
Terlihat awan yang menggumpal hitam pekat,yang mungkin menandakan akan segera turun hujan.
"Akh....kenapa aku jadi seperti ini." Desah Fara dengan langkah gontai berjalan di trotoar.
Hati Fara kacau,Fara sungguh sulit mengendalikan perasaan nya kali ini.tinggal satu atap bersama Agil,membuat nya semakin larut dengan perasaan nya.
Langkah Fara terhenti saat melihat hamparan danau buatan yang menyejukan mata.
Pandangan nya jauh kedepan,membayangkan masa depan ketika semua nya kembali pada tempat nya.
Hujan benar- benar turun,seakan tahu betul perasaan Fara hari ini.
"Benar-benar sempurna," Guman Fara yang menangis di bawah guyuran hujan,bahkan rasa dingin yang menusuk tulang pun tak dirasakan nya.
Fara menangis sejadi-jadi nya,meluapkan semua sesak di dada yang begitu mencekik.Suara petir dan tangis pun saling bersahutan.
"Ara,,,," Teriak Aksa. "Apa kamu gila hah??" Mengguncang tubuh Fara.
Tangis Fara semakin menjadi,membuat Aksa tak tega melihat nya,baru kali ini Aksa melihat Fara sesedih ini.
Aksa meraih tubuh Fara dalam pelukan nya,tubuh mungil Fara menggigil hebat,membuat Aksa panik.Aksa pun membopong Fara kedalam mobil.
Aksa makin panik melihat Fara yang sudah tidak sadarkan diri,tanpa fikir panjang,Aksa langsung membawa nya ke Rumah sakit.
"Ara,sebenar nya apa yang membuat kamu jadi seperti ini." Ucap Aksa menggemgam tangan Fara yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Di mansion utama,Bunda Diana gelisah,sudah lewat jam dua belas malam,namun Fara belum pulang.
Nomer telepon Fara pun tidak Aktif.Agil juga sulit di hubungi.
Agil yang baru saja menyelesaikan tumpukan berkas nya,langsung menelepon sang Bunda,karena puluhan kali Diana menelfon nya.
Hati Agil tak karuan mendengar kabar dari Bunda nya.Agil merituki diri nya,yang mengabaikan Fara karena kesibukan nya.
Agil melihat jam yang melingkkar di tangan nya,sudah jam tiga pagi.pikiran nya kosong,tak tau kemana harus mencari Fara.
Sampai jam delapan pagi,Agil masih belum bisa menemukan Fara membuat nya makin frustasi."kamu kemana Fara?" Menjatuhkqn kepala nya ke setir mobil.
Di rumah sakit,Aksa terus menggemgam tangan Fara,tangan mungil yang sedikit kasar,karna tuntutan pekerjaan nya.
"Aksa," panggil Fara lirih.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar,aku panggil dokter dulu ya." Sambil mengelus kepala Fara dan
bergegas memanggil dokter.
__ADS_1
"Ara,kata dokter kamu boleh pulang setelah infus ini habis." Terang Aksa.
"Terima kasih Sa,udah nolingin aku." Ucap Fara dengan suara parau nya.
"Iya." Jawab Aksa sambil tersenyum.
"Sa,bisa tolong ambilin ponsel aku." Pinta Fara.
"Sepertinya ponsel kamu rusak Ara,kena air hujan kemarin." Sambil memberikan ponsel Fara.
Fara menghembuskan nafas kasar,melihat keadaan nya ponsel nya.
Fara akhirnya meminjam ponsel Aksa dan menghubungi Agil,Fara trrpaksa membohogi Agil,karena tak mungkin memberi tahu kejadian yang sebenar nya,dan untung nya Agil percaya.
Fara pulang menggunakan taxi agar Agil tak curiga,walau harus berdebat dengan Aksa.
Fara menarik naas pqnjang sesampai nya di mansion utama.
"Assalmualaikum." Ucap Fara.
"Walaikum salam." Jawan Diana,yang baru saja keluar dari dapur.
"Maaf ya Bun,sudah buat Bunda khawatir."
"Iya sayang,tapi lain kali harus pamit dulu ya." Jawab Diana sambil memeluk Fara.
"Ya udah kamu istirahat sana,pasti kamu capek habis perjalanan jauh."
Fara pun naik kekamar nya karena tubuh nya masih terasa lemas.
"Mas,ngapain berdiri disitu? Kalau dari belakang bagus banget pose nya kalau di foto." Ucap Fara sambil menutup pintu kamar.
Agil berbalik dan langsung memeluk Fara,membuat Fara terkejut,dan hanya bisa diam mematung.
"Maafin aku ya Far,kamu pasti kecewa sama aku gak nepatin janji aku buat jagain kamu." Dengan nada penuh penyesalan.
Fara mengurai pelukan Agil,dan memberanikan diri menatap mata Agil.
"Mas,yang ada aku yang minta maaf,gak izin ke kamu dulu kalau mau ke puncak, buat sekeluarga khawatir." Ucap Fara.
Agil mengacak rambut Fara," Besok kita kepantai,kita liburan oke!" Ucap Agil,berharap
Setidak nya bisa menebus kesalahan nya telah mengabaikan Fara.
"Aku habis liburan,bisa di pecat aku absen kerja terus." Ucap Fara sambil merapikan rambut nya.
__ADS_1
"Resign aja kalau gitu,aku kuat kok ngehidupin kamu."
"Inget perjanjian kita,gak boleh ikut campur soal pekerjaan aku Mas." Ucap Fara dan berlalu meninggalkan Agil. "Mas,aku tidur dulu ya,ngantuk" Teriak Fara,karena tiba-tiba kepala nya pusing.
"Iya," Jawab Agil dan besiap untuk ke kantor.
Setelah Agil pergi,Fara segera memghubungi mini market dan Caffe meminta ijin,Karena tubuh nya tak memungkinkan jika harus bekerja.
"Sayang." Panggil Diana mengetuk kamar Fara.
Fara pun membukakan pintu, "Ada apa Bun?" Tanya Fara.
"Sayang,Bunda mau antar Tian pemotretan di Bali,sekalian Bunda mau jenguk Keponakan Bunda di sana." Terang Diana.
"Iya Bun,Bunda berangkat jam Berapa?"
"Penerbangan nya jam tiga sore sayang,"
"Nanti Fara antar ke bandara Bun,hari ini Fara ijin libur."
"Gak usah sayang,lagi pula nanti banyak kru dari agensi nya Tian kok."
"Ya sudah kalau begitu Bun."
Agil sengaja pulang lebih awal karena berencana menjemput Fara di Caffe.
Sudah hampir setengah jam Agil menunggu Fara,namun Fara tak juga keluar,be erapa kali Agil mencoba menghubungi Fara tapi tak ada jawaban.
Sampai Caffe tutup pun,Fara belum juga keluar dan Agil pun melajukan mobil nya menuju mansion utama.
Agil merebahkan tubuh nya di sofa,Bi Inah segera membuatkan teh seperti yang diminta Tuan muda nya.
"Bi,apa Fara sudah pulang?" Tanya Agil.
"Setahu saya non Fara tidak kemana-mana hari ini tuan."
Agil pun langsung mencari Fara ke kamar karena biasa nya jika dirumah,Fara selalu menunggu nya pulang dari kantor.
Agil menghampiri Fara yang sedang tertidur. "Gak biasa nya Dia sudah tidur jam segini." Batin Agil sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.
Saat membenarkan selimut Fara,tanpa sengaja Agil menyenggol tas Fara,Agil pun kaget melihat Obat yang tercecer dari dalam tas Fara.
Karena takut terjadi apa-apa dengan Fara,Agil menayakan obat yang di komsumsi Fara pada Dokter pribadi nya dan menyuruh asisten pribadi nya mengecek rumah sakit yang tertera di plastik obat Fara.
Agil pun menghela nafas lega,karena itu hsnya obat penurun panas.
__ADS_1
Selang Dua jam Rudi segera melapor pada Bos nya,Agil penasaran kenapa Fara membohonginya dan penasaran dengan sosok Aksa yang mengantar Fara kerumah sakit.