Suami Persinggahan

Suami Persinggahan
BAB 8_Ketulusan Hati Indra


__ADS_3

( Rumah Rayhan - Semarang )


Rayhan membaringkan tubuhnya diatas ranjang kamarnya. Matanya menatap langit-langit kamar itu. Namun otaknya memutar semua kilasan momen yang telah ia lalui dengan Flora.


"Kamu dimana sayang? Ini kamar kita sekarang. Aku sangat merindukanmu Flora" Lirih Rayhan dengan menitikkan air mata.


Lama. Rayhan membayangkan wajah cantik sang istri. Setiap malamnya kini menjadi sepi. Tak ada lagi canda tawa sebelum tidur seperti biasanya. Ia frustasi dengan keadaan ini.


Separuh nafasnya hilang. Setengah jiwanya melayang. Setengahnya itu pergi entah kemana bersama Flora. Hanya sebuah raganya yang ada.


oIa putar lagu-lagu melow favoritnya bersama Flora. Kembali membangkitkan kenangan manisnya bersama Flora. Saat bernyanyi bersama, dengan Rayhan yang memainkan gitarnya.


Ia tersenyum bahagia. Kembali melihat wajah sang istri di langit-langit kamarnya. Ikut tersenyum bahagia melihatnya. Begitu lama. Sampai mata itu lelah. Dan terpejam.


...****************...


( Rumah Sakha - Kota Cirebon )


Riska terkejut melihat ada beberapa perlengkapan bayi di meja ruang tengah. Ia lalu penasaran dan menghampiri meja itu.


"Baju bayi? Buat siapa ya? Kenapa sebanyak ini?" tanya Riska heran pada diri sendiri.


"Riska sayaaang. Oh cantik, kamu apa kabar? Tante kangen banget sama kamu. Kenapa kamu jarang mampir sayang?" sapa mamah Sakha manis pada Riska.


"Ah maaf tante. Aku belakangan ini sibuk sama proyek baru. Tapi bareng Sakha terus loh tan. Hehee." Sahut Riska lembut.


"Syukurlah kalau kalian masih sering bertemu. Tante senang mendengarnya." Sahut mamah Sakha.


"Iya tan. Oh ya tan, semua perlengkapan bayi itu milik siapa tan? Emang di rumah ini ada yang hamil ya?" tanya Riska penasaran.


"Ah itu. Semua itu milik pembantu baru tante sayang. Dia lagi hamil, suaminya kebetulan sedang merantau ke Kalimantan." Jawab mamah Sakha.


"Loh tan, emang dia masih kerja? Dia kan hamil tan, tante biarin dia kerja?" tanya Riska kaget.


"Ya nggak dong sayang. Tante kasian sama dia. Suaminya kan nggak ada. Jadi tante ajak dia tinggal disini selama suaminya belum kembali. Karena dia yatim piatu disini." Ucap mamah Sakha yang berakting sedih.


...****************...


( Rumah Indra - Kabupaten Cirebon )

__ADS_1


Beberapa jam sudah ia memperhatikan gadis pujaan hatinya. Namun ia tak berani melakukan apapun pada gadis itu. Karena saat ini sang gadis masih tak sadarkan diri. Ia hanya berani memeluk dan mencium gadis itu, saat gadis itu sadar.


Walaupun sangat ingin ia menyentuh gadis itu. Merengkuh mesra tubuh gadis itu dalam kungkungannya. Merasakan nikmatnya rasa gadis itu. Namun rasa cinta dan kasih sayangnya pada gadis itu beribu-ribu kali lipat jauh lebih besar dari hasrat sesaatnya itu.


Ia tulus menyayangi gadis itu sejak dulu. Bahkan ia rela mengorbankan apapun demi sang pujaan hatinya itu. Asalkan bisa membuat hati sang pujaannya bahagia.


Namun kejadian terakhir sungguh sangat menyiksa hatinya. Mengganggu di setiap waktu kosongnya. Merasakan sakit dan penyesalan yang tiada hentinya.


...****************...


***Flashback On,


( Rumah Tua Pinggir Kota - Markas Indra )


"Gue tau Ndra, dari dulu lo udah cinta mati kan sama Flora. Harusnya dulu lo terima tawaran gue buat gagalin pernikahan mereka Ndra." Ucap Lusi kesal.


Indra santai mendengarkan ocehan Lusi dengan sesekali mengisap rokok dari celah jarinya. Sebenarnya ia sudah muak dengan wanita itu. Namun demi mengetahui rencana buruknya pada Flora. Ia terpaksa harus bersekutu dengannya.


"Terus sekarang mau lo gimana?" tanya Indra santai yang asik mengisap rokoknya.


"Ndra lo masih tanya mau gue apa? Hello. come on Ndra. Lo nggak pengen milikin Flora lo itu. Hah?" ucap Lusi ketus.


"Indraaa! Ayolah Ndra. Bantu gue. Bantu gue buat ngebunuh Rayhan dari pikiran Flora." Lusi lalu membisikkan sesuatu pada Indra.


"Oke. Gue mau uang di muka." Jawab Indra tanpa basa basi.


"Hah? Uang? Ndra kita ini sekutu, gue bukan nyewa lo Ndra!" teriak Lusi kesal.


"Gue emang sayang sama Flora. Gue pengen Flora bahagia. Tapi lo berani ngatur gue. Dan keinginan lo itu bisa membuat hati Flora sangat hancur. Lo harus tukar dengan harga yang sangat mahal untuk dapetin kehancuran Flora. Lo tau, bahkan gue nggak bisa ngebunuh Rayhan, karena Flora sangat mencintai cowo itu." Ucap Indra pilu.


"Heuh. Itu karena cinta lo yang lemah Ndra. Oke. Berapa yang lo mau?" tanya Lusi tanpa bla bla lagi.


"200milyar!" ucap Indra tak tanggung-tanggung.


"What? Two hundred billion? Are you crazy?" ucap Lusi kesal.


"Up to you. I don't care." Sahut Indra tenang.


"Aaaaarrrrggghh.. Sialan lo Ndra. Oke. Mana rekening lo." Ucap Lusi kesal yang mengalah karena keadaan.

__ADS_1


"Mereka berdua yang akan jadi pion. Beri mereka masing-masing 100juta cash saat kerjaan mereka beres." Ucap Indra tanpa rasa bersalah.


"Ndra lo-- , iiiiiih. Oke. Gue bakal siapin buat mereka nanti. Tapi awas ya kalo lo sampe gagal! " ucap Lusi sangat kesal.


"Heh! Apa yang perlu gue takutin dari cewe bodoh kayak lo. Lusi-Lusi, andai lo tuh miskin, mungkin udah gue abisin dari dulu." Suara hati Indra.


***Flashback Off.


...****************...


Indra membuang nafasnya kasar saat mengingat hal bodoh yang ia lakukan dengan Lusi dulu. Bukan karena melupakan jumlah nominal uang. Namun karena sakit di hatinya yang melihat menderitanya hidup sang kekasih karena ulahnya sendiri.


"Maafin aku ya Flo. Setelah ini aku janji bakal lebih jagain kamu dan bayi kamu. Untuk sekarang, kamu tinggal di sini dulu ya Flo. Bila perlu, aku bakal siapin rumah baru buat kamu dan anak kamu Flo. Aku nggak bisa ngasih yang lebih dari itu Flo. Aku tau, saat ini kamu sangat membutuhkan Rayhan. Tapi Flo, aku juga selalu butuh kamu." Ucap Indra pilu.


...****************...


***Flashback On


( Kursi Taman Sekolah - Jaman SMA )


Indra sangat khusyuk memperhatikan Flora dari balik pohon dekat kantin. Saat itu Flora sedang bernyanyi berdua bersama kekasihnya, Rayhan.


Mereka sangat mesra. Tersenyum bahagia bersama. Membuat semua mata tersentuh dengan keromantisan mereka. Namun tak sedikit yang merasa iri pun ada.


Di mata Indra, hanya fokus melihat senyum manis bahagia pujaan hatinya itu. Entah mengapa ia tak pernah merasa benci sedikit pun dengan orang di sebelah Flora. Ataupun dengan semua orang yang merebut perhatian Flora darinya.


Yang ia inginkan hanya Flora bahagia. Walaupun bukan dengan tubuhnya Flora berlabuh. Namun itu cukup, selama senyum dari pujaan hatinya itu bisa selalu ia lihat.


"Eh cupu ngapain lo liatin Flora? Lo nggak liat dia udah punya Rayhan. Mau saingan lo sama Rayhan yang ganteng itu. Dia bintang sekolah woy. Nah lo apa? Njirr. Cowo cupu kaya lo mana masuk dalem daftar Flora. Ckckckck. Noh liat. Siska yang jelek burik aja mana mau sama lo. Hahahaa." Ledek teman-teman Indra.


***Flashback Off.


...****************...


( Kamar Indra - Kabupaten Cirebon )


"Liat aku Flo. Aku udah nggak cupu lagi." Ucap Indra tersenyum pada Flora yang masih terlelap.


"Dimana ini?" suara lemas Flora.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2