Suami Persinggahan

Suami Persinggahan
BAB 10_Tawanan Indra


__ADS_3

"Drrrrrt drrrrrt" getaran ponsel Rayhan yang diiringi alunan nada lagu.


Ia pun mengangkat panggilan masuk itu, "Halo Mor? Ada apa?"


"Gue punya info tentang Flora Ray. Lo ke tempat gue sekarang ya?" ucap Morgan, sahabatnya.


...****************...


( Rumah Morgan )


"Gimana Mor?" tanya Rayhan penasaran.


"Liat, itu Flora kan? Gambar ini gue dapetin dari salah satu CCTV di Kabupaten. Kalo gadis dalam gambar itu benar Flora. Apa yang bakal kamu lakukan selanjutnya.


"Dari belakang, gadis dalam foto ini emang mirip banget sama Flora. Tapi baju yang dipakai bukan baju Flora Mor." Ucap Rayhan yakin.


"Ya syukurlah kalo gadis ini bukan Flora. Karena dalam foto ini si gadis megang erat tangan pria itu. Khawatirnya mereka adalah sepasang kekasih." Sahut Morgan.


"Walaupun benar dalam foto itu adalah Flora. Namun sangat kecil kemungkinan bahwa mereka adalah sepasang kekasih." Sambung Rayhan.


"Flo, kamu dimana sayang. Kapan kau kembali?" kesah Rayhan sedih.


...****************...

__ADS_1


( Kamar Flora - Rumah Indra )


Lisa membawa begitu banyak tote bag kertas yang beraneka warna. Ia menyimpan semua tote bag itu diatas ranjang Flora. Flora yang melihatnya pun merasa heran dengan semua benda-benda itu.


"Semua ini apa Lisa?" tanya Flora bingung.


"Tuan Indra yang membeli semua ini Nyonya. Semua ini beliau hadiahkan untuk anda. Apakah Nyonya ingin melihatnya." ucap pelayan itu.


"Tidak perlu mba." Sahut Flora muram.


Terdengar suara sambungan telepon rumah di kamar Flora. Lisa lalu mengangkat telfon itu.


"Baik Tuan." Ucap Lisa lalu memutuskan panggilan telfon itu.


"Berangkat? Memangnya kemana kita akan pergi? Dan dimana Indra?" sahut Flora penasaran.


"Kita akan pergi ke rumah pribadiku Flora. Disana merupakan tempat yang aman untukmu." Ucap Indra.


Entah sejak kapan, Indra sudah berada dalam kamar itu. Ia lalu berjalan mendekati Flora. Memeluk tubuh Flora dengan sangat erat.


"Diamlah.. hanya untuk beberapa saat sayang. Aku tidak akan melukai bayimu jika kau patuh." Ucap Indra yang kembali mengancam Flora.


"Lagi-lagi aku harus berkorban demi keselamatan bayiku. Ya Tuhan.. Kapankah kebahagiaan itu datang lagi?" suara hati Flora.

__ADS_1


"Aku senang bila kau selalu seperti ini. Tetaplah patuh seperti ini sayang. Aku mencintaimu." Ucap Indra yang kemudian mencium beberapa bagian leher Flora.


Disaat yang sama. Flora justru menangis tak bersuara. Namun pipinya berderai air mata. Ia benar-benar tak berdaya. Hanya bayinya lah yang selalu menjadi tujuan hidupnya.


Entah bagaimana pun banyaknya rintangan yang akan ia lalui nanti. Ia tak akan pernah berhenti berjuang demi keselamatan bayinya.


Indra lalu mencium bibir ranum bumil itu. Ia pun menyesapnya. Menikmati rasa bibir itu. Sampai sebuah hasratnya kian memuncak. Ia berharap lebih dari itu.


Sangat ingin menikmati rasa sang pujaan hatinya. Namun matanya terbelalak, terkejut, saat ia melihat wajah gadis yang ia cintai itu telah berurai air mata. Dengan cepat ia menjauh dari tubuh Flora.


"Maafkan aku Flora." Ucapnya dengan suara lirih yang menahan hasrat besarnya itu.


Indra lalu mengecup kening sang pujaan hati. Dan berbalik pergi meninggalkan Flora sendiri.


Tubuh Flora lemas, ia bersandar ke dinding. Dan perlahan tubuh itu luruh ke lantai. Semakin terisak ia menangis. Semakin sesak hatinya.


Memikirkan perjuangan hidupnya tanpa suami tercinta, namun harus hidup dengan suami yang sama sekali tak peduli padanya. Dan sekarang ia bersama dengan pembunuh suaminya. Menjadi tawanan pria itu.


Walaupun pembunuh itu begitu sangat menyayanginya, namun hati Flora tetap sakit bila selalu berada didekatnya.


Flora, andai kau tahu, bahwa selama ini Rayhan mu masih bernafas di dunia. Mungkin sekarang kisah hidupmu tak akan setragis ini.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2