
huek...huek...huekkk....
"Ya Allah,ini sudah jalan empat bulan,tapi kenapa masih mual begini." Guman Fara.
"Non,Nona sakit,saya ambilkan minyak kayu putih ya." Ucap Bi inah,yang melihat Fara tertuduk lemas di toilet,dan memapah Fara dusuk di kursi dapur.
"Makasih ya Bi," Sama-sama Non,sambil mengoleskan minyak kapu putih ke perut dan leher Fara.
Bi inah merasa ada yang aneh saat memegang perut Fara,namun Bi inah tak berani bertanya dan mengabaikan rasa penasaran nya.
"Semoga aja gak ada yang dengar aku muntah-muntah." Batin Fara.
Matahari sudah memperlihatkan diri,Burung-burung pun sudah bernyanyi menyambut pagi yang cerah.
Wah,ini pasti kamu yang masak ya sayang," Ujar Diana yang melihat maknan yang sudah tertata rapi dengan khas masakan jawa ala Fara pasti nya.
"Fara cuma bantu sedikit kok Bun."
Semua sudah berkumpul di meja makan,meraka makan di selingi canda tawa yang sudah lama di rindukan Diana.
"Fara senang bisa berada di dekat orang-orang baik seperti kalian,Fara benar -benar terima kasih,Fara tidak bisa membalas kebaikan kalian,hanya doa terbaik yang bisa Fara berikan." Ucap Fara.
"Kamu itu anak baik sayang,wajar jika kamu selalu di kelilingi orang-orang baik." Jawab Diana dan mengusap lembut kepala Fara yang duduk di samping Diana.Fara pun senang merasakan kasih sayang Diana.
"Dhis,Gil,sebelum nya aku minta maaf,aku gak bisa hadir si pernikahan kalian." Ucap Fara,membuat Agil yang sedang minum tersedak san semua yang ada di meja makan bingung. "Fara minta Izin melanjutkan kuliah ke Italia,"
"Jangan bercanda kamu Far." Ucap Agil memandang tajam Fara.
__ADS_1
"Kenapa harus Itali sayang,di sini juga banyak universitas yang bagus." Sahut Diana.
"Iya kak." Timpal Agil.
"Tapi keputusan Fara sudah bulat Bun."
Gendhis hanya bisa menangis,tak bisa berkata apa-apa.
"Kalau bisa tolong di fikirkan lagi sayang,Bunda khawatir,kamu perempuan dan di negri orang sendiri." Jelas Diana.
"Fara insaallah bisa jaga diri Bun."
"Kapan rencana nya kamu berangkat sayang?"
"Penerbangan nya nanti sore jam empat Bun."
Diana lemas,tak menyangka Fara akan berangkat secepat ini.
"Apa kamu gila mau ke Itali,siapa yang ngizinin kamu pergi?" Dengan mata yang merah dan mencengkeram keras bahu Fara.
"Aku gak perlu izin dari siapapun,ini hidup aku,aku yang nentuin." Jawab Fara dwngan nada tinggi.
"Aku ini masih suami kamu,aku barhak atas kamu,dan aku gak akan ngizinin kamu pergi."
"Hahahahaha,suami kamu bilang"Tawa Fara sinis. "Buat aku itu sudah berakhir semenjak kepulangan Gendhis,karena memang itu kesepakatan kita,jadi tepatin janji kamu yang gak akan ikut campur dengan kehidupan ku." Ucap Fara dan menyingkirkan cengkraman tangan Agil dari pundak nya dan pergi.
"pliss jangan pergi Far." Pinta Agil memeluk Fara dari belakang.
__ADS_1
Fara menarik nafas dalam. "Mas tolong lepasin aku,aku bukan anak kecil lagi yang harus terus kamu jaga.
Fara membiarkan sejenak tangan Agil yang tak sengaja berada di perut nya,setidak nya anak nya bisa merasakan sentuhan ayah nya.
"Percaya sama aku Mas,aku pasti bisa jaga diri,sekarang kita jalani hiduo kita masing-masing." Ucap Fara lalu mengurai pelukan Agil,dan kembali keruang makan.
**Benci? Tidak.Saya sayang dia,menjauh pun rasa nya tak sanggup.Tapi saya tau,makin lama makin cinta,makin dalam,makin menyakit kan.
Sedih?Tentu.Saya tak bisa mengobrol dengan nya lagi,tak bisa bertemu dengan nya lagi,tak bisa memeluk dia lagi.
Lega?Iya.Menjaaga jarak itu penting saat tau bukan saya yang dia mau.
Memutuskan untuk pergi aaat audah sejauh ini ya berat tapi harus**.
"Jaga diri baik-baik ya sayang,sampai sana langsung kabarin Bunda ya." Ujar Diana mengantar kepergian Fara.
"Iya Bun," Memeluk erat Diana.
"Aku janji,nanti aku sama Agil pasti nyusul kamu kesana." Ucap Gendhis dengan isak tangis.
"Iya,aku tunggu ya." sambil mengusap Air mata Gendhis." Jangan nangis lagi oke."
Fara menghampiri Agil dan memeluk ersr tubuh nya. "Terima kasih untuk semua nya." Ucap Fara dengan sesak yang seolah akan membunuhnya.
Agil hanya bisa diam mematung mengantar kepergian Fara,hanya bisa melihat punggung Fara ysng semakin lama semakin menghilang.
__ADS_1
"Semoga jalan yang aku ambil benar ya Allah. "Ucap Fara.
"Kak Fara." Panggil seorang gadis cantik.