pernah pakai baju sexy Far." Goda Gendhis


Fara memutar bola mata nya jegah,karena selalu saja kalah jika berhadapan dengan Gendhis.


"Okh....pantesan aja pas kita mandi bareng dia gak ada respon sama sekali,jadi ini alasan nya." Ucap Fara dengan nada serius ." Aku jadi ngeri Ndis." Bisik Fara sambil menyunggingkan senyuman penuh kemenangan mengompori Gendhis.


Mata Gendhis terbelalak mendengar ucapan Fara.


Mata elang menatap garang  seakan  siap mencabik-cabik Agil.


"Ngapain ngeliatin aku gitu.?" Tanya Agil dan memelototkan mata nya pada Gendhis. "Peswat kamu dah mau terbang tuh,cepetan masuk,nanti ketinggalan pesawat." Uap Agil berusaha terliat tegar menfantar kepergian Gendhis.


"Pacar nya mau pergi jauh gak ada sedih-sedih nya gitu," geram Gendhis sambil mengerucutkan bibir nya.


"Pacar nya pergi,kan ada calon istri yang nemenin,jadi ngapain juga sedih,iya kan Far? Tanya Agil sambil merangkul pundak Fara,menggoda Gendhis.


"Kalian tega ya." Kesal Gendhis.


"Maka nya cepetan pulang biar bisa gantiin aku nemenin Agil bobok." Ledek Fara yang membuat Gendhis semakin geram.


"Awas aja kalian kalau macem-macem ya." Ancam Gendhis.


Fara memeluk Gendhis, "jaga diri baik-baik di sana,aku gak macem-macem kok sama Agil,tapi cuma satu macam aja." Goda fara lagi.


"Faraaaaaaa." Teriak Gendhis membuat orqng-orang melihat ke arah mereka.


"Bercanda sayang,kamu percaya sama aku,aku jamin Agil gak akan macam-macam di sini,kamu fokus sama karir kamu aja di sana." Ucap Fara mempererat pelukan nya.


Seketika air mata Gendhis mengalir."Maafin aku ya Far,gara-gara aku,kamu harus seperti ini,aku janji kalau aku sukses nanti,aku akan kasih apa aja yang kamu mau." Jawab Gendis sambil terisak.


Fara mengelus punggung Gendhis lalu mengurai pelukan nya.


Gendhis menghampiri Agil dan langsung memeluk nya.

__ADS_1


"Cepat kembali,ada aku yang setia nunggu kamu disini." Ucap Agil lembut.


Gendhis menganggukan kepala,berat memang harus meninggalkan Agil,tapi Gendhis harus membuktikan kepada orang tua nya profesinya sebagai model tidak hanya di pandang sebelah mata.


__ADS_2