
"Ngapain kamu ngajak aku kesini?" Tanya Nanya yang sudah berada di depan rumah almarhum kakak nya.
"Aku cuma minta penjelasan kamu kak,ada apa dengan kak Fara,kenapa semua jadi begini?" Ucap Tian dengan isak tangis yang begitu pilu dan menyayat hati.
Naya merasa iba melihat Tian,entah hubungan seperti apa yang di jalin kakak nya dengan adik Bos nya ini, "apa mungkin Dia ayah nya Fara?" Batin Naya dan memandang Tian dengan kesedihan yang begitu mendalam.
"Apa kamu mengenal baik dengan kak Fara?"
"Walau pun kami tidak sedarah,tapi hubungan kami lebih kental dari pada seorang saudara,Kak Fara adalah kakak,teman bahkan tempat aku bersandar." Ucap Tian mengenang masa-masa indah bersama Fara."Sampai Kak Fara pergi untuk melanjutkan kuliah di luar negri,tapi ternyata Kak Fara tidak benar-benar pergi keluar negri dan menghilang.Entah apa yang akan terjadi pada Bunda jika tau kak Fara sudah tiada."
"Apa Bunda mu juga menyayangi kak Fara?"
"Bukan hanya Bunda,tapi semua keluarga ku menyayanginya sepeerti keluarga sendiri."
"Apa kamu tahu kakak ku pernah menjalin hubungan dengan seorang pria?"
__ADS_1
"Sepertinya tidak,kak Fara hanya sibuk dengan pekerjaan nya,tapi Kak Fara pernah menikah dengan kak Agil."
"Apa" Ucap Naya meninggikan suara nya tak percaya."Bukan nya kakak mu sudah menikah,kenapa Dia bisa menikah dengan Kak Fara.?
Tian pun menceritakan semua nya,Naya hanya bisa menahan sesak di dada nya mendengar cerita Tian.Kini Naya mengerti kenapa kakak nya memilih pergi dan melarang Naya mencari tau tentang ayah kandung Fara.
"Sekarang lebih baik kamu ikhlas kan kepergian kak Fara,supaya kak Fara tenang di sana." Sambil mengelus pinggung Tian.Dia Tau laki-laki di samping nya ini benar-benar rapuh saat ini. "lebih baik kamu merahasiakan kematian Kak Fara dari keluargamu."
"Kenapa?" Tanya Tian menyeledik.
"Kak Fara punya alasan sendiri kenapa Dia pergi,dan yang pasti itu untuk kebahagian kalian semua,jadi jangan sia-sia kan pengorbanan kak Fara.
"Maaf,hanya satu permintaan kak Fara sebelum nafas terkhirnya,berharap kalian semua hidup bahagia."
"Apa Fara anak Kak Naya?" Tanya Tian.
__ADS_1
"Tentu saja dia Anak ku,apa kamu tidah melihat betapa mirip nya kami," Jawab Naya penuh penegasan,bagaimanapun Fara tifak boleh bertemu ayah kandung nya.
"Iya sangat mirip,bahkan mata dan bibir nya sama persis dengan kak Agil."Jawab Tian.
"Jangan ngaco kamu,Fara itu anak aku." Ketus Naya.
"Aku yakin Fara bukan anak kak Naya,Tapi tak apa jika kak Naya tak mau mengakui nya,Aku bisa cari tau sendiri."
Naya menghembuskan nafas kasar,Naya tidak mau jika sampai tak bisa menjaga amanah terakhir kakak.Apalagi sekarang Agil pun sudah memiliki seorang anak,jika Agil dan istri nya tau jika Fara adalah putri kandung Agil.
"Lebih baik kamu tutup mulut mu,apa kamu ingin keluarga kakak mu hancur karena omong kosong mu itu." Gertak Naya
"kalau begitu ceritakan yang sebenar nya sekarang kak,aku janji akan menutup rapat mulut ku.
Akhir nya Naya mencerirakan semua nya pada Tian,Isak tangis Tian membuat Naya merasa tak tega dan mengusap punggung Tian dengan lembut.
__ADS_1
"Sekarang kamu ngerti kan kenapa kak Fara memilih pergi di bandingkan tetap berada di sisi kakak kamu.Jadi sekarang aku mohon sama kamu,tolong jaga rahasia ini,karna ini adalah permintaan terakhir kak Fara." Pinta Naya penuh harap.
"Pasti kak,tapi bisa kan aku sesekali mengajak Fara Bermain,bagaimanapun dia keponakan ku kak." Pinta Tian,dan Naya hanya mengiakan walau terasa berat.