
"Naya,Fara dimana?" Tanya Aksa mengalungkan tangan nya di pundak Naya.
"Ikh,kakak itu kebiasaan ya,kalau datang itu salam,udah kaya setan aja,tau-tau nongol." Jawab Naya mendongak menatap Aksa.
"Emang ada ya,setan ganteng nya begini." Sambil memutar kursi yang di duduki Naya hingga menghadap diri nya.
"Ya jelas lah Ganteng,memang takdir nya cowok gitu kan,kecuali kakak belok." Goda Naya dan langsung mendorong Aksa,hingga Aksa tersungkur.
"Kamu itu adek durhaka." Ucap Aksa meninggikan suara nya,sambil mengelus bokong nya yang sakit.
"Gak ada cerita nya Adik durhaka,yang ada anak durjana." Jawab Naya sambil tertawa bahagia dan meninggal kan Aksa yang masih terduduk di lantai.
Aksa menghela nafas kasar,"Kenapa sifat adik Kakak bisa sama gini ya." Batin Aksa mengingat tingkah Fara yang tak kalah gesrek nya.
"Kok Anak Mamah udah cantik banget,emang mau kemana?"
"Kata Ayah mau ajak Fara Jalan-jalan Mah." Jawab Fara dengan polos nya dan langsung berlari memeluk Aksa.
"Fara mau jalan-jalan kemana? Ayah Antar."
"Fara mau beli martabat yah,Bunda kan suka martabat." Ucap Fara
Aksa menahan tawa nya,mndengar ucapan Fara,"Mamah kan sudah bermartabat sayang,kenapa harus beli martabat." Goda Aksa sambil melirik Naya.
"Memang nya Mamah punya Martabat?" Tanya Fara polos.
"Martabak sayang,bukan nya martabat." Ucap Naya membenar kan." Ya udah kita keluar beli martabak aja ya,kan mba Cona nya lagi ngeksis banget,jadi kita harus ngalah dulu ya sayang,Jangan seperti Ayah,yang selalu bikin Mamah mertobat." Sindir Naya,karena Aksa selalu saja ingin mengajak Fara jalan-jalan dalam kondisi seperti ini.
"Maksut Fara martabak Mah,tapi gara-gara Naya lihat wajah Ayah,jadi salah sebut." Ucap Fara mengeles,Membuat Aksa garuk-garuk kepala.
"Buah emang jatuh gak jauh dari pohon nya." Ucap Aksa mengingat almarhum Fara yang juga konyol.
☆☆☆☆☆☆
Pagi ini Naya sangat sibuk menyiapkan keperluan nya dan juga Fara,karenq pengasuh Fara harus kembali ke kampung karena suami nya sakit.
"Hallo Kak,kakak gak apa-apa ajak Fara ketemu klien." Tanya Naya memastikan.
"Gak apa-apa,gak ada yang berani ngelarang Bos," Jawab Aksa.
"Mulai deh,sombong nya kumat."
"Bukan sombong,tapi kenyataan."
"Terserab Kakak aja lah,cepetan jemput Kak,aku kebury telat,"
__ADS_1
"Ini kakak udah di depan pintu."
Naya mematikan ponsel nya dan bergegas berangkat ke kantor.
"Sayang,nanti kalu ikut ayah,jangan ganggu ayah kerja oke." Pesan Naya pada Fara.
"Iya Mah,"
Satu jam perjalanan,kini Mereka sampai di Gedung Rahardian Group.
"Kak,gak usah nganter sampau dalam juga kali,." Ucap Naya karena Aksa mengikuti sampai dalam kantor.
"Gak usah kepedean Nay,aku itu ada meeting disini." Jawab aksa dan menggendong Fara.
"Kenapa gak bilang dari tadi."
"Kamu nya gak naya," Jawab Aksa.
Naya mengerutkan dahi nya,"Bagaimana bisa kakak bisa berteman baik dengan Aksa." Batin Naya.
"Sayang Mamah kerja dulu,ingat jangan ganggu ayah ya."
"Iya Mamah,bye Mah." Mencium bibir Naya.
Di gedung yang sama namun di ruangan yang berbeda,Agil memandangi foto Fara yang di simpan nya dal laci.
Tok...tok..
"Masuk."
"Maaf Tuan, sudah saat nya rapat."
"Baik."
Agil melangkah kan kaki nya menuju ruang rapat,Agil terdiam melihat orang yang berdiri di hadapan nya dengan seorang gadis kecil.
"Akh,wajah itu,kenapa mirip ." Batin agil terus memandangi Gadis kecil itu.
"Tuan." Panggil Roni,asisten pribadi Agil.membuat Agil tersadar dari lamunan nya.
Aksa menghampiri Agil,Fara pun mengikuti Aksa dari belakang.
"Senang bertemu dengan Anda Tuan." Ucap aksa mengulurkan tangan dan menyapa."
"Saya juga senang bertemu dengan Anda."
__ADS_1
Fara pun ikut mengulurkan tangan nya kepada Agil,Karena itu lah yang di ajarkan oleh Keluarga nya,harus menyapa kepada siapa saja.
Agil berjongkok dan mengulurkan tangan nya,Fara segera mencium punggung tangan Agil,Dengan reflek Agil pun mengusap lembut kepala Fara sambil tersenyum.
Hampir satu jam mereka rapat,selama itu pula Fara hanya fokus pada buku gambar nya dan sesekali melirik ke arah Agil.
"Terima kasih Atas kerja sama nya." Ucap Agil.
"Sama-sama."
"Apa bisa kita bicara sebentar." Ucap Agil.
Aksa pun mengiyakan,Dengan pemandangan kota yang di hiasi gedung gedung tinggi,yang terhalang oleh kaca,Agil menghela nafas dalam.
"Apa kamu tau Fara dimana?" Tanya Agil.Membuat Aksa menelan slavina nya kasar. "Seharus nya kamu tahu Fara dimana." Ucap Agil lagi.
Aksa hanya diam tak menjawab pertanyaan Agil,Alsa takut apa yang di takut kan nya selama ini benar.
"Aku mohon beri tahi aku Fara dimana." Ucap Agil putus asa.Namun Aksa tetap diam membuat Agil tak bisa menahan emosi nya lagi.
"Dimana Fara Aksa,lenapa kau diam saja." Ucap Agil meninggikan suara nya dan mencengkeram kerah kemeja Aksa.
Fara yang mendengar nama nya di panggil pun menoleh,dan berlari menghampiri Ayah nya.
"Om,jangan sakiti Ayah Om,Fara mohon Om." Pinta Fara menarik-narik jas Agil.
Agil seketika melepaskan cengkeraman nya,mendengar Fara menyebutkan nama nya dan berjongkok menatap Fara kecil.
"Om nyari Fara?,kan Fara dari tadi dusuk di situ Om." Ucap Fara dengan polos nya sambil menunjuk kursi yang di duduki nya tadi.
"Maaf,tadi om kira kamu udah gak ada,jqdi om nyari kamu,Om mau ajak Fara kerumah om,besok anak Om ulanng tahun,Fara datang ya sama ayah dan Bunda." Ucap Agil.
"Bunda," Ucap Fara dengan raut wajah yang sedih.
Aksa langsung memeluk Fara,"Nanti datang sama Ayah aja oke."
"Iya Yah,Apa Mamah juga boleh ikut?" Tanya Fara melihat ke arah Agil.
"Boleh." Jawab Agil.
"Ayah,nanti ke tempat Bunda ya,Fara kangen sama Bunda." Pinta nya pada Aksa.
"iya Sayang."
"Beli bunga tulip yang ungu juga ya Yah,Fara juga mau pakai baju ungu,Biar Bunda senang lihat Fara dari surga." Ucap Fara dengan antusias nya.
__ADS_1
Seketika Agil lemas mendengar ucapan Fara kecil."Surga," Akh tidak mungkin." Ucap Agil bergelut dengan fikiran nya.