
"Flora?!" ucapnya lemas saat melihatku datang.
Aku lalu duduk di sampingnya. Farhan pun segera keluar meninggalkan kami. Sedangkan Mas Indra, ia berdiri di luar ruangan, tepat dibalik pintu.
Dari tempatnya itu, cukup terdengar jelas obrolanku dengan Rayhan.
"Flora." Ucap Rayhan lagi.
"Ray, syukurlah kamu sudah sadar? Bagaimana keadaanmu sekarang?" ucapku padanya.
"Aku merasa lebih baik Flo. Kamu semakin cantik Flora. Aku senang bisa melihatmu lagi. Bagaimana kabar anak kita sekarang?" sahutnya lemas.
Aku tersenyum mendengar ucapannya. "Anak kita tumbuh dengan sehat Ray. Sekarang dia sudah berumur 6 bulan. Dia sudah mulai makan.
Aku juga senang Ray bisa melihatmu lagi, selama ini -- aku mengira -- kau benar-benar telah meninggal, maafkan aku Ray, aku --- " ucapku terpotong karena ucapannya.
"Ambillah Flora. Ini milikmu." Ucapnya padaku dengan memberikan sebuah kotak hadiah berwarna merah muda yang cukup besar.
Aku pun mengambil kotak itu. Dan menoleh padanya. Dia pun berucap, "Buka saja Flo. Semua benda yang ada di dalamnya itu milikmu. Maaf, selama ini aku yang menyimpannya."
Aku lalu membuka kotak hadiah itu. Aku terkejut saat melihat semua benda yang ada di dalam kotak itu.
Ada sebuah jepit rambut kupu-kupu yang hinggap disekuntum bunga, jepit rambut kembar yang berhiaskan batu berlian kupu-kupu, jepit rambut berbentuk hati dan jepit rambut berbentuk bunga.
Ada juga beberapa ikat rambut dengan berbagai warna dan hiasan yang berbeda.
Juga beberapa gantungan ponsel dengan bentuk huruf, inisial namaku, bentuk boneka, bentuk hati dan bentuk bunga.
Ada juga sebuah kalung emas putih yang berliontinkan namaku. Dan ada sebuah cincin emas yang berhiaskan satu permata dengan ukiran love dan bunga.
Tak ketinggalan, sebuah gelang rantai dan anting yang berhiaskan love dan bunga pun ada.
Beberapa lukisan wajahku pun melengkapi isi kotak itu. Dengan beberapa lembar foto cantikku yang sudah Indra edit dengan sedemikian rupa.
Juga terdapat beberapa lembar kertas yang bertuliskan puisi-puisi indah.
Di sudut kotak, terdapat juga sebuah ponsel bermerk buah yang tergigit, keluaran terbaru tahun itu. Yang berwallpaperkan fotoku dengan Indra.
Di dalam ponsel itu terdapat ribuan fotoku dan puluhan video Indra yang sedang menyanyikan sebuah lagu sambil memainkan sebuah gitar.
Aku terkejut melihat semua benda itu. Dari tahun yang tertera dalam beberapa video dan beberapa puisi serta lukisan itu, menandakan bahwa semua benda itu sudah ada sejak aku SMA.
"Mas Indra? Semua ini --- " ucapku kembali terpotong karena ucapan Rayhan.
"Semua itu dari Indra Flo. Aku sengaja menyimpannya. Tadinya aku berniat untuk mengembalikan semua benda itu padanya.
Namun dia tak datang menemuiku. Lalu beberapa menit setelahnya, aku baru tahu kalau Indra pergi keluar negeri.
Semua benda itu aku dapatkan setiap hari dari atas meja sekolahmu saat SMA dulu. Setiap pagi Indra akan menaruh sebuah hadiah untukmu.
Karena itu, setiap pagi aku selalu datang lebih awal ke sekolah. Untuk mengambil hadiah darinya itu.
__ADS_1
Selain semua benda itu, masih banyak beberapa buket bunga dan beberapa makanan dan minuman yang Indra beri.
Namun semua makanan dan minuman itu selalu aku habiskan.
Beberapa benda itu, kamu sudah mengetahuinya kan Flo. Karena beberapa bulan sebelum kelulusan sekolah, Indra tidak lagi menaruh kotak hadiah diatas meja sekolahmu.
Saat itu, ia dengan berani memberikan hadiah-hadiah itu secara langsung padamu. Karena ia tahu, bahwa semua hadiah yang ia berikan untukmu selalu aku yang menerimanya.
Aku tak pernah marah padanya Flo. Karena aku menghargai perasaannya. Namun sering kali aku menasehatinya untuk berhenti mengagumimu. Tapi ia tak pernah melakukan itu, malah sampai saat ini, dia masih mencintaimu kan?
***Flashback On
( Masa SMA )
Rayhan menarik salah satu tangan Indra dan membawanya ke halaman belakang sekolah. Ia lalu melepas tangan itu setelah sampai dibawah sebuah pohon yang cukup besar.
"Ada apa Ray? Kenapa kamu membawaku kesini?" ucap Indra padanya.
"Ada apa? Heuh. Astaga Indraa. Aku sudah berkali-kali menasehati kamu, tolong berhenti mengharapkan Flora. Flora tak akan membalas cintamu Ndra.
Flora hanya mencintaiku Ndra. Kita akan menikah saat lulus kuliah nanti. Jadi segera lupakanlah Flora. Aku selama ini diam, karena aku menghargai perasaan kamu Ndra.
Tapi ini sudah terlalu lama. Sampai kapan kamu akan seperti ini? Berhenti Ndra. Kamu hanya membuang-buang waktu dan uangmu saja.
Nanti malam, temui aku di Taman Kota. Ada sesuatu yang ingin aku berikan padamu. Kamu berhak bahagia Ndra. Walaupun bukan dengan Flora." Ucap Rayhan lalu menepuk salah satu pundak Indra.
"Aku tak pernah menyesali keputusanku Ray. Aku hanya mencintai Flora. Tunggu saja. Suatu saat, aku pasti bisa mengambilnya darimu Ray." Seru Indra dalam hatinya.
( Taman Kota )
Rayhan pun bergegas memasuki mobilnya. Saat hendak menjalankan mesin mobilnya, Rayhan mendapat sebuah chat dari Indra.
"Aku pergi ke luar negeri. Titip Flora. Jaga dia, sayangi dia dan lindungi dia dengan nyawamu Ray. Suatu saat aku akan kembali untuk memperjuangkan Flora lagi.
Karena sampai kapanpun, aku akan selalu mencintai Flora. Tenang saja, aku tidak akan curang." Isi pesan chat dari Indra.
"Cih. Dia pikir dia siapa? Dasar keras kepala!" sahut Rayhan setelah membaca pesan dari Indra.
( Sekolah )
"Heh cewe gatel, semua ini pasti karena lo kan? Gara-gara lo, Indra pergi tau nggak. Gue udah sering bilang ya, JANGAN PERNAH GODAIN INDRA, DIA ITU TUNANGAN GUE. Paham nggak sih lo?! Kesel gue lama-lama. Emang dasar ya lo tuh ---- " Teriak Natalia terpotong karena teriakan Rayhan.
"Cukup Nat, jangan ganggu Flora. Kamu ini kenapa sih? Semua orang juga tahu, selama ini, Indra sendiri yang selalu deketin Flora.
Aku udah berkali-kali ya, nasehatin dia buat jauhin Flora. Tapi dia itu emang keras kepala. Kalau kamu mau marah.
Marah sana sama Indra. Jangan kamu limpahkan semuanya sama Flora. Makanya jadi cewe tuh kelakuannya yang baik dan sopan. Jangan cuma modal muka dan uang doang." Teriak Rayhan membelaku.
Aku hanya terdiam mendengar teriakan mereka. Karena aku memang tak suka pertikaian. Lalu Rayhan menarik salah satu tanganku dan hendak meninggalkan mereka.
Langkahnya melambat saat berada disamping Natalia. "Denger ya, ini peringatan terakhir. Aku masih punya rahasia kamu. Ingat itu!" ucap Rayhan pelan padanya.
"Dasar cewe aneh." Umpat Rayhan yang masih kesal.
__ADS_1
"Rahasia apa yang kamu punya tentangnya Ray?" tanyaku menyelidik.
Rayhan pun menceritakan semua rahasia yang ia tahu tentang Natalia padaku.
***Flashback Off
"Aku sudah mengetahui semuanya Flora. Farhan sudah menceritakannya. Aku tidak menyalahkanmu Flo. Aku juga tidak akan memaksamu untuk kembali padaku.
Maafkan aku Flo, selama kita tak bersama, aku terpaksa menikahi Lusi. Dia menjebakku dengan berpura-pura mengandung anakku.
Namun cintaku masih selalu untukmu Flo. Tapi kau tenang saja. Kau tetap bisa bersamanya.
Aku tahu bagaimana cinta Indra untukmu Flo. Bahkan aku sering merasa iri padanya. Dia tak seperti kebanyakan pria lainnya, dia selalu mencintaimu dengan tulus Flo.
Saat ini kau pun telah mencintainya bukan? Tidak apa-apa Flo. Aku tak menyalahkanmu. Aku tenang karena pria itu Indra." Ucapnya lembut padaku.
Aku pun menangis mendengar ucapannya. Aku tak tahu harus berkata apa.
"Sudah Flo, jangan menangis. Aku merestui kalian berdua. Semoga kalian bahagia selamanya. Indra lebih bisa diandalkan untuk melindungimu Flora." Ucapnya lagi padaku.
Indra lalu masuk dan langsung menghampiri kami. Rayhan tersenyum melihat kedatangannya. Ia pun berucap, "Indra! Apa sejak tadi kau disana?"
Aku terkejut dan langsung menoleh kearah Indra. Ia lalu duduk di samping Rayhan. Ia pun tersenyum saat menatapku.
Ia lalu menatap Rayhan dan berucap, "Maaf Ray, aku tak sengaja mendengar ucapanmu tadi. Aku benar-benar terharu mendengarnya. Apa kita bisa menjadi sahabat Ray?"
Rayhan tersenyum menatapnya dan menatapku. Ia lalu berucap, "Tentu saja Ndra. Tapi setelah istrimu itu berhenti menangis dan tersenyum."
Seketika aku menoleh kearahnya. Aku justru semakin terisak. Rayhan lalu memberi kode pada Indra untuk menenangkanku.
Indra pun menghampiriku dan memeluk tubuhku. Ia lalu berucap, "Sudah jangan menangis lagi sayang. Apa kau tidak dengar apa yang Rayhan katakan. Dia merestui kita. Jadi tersenyumlah.
Apa kau tidak ingin aku bersahabat dengannya, hm?"
Aku pun mengangguk dan tersenyum. Aku lalu berucap, "Terimakasih Ray."
( Rumah Lama Indra )
"Hei temuilah Rhefan dulu sayaang. Kau bisa melihatnya nanti. Bukankah sejak dari rumah sakit, kau terus melihat semua benda itu." Ucap Mas Indra gemas padaku.
"Ya ampun, jahat sekali aku, ini pertama kalinya aku melupakan Rhefan saat aku baru sampai rumah Mas. Rhefan maafkan mamah nak. Aku temui Rhefan dulu Mas." Sahutku padanya sedih.
Terdengar suara lagu dari ponsel Indra. Ekspresinya terlihat malas saat melihat nama pada layar ponselnya itu. Ia pun berucap, "Heuh, mau apa lagi sih wanita ini? Mengganggu sekali!" ia pun terpaksa mengangkat panggilan itu.
"Indraaaa lama banget sih angkatnya!? Aku kan kangeeen. Kamu lagi dimana sih Ndra? Mami Papi dan orang tua aku mau ketemu kamu. Mereka mau membahas kelanjutan perjodohan kita sayang." Ucap Natalia padanya.
"Kelanjutan perjodohan apa sih Nat, aku sudah membatalkan pertunangan itu sejak lama. Sudahlah aku malas berdebat denganmu. Jangan ganggu aku Nat. Aku sudah menikah." Sahutnya pada Natalia.
"Menikah? Jangan bercanda kamu Ndra. Di dunia ini. Hanya aku yang boleh menikahimu." Ucapnya kesal.
𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰...
𝕄𝕒𝕞𝕡𝕚𝕣 𝕕𝕚𝕜𝕒𝕣𝕪𝕒 𝔸𝕦𝕥𝕙𝕠𝕣 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕝𝕒𝕚𝕟 𝕪𝕒 𝕘𝕦𝕪𝕤 🙏☺🌸
__ADS_1