Suami Lima Langkah

Suami Lima Langkah
Enam


__ADS_3

Fara memandangi wajah nya di cermin,balutan kebaya yang harus nya di kenakan Gendhiss kini menempel di tubuh nya.


"Ayah,Ibu,Fara tau ini salah,tapi tolong restui Fara." Ucap Fara dalam hati dan tanpa terasa aor mata nya pun menetes.


Tante Diana yan melihat menangis merasa bersalah.Dihampiri nya Fara dan langsung memeluk tubuh mungil Fara.


"Maafin Tante ya sayang,gara-gara keegoisan Tante,kamunharus berkorban demi keluarga Tante." Ujar Diana dengan air mata yang m3ngalir di pipinya.


"Enggak Tante,ini juga sudah jadi pilihan Fara,jadi Tante jangan berfikiran seperti itu lagi ya.


"Terima kasih sayang." Ucap Diana.


Agil menghela nafas panjang,hari ini Agil akan menikahi gadis yang di anggap nya sebagai adik.Geli rasa nya, tapi  inilah kenyataan nya.


"Saya terima nikah dan kawin nya Farian Kenes Setiawan binti Aditia Setiawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Ucap Agil lantang dengan satu kali tarikan nafas.


Suara Agil terdengar sampai kamar yang di tempati Fara. "Gak apa-apa Fara,walau istri pengganti,tapi kamu sah dan ini bukan dosa." Guman Fara.


Fara mrnarik nafas panjang.Fara menuruni anak tangga di temani Tante Diana.Sebisa mungkin Fara tersenyum pada para tamu.


Fara duduk di sebelah Agil yang kini sudah sah menjadi suami nya.


Prosesi ijab qobul sudah selesai,Fara dan Agil beristirahat sebentar untuk acara resepsi nanti malam.


"Gil,tolong panggilin office girl atau apalah yang penting ceweka kesini." Ujar Fara.


"Mau ngapain?" Tanya Agil.


"Nyopot kebaya aku,aku gak bisa buka kancing baju nya." Ucap Fara sambil memperlihat kan kaning baju yang berjajar rapi di punggung nya.


"Kamu gila apa,mana ada penfantin baru nyuruh orang buat buka kancing baju." Ucap Agil menggelengkan kepala nya.


Agil menghampiri Fara untuk membantu Fara,namun Fara malah berjalan mundur,membuat Fara terjatuh ketempat tidur.


"Kamu mau ngapain Gil,serem tau."


"Kata nya minta di bantuin buka kancing baju nya." Ucap Agil dan lanhsung membalikan tubuh Fara seperti membalikan karung beras.


"Pelan dikit ngapa Gil,sakit tau." Geram Fara.


"Belum juga di apa-apain udah bilang sakit."Goda Agil.


"Akh iya,ngapain aku takut ya,kata Gendis kamu itu mu liat cewek bugil juga gak akan tertarik." Balas Fara penuh kemengan,karna sudah berani-berani nya Agil menggoda diri nya.


"Hahahahahha.." tawa Agil geram.


"Mau aku buktiin?" Ucap Agil membalikan tubuh Fara sehingga kedua brrada di jaral yang sangat intim.


Fara menelan slavina nya kasar,bagaimanapun pria di hadapan nya ini adalah orang yang di cintai nya.


Fara segera mendorong Agil hingga tersungkur ke lantai.Fara pun langsung berlari ke kamar mandi.


"Faraaaaaaaaa." Teriak Agil,untung kamar hotel yang di tempati Agil kedap suara,jika tidak,entah apa yang akan terjadi.


Agil menepuk pantat nya yang terasa sakit,dan menunggu Fara keluar dari kamar mandi.


"Akh,,,kenapa susah banget ya." Geram Fara.


Dengan susah payah akhir nya Fara bisa membuka kebaya nya."Alhamdulilah ya Allah,akhirnya kebuka juga." Ucap Fara.

__ADS_1


Selesai membersihkan tubuh nya,Fara melihat Agil yang sedang tertidur di sofa,Fara menaruh bantal untuk Agil agar lebih nyaman. "kalau diem gini kan ganteng." Ucap Fara.


Fara pun merebahkan tubuh nya di kasur dan tanpa menunggu lama Fara sudah mengembara di alam mimpi.


Agil terbangun karena dering suara ponsel Fara yang begitu nyaring trpat di samping sofa.Tanpa melihat siapa yang menelepon,Agil langsung menerima panggilan tersebut.


"Aku kembali Far." Ucap seorang pria di sebrang telepon dan langsung memgakhiri pnggilan nya.


Agil awal nya tak peduli,tapi rasa penasaran nya mengalahkan segala nya,di lihat nya ponsel Fara,hanya tertera nomer saja.


"Kalau cuma nomer saja,berarti orang itu gak penting." Batin Agil dan menyusul Fara tidur di ranjang.


Suara ketukan pintu membangunkan Fara dari tidur nya.Betapa terkejut nya Fara melihat Agil yang tidur di samping nya."Astagfirullah,ini anak kenapa bisa sampai disini." Ucap Fara dan langsung bergegas membuka pintu.


"maaf nona,perias pengantin nya sudah datang." Ucap sekertaris pribadi Agil."


"Iya,tolong tunggu lima belas menit lagi ya." Pinta Fara.


"Baik Nona." Jawab nya.


Fara yang sudah membersihkan diri nya lalu membangunkan Agil.


"Gil,Agil..." Ucap Fara mengguncangkan bahu Agil.


Namun Agil tak bergeming sedikit pun.


Akhir nya  memFarabiarkan Agil tidur dan turun kebawah untuk di rias.


Dua jam sudah Fara di rias,namun Agil masih juga belum terlihat batang hidung nya.Fara segera menghubungi Agil tapi tak ada jawaban dari sang pemilik ponsel.


Fara hendak menghubungi Agil kembali,namun di urungkan nya saat melihat Agil membuka pintu dengan wajah masam.


"Durhaka gimana,orang situ nya aja tifur nya udah kayak kerbau." Sahut Fara.


Seketika semua yang ada di ruang rias menahan tawa.membuat Agil semakin kesal.


Acara resepsi membuat Fara benar-benar kelelahan,kaki nya terasa mati rasa karena harus menyalami tamu yang begitu banyak,bibir nya pun terasa kram,karna harus memasang senyum.


"Ini kapan selesai nya,aku udah gak kuat Gil?" Tanya fara di telinga Agil.


"kamu harus kuat Far,habis acara ini selesai,kita masih punya acara lagi." Ucap Agil dengan senyum menggoda.


"Acara apaan lagi,ini udah jam sebelas,mau sampai pagi acara terus." Ucap Fara kesal.


"Wah ide bagus Far,seru juga kalau sampai pagi."


"Kamu aja sana lah,aku mah ogah." Jawab Fara.


"Mana bisa kalau aku sendiri,harus kita berdua,kalau aku aja,gimana main nya?"


Fara mengerutkan dahi nya,mengerti akan ucapan Agil. "Berani macem-macem,aku sunat biar abis itu kutilang kamu." Ancam fara.


Agil hanya tersenyum,karena baginya membuat jengkel Fara adalah kenikmatan tersendiri.


Dengan langkah gontai Fara kembali ke kamar,di fikiran nya saat ini hanya ingin segera merebahkan tubuh nya.


"Gil gendong,aku gak kuat jalan lagi." Saat keluar


Dari lift.

__ADS_1


Agil pun langsung menggendong Fara ala bridal style.membuat fara kaget,karena Fara hanya bercanda.


"Turunin Gil,aku cuma bercanda." Pinta Fara.


Agil takenghiraukan Fara,dan terus berjalan ke kamar.


Sesampai nya di kamar,Agil menurunkan Fara di sofa. "Capetan mandi terus istirahat." Ucap Agil sambil mengelus kepala Fara.


Fara hanya mengangguk dan segera ke kamar mandi.


Setelah mandi,Fara langsung merebahkah tubuh nya di ranjang,tanpa menunggu lama,Fara sudah berada di alam mimpi.


Agil yang sudah selesai dengan ritual mandi nya,tersenyum melihat Fara yang tertidur dwngan mulut sedikit terbuka.Agil pun mengabadikan nya di ponsel nya.


"Terima kasih." Mengusap ĺembut kepala Fara,dan ikut merebahkan tubuh nya di samping Fara.


--------------------------------------


Satu bulan sudah umur pernikhn Fara dan Agil.


Fara menjalani kehidupan sehari-hari nya layak nya seorang istri pada umum nya dan Agil pun tidak keberatan dengan semua perlakuan Fara pada nya.


"Mas Agil,kamu mau makan di kamar apa di bawah?" teriak Fara di depan pintu kamar mandi.


Agil keluar hanya dengan menggunakan sehelai handuk yang melingkar di pinggang nya.


"Terserah istri ku aja." Jawab Agil di telinga Fara.


"Udah berapa kali aku bilang,jangan cuma pakai handuk aja kalau keluar kamar mandi." Geram Fara. "Kasian mata aku tenodai." Ucap Fara lagi.


Agil yang hendak masuk ke kamar ganti mengurungkan niat nya dan menghampiri Fara.


"Aku ini suami kamu  Far,halal buat kamu ngeliat apa aja yang ada di tubuh aku." Goda Agil.


"Tapi aku gak mau lihat." Geram Fara sambil menginjak kaki Agil yang selalu menggoda nya dan bergegas turun untuk sarapan,meninggalkan Agil yang meringis kesakitan.


Di meja makan sudah dengan formasi lengkap,hanya kurang Agil yang masih sibuk dengan penampilan nya.


"Sayang,mana Agil?" Tanya Diana.


"Biasa lah Bun,Mas Agil kan kalau dandan lama,udah kaya anak perawan." Jawab Fara.


Tian terkekeh mendengar ucapan Fara."Rumah yang dulu nya sepi kini terasa lebih hidup semenjak kamu tinggal disini kak.." Batin Tian sambil tersenyum dan melanjutkan sarapan nya.


"Bun,Fara berangkat dulu ya,takut telat." Ucap Fara sambil mencium tangan Diana.


"Gak bareng sama Agil sayang?"


"Kelamaan Bun," Jawab Fara. "Nanti tolong bilangin Mas Agil gak isah jemput aku ya Bun,Fara bawa motor sendiri." Ucap Fara lagi.


"Tapi sarapan dulu sayang." Perintah Diana.


"Fara udah bawa bekal Bun." Jawab Fara.


Diana hanya mengiyakan dan menggelengkan kepala nya.Bagaimanapun Diana tidak bisa membatasi aktifitas Fara,karena pernikahan nya dengan Agil hanya untuk menyelamatkan nama baik keluarga nya.


"Andai kamu benar-benar menantu Bunda." Batin Diana dengan wajah lesu.


Tian yang melihat perubahan wajah Bunda nya  langsung menenangkan nya,seakan sudah tau apa yang di pikirkan sang Bunda.

__ADS_1


"Kita Doakan yang terbaik buat mereka aja  ya Bun,masa depan gak ada yang tau bun." Ucap tian memeluk Bunda nya.


__ADS_2