Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
Dua puluh Dua


__ADS_3

Prov Agil


Aku yakin Aksa mengetahui keberadaan Fara,tapi apa alasan nya menyembunyikan nya,dan anak itu,kenapa mirip sekali dengan Fara,apa Aksa dan Fara menikah,dan itu putri mereka?


Seandai nya mereka sudah menikah,itu tidak jadi masalah,asalkan mereka bahagia,tapi kenapa mereka menyembunyikan nya.


Persetan dengan semu nya,yang terpenting saat ini,bagaimanapun cara nya,aku harus menemukan Fara.


☆☆☆☆☆☆☆


"Kak,maaf ya ngerepotin Kakak lagi,Fara ngerengek minta ikut Kakak,dia gak mau aku ajak ke kantor." Jelas Fara,Merasa tak enakdengan Aksa.


"Kamu itu udah kayak sama siapa aja Nay,Fara itu udah aku anggap seperti anak aku,aku juga gak keberatan sama sekali bahkan jika harus mengasuh Fara setiap hari.." Jawab Aksa.


"Terima kasih Kak,berkat Kakak,Fara mendapatkan kasih sayang seorang Ayah." Ucap Fara sembari menunduk.


"Udah jangan melow gitu,cepet berangkat kerja,nanti telat."


Naya pun pergi setelah mengantar Fara ke kantor Aksa.


Walaupun Naya hanya sementara bekerja di kantor pusat,karena kepribadian nya yang hangat dan supel Naya mudah akrab dengan teman-teman di devisi nya.

__ADS_1


"Nay,istirahat kita makan di luar yuk,ada caffe enak dekat sini,dan yang paling penting,gak akan nguras kantong." Ajak siwi.


"Boleh juga," Ucap Naya.


Naya dan Siwi pun bergegas ke caffe dan menunggu Taxi yang mereka pesan.


"Ekh Nay,lihat tuh Ibu Bos,aduhai banget ya,udah cantik,istri pengusaha terkenal,hidup jadi dia itu pasti enak,gak usah capek-capek kerja kayak kita,duduk aja di rumah uang nya udah jatoh sendiri." Ucap Siwi sambil memandangi Gendhis yang baru saja turun dari mobil.


Naya pun mengikuti Arah kepala Siwi.Naya benar-benar terpesona melihat keindahan yang di pandanginya.


"Itu istri nya Bos ya?"


"Beneran aku gak tau,jangan kan istri nya, ketemu sama bos aja aku belum pernah." Ucap Naya .


Siwi membelalakan mata nya mendengar ucapan Naya." Kamu kemana aja sayang," Ejek Siwi.


"Apalah diriku hanya pegawai rendahan." Ucap Naya dengan ekpresi yang di buat memelas.


"Sumpah Nay,gak pantes banget itu muka." Sambil mengusap muka Naya.Naya hendak membalas Siwi,namun gagal,larena taxi yang mereka pesan datang.


tidak butuh waktu lama mereka sampai di caffe,tapi seakan waktu tak berpihak pada mereka,karena caffe di tutup sementara untuk syuting sebuah Flim.

__ADS_1


Mereka hanya berdiri di depan Caffe,Nqya menghela nafas kasar," Kamu tau gak Wi,ini cacing di perut aku udah pada Demo minta di isi."


"Sama Nay,aku bela-belain gak sarapan cuma mau makan sup iga di sini,pupus sudah harapan ku." Ucap Siwi.


"Kamu laper apa nyanyi,ayo cepetan balik ke kantor aja,noh ada tukang somay,mending kita makan somay buat ganjal perut,sampai kantor juga udah gak keburu kalau kita makan siang." Menarik Siwi yang hanya diam mematung di depan Caffe.


"Cut." Ucap sutradara.


"Kerja bagus Tian,ayo kita selesaikan adengan selanjut nya dengan sekali take." Ucap Bagus Manager nya.


Tian tak menjawab dan menduduk nya tubuh nya di kursi,tanpa sengaja pandangan nya terpaku melihat wanita di sebrang jalan." Kak Fara."


Tanpa menghiraukan apapun,Tian keluar dari Caffe,berulang kali Tiqn memanggil Fara,Namun Fara tak kunjung menoleh.


"Akh shitt,,,kenapa ramai banget jalan nya." Geram Tian karena mobil dan sepeda motor yang serasa tak ada habis nya.


Tian semakin kesal saat melihat Fara naik Taxi.Ingin rasa nya Tian mengikuti Fara,tapi tidak bisa,karena syuting nya.


Di lain tempat,Aksa sedang menemani Fara menggambar," Yah,apa Ayah Fara di surga bareng Bunda." Tanya Fara sambil terus mewarnai gambar nya.


"Ini Ayah nya Fara." Ucap Aksa menunjuk diri nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2