
Naya berjalan di antara ratusan batu nisan,di temani seorang Pria yang mengaku teman kakak nya.kaki nya terhenti saat melihat batu nisan bertuliskan Faranian kenes Setiawan.
"Kak,Naya datang." Ucap Naya sambil menusap batu nisan,seolah sedang membelai sang kakak yang harus berpulang dua tahun lalu.
Dengan sekuat hati Naya menahan air mata nya agar tidak jatuh, "Kak,maaf Naya belum bisa bawa baby Fara kesini,tapi kakak jangan khawatir,baby Fara sehat,dan Naya janji akan bawa dia kesini nanti."
Aksa masih tak percaya dengan apa yang ada dihadapan nya saat ini.Dada nya sesak,kaki nya terasa tak bertulang.
"Ara,maaf Ara." Hanya kata itu yang terucap dari mulut Aksa.
Aksa mengira diri nya paling mengerti Fara,tapi ternyata tidak.
Naya melihat kesedihan yang mendalam di mata Aksa,membuat Naya merasa iba. "Kak,tolong ikhlaskan Kak Fara,Kak Fara pasti sedih jika melihat kakak seperti ini." Ucap Naya.
Aksa menghapus air mata nya,setangguh apapun lelaki,jika harus di hadapkan dengan kepergian orang yang disayangi,pastilah pertahanan nya pun akan runtuh.
Naya pun meninggal kan Aksa yang masih terdiam di depan makam Kakak nya,dan mengunjungi makam kedua orang tua nya yang tak kauh dari makam Fara.
☆☆☆☆
Setelah Momy Krystin menceritakan semua tentang Aksa,Naya akhir nya pergi ke ibu kota bersama Aksa untuk mengunjungi kakak dan orang tua nya.
"Tante bilang kamu mau magang di perusahaan Rahardian." Tanya Aksa membuka pembicaraan,karena Naya diam saja sepanjang perjalanan menuju hotel tempat nya menginap.
"Iya Kak."
"Apa kamu yakin.?" Tanya Aksa sambil memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Iya Kak." Jawab Naya singkat.karena setiap orang pasti berlomba-lomba masuk keperusahaan Rahardian group,selain gaji yang di berikan lebih tinggi di banding perusahaan lain,perusahaan itu sangat menghargai orang-orang yang berprestasi.
"Apa Fara pernah menyuruh mu untuk keperusahaan itu?"
"Tidak." Jawab Naya membuat Aksa semakin bingung.
"Apa kamu tau siapa Ayah dari baby Fara?" Tanya Aksa penasaran.
Naya diam tak tau harus menjawab apa,dan situasi seakan berpihak pada nya,saat mobil nya berhenti di hotel tempat nya menginap.
"Akh sudah sampai,terimakasih Kak." Ucap Naya dan turun dari mobil.
Aksa sedikit berlari mengejar Naya,Karwna dia takut apa yang di fikirkan nya benar.
"Naya tunggu." panggil Aksa meraih tangan Naya.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku tadi." Ucap Aksa menatap Naya.
"Apa itu begitu penting?" Tanya Naya,"Jika kakak adalah teman baik Kak Fara,seharus nya kakak tau."
Huuuuft
Aksa menghembuskan nafas kasar.
"Aku memang sahabat Fara,tapi dia tidak pernah bercerita jika dia hamil.Aku pun tahu setelah Fara menghilang,saat aku mencari nya".Jelas Aksa.
"Sebenar nya aku juga tidak tahu siapa Ayah baby Fara,kakak tak pernah memberi tahu,dan aku pun tak pernah bertanya.Tapi saat Kakak Akan oprasi,kakak berpesan agar tidak mencari Ayah baby Fara." Jawab Naya dengan mata berkaca-kaca mengingat wajah sang Kakak.
__ADS_1
"Maaf." Ucap Aksa menghapus air mata Naya.
Pov Aksa
Entah mengapa firasat ku mengatakan kepergian Fara ada sangkut paut nya dengan Agil.
Apa mungkin Agil adalah ayah dari baby Fara.Akh tapi tidak mungkin,Agil sudah punya istri,bahkan mereka berteman baik.
pov Author
seminggu sudah Naya magang di perusahaan Rahardian,Selama itu pula Aksa selalu mengantar jemput Naya,dengan alasan dia adik dari sahabat nya,jadi harus menjaga nya.
Hubungan kedua nya pun semakin Akrab layak nya kakak Adik.
"Assalamualaikum Kak." Ucap Naya membuka pintu mobil,dengan senyum dan lesung pipi yang sama dengan Fara.
Deg...
Ini bukan yang pertama kali nya Naya tersenyum seperti ini,tapi Aksa selalu merasa Fara yang ada di hadapan nya saat ini.
"Kak,Orang salam kok ga dijawab,dosa loh."
"Hehehhe...walaikum salam." Jawab Aksa lalu melajukan mobil nya ke sebuah pusat perbelajaan,karena hari ini mereka berjanji untuk makan bersama.
Sesampai nya di sana,Mata Naya melihat seorang gadis kecil yang amat dirindukan nya.
"Litlle baby nya mamah." Ucap Naya sambil menggendong dan menciumi pipi tembem Fara.
__ADS_1
Baby Fara pun seakan rindu,yang tertawa di ciumi sang mamah.