Suami Persinggahan

Suami Persinggahan
BAB 12_Berita Tentang Flora


__ADS_3

"Flo, ijinkan aku untuk merasakan menjadi suamimu. Walaupun cuma hanya status. Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia. Sampai waktunya tiba, bila Rayhan mu itu telah lolos dari ujianku. Maka akan ku satukan lagi kalian berdua." Ucap Indra lirih penuh kasih sayang.


Indra melihat sebuah berita di internet yang saat ini sedang ramai di perbincangan orang-orang. Ia sedikit terkejut membaca isi berita itu.


"Flora diisukan berselingkuh? Wanita itu, benar-benar cari mati." Ucap Indra pada diri sendiri.


Indra merogoh saku jaketnya untuk mengambil ponselnya. Ia lalu menelfon salah satu bawahannya.


"Bagaimana? Apa yang dia lalukan?" ucap Indra setelah seseorang mengangkat telfonnya.


"Dia tampak frustasi Tuan. Saat ini dia masih berada di Semarang. Dan hendak kembali untuk menemui wanita itu." Sahut bawahan Indra.


...****************...


( Kamar Flora - Rumah Indra )


Flora kembali terkejut saat ia membuka matanya. Ia kembali mendengus kesal meratapi nasibnya itu. "Hemmft, kenapa selalu seperti ini saat aku membuka mata? Ini pasti dirumah Indra"


Flora malas untuk bangun, ia pun kembali menutupi wajahnya dengan selimut. Kembali terpejam.


"Sampai kapan kau akan bersembunyi dibalik selimut itu sayang? Bangun dan makanlah sesuatu. Pagi ini apa yang ingin kau makan? Apapun itu akan ku carikan untukmu." Ucap Indra sambil mengaduk segelas susu cokelat khusus ibu hamil.

__ADS_1


Ia lalu membawa segelas susu itu dan menyimpannya diatas meja kecil yang terletak disamping ranjang. Indra pun duduk disamping Flora. Ia memandang sendu tubuh kekasihnya yang berbalut selimut itu. "Berilah sesuatu untuk makhluk bernyawa yang ada dalam perutmu itu. Aku tidak peduli kau ingin makan atau tidak, aku hanya ingin makhluk mungil itu tumbuh dengan sehat."


Indra pun bangkit dan segera pergi meninggalkan Flora sendiri dalam kamar itu. Flora pun membuka sedikit bagian selimut yang menutupi wajahnya, ia hanya memandangi punggung pria itu yang berlalu meninggalkannya.


"Hiks..hiks Aku tidak mau disini. Ray mengapa kau tak membawaku Ray?" ucap Flora terisak.


Flora pun memegang perutnya. Ia elus-elus perut yang sudah sangat buncit itu. Kakinya ia turunkan dari ranjang itu, ia lalu mengambil makanan yang ada diatas meja dan memakannya. Sampai habis tak tersisa. Begitupun dengan susu cokelat buatan Indra. Gelas itu dalam sekejap bersih tanpa cairan sedikitpun.


Dari jauh, Indra tersenyum senang memperhatikan pujaan hatinya itu. Ia selalu bahagia saat Flora merasa bahagia.


"Aku akan berusaha untuk selalu membuatmu bahagia Flo. Aku tidak akan pernah melepaskanmu dan membiarkan hidupmu menderita lagi. Bila orang itu bukan aku, maka orang itu harus benar-benar mencintaimu lebih banyak, dari banyaknya cintaku padamu." Suara hati Indra.


...****************...


Rayhan melihat sebuah berita terbaru tentang istrinya yang tiba-tiba menjadi topik pembicaraan diberbagai media sosial dan disetiap acara TV.


Ia melihat beberapa foto mesra Flora bersama dengan seorang pria, dan yang jelas itu bukan dirinya. Karena pria itu jauh lebih tinggi darinya. Namun hanya tubuh bagian belakang pria itu yang terekspos kamera.


"Flora, bagaimana bisa jadi seperti ini? Mor, siapa yang membuat berita ini?" tanya Rayhan dengan hati yang kacau.


"Dari hasil pengamatan gue, foto ini 100% asli Ray. Cuma gue masih nggak percaya, kalau wanita dalam foto itu benar-benar Flora. Semua ini, mungkin berhubungan sama Lusi. Karena gue udah cek semua data dan aktivitas orang yang nyebarin berita ini. Banyak transaksi ke rekeningnya yang berasal dari Lusi. Lo bisa tanya Lusi, buat konfirmasi kebenaran foto itu Ray. Tapi mengingat tentang bagaimana Lusi selama ini yang selalu berusaha buat dapetin hati lo, bisa jadi semua foto itu hasil sabotasenya."

__ADS_1


Rayhan menjadi semakin gelisah saat mengingat kembali percakapannya dengan Morgan. Selama perjalanannya itu, pikirannya semakin kacau tak karuan. Ia tak percaya bahwa selama ini sang istri selingkuh darinya. Bahkan pada berita itu tertulis bahwa Flora telah menikah dengan seorang pria yang dicintainya. Hal itu membuat Rayhan semakin sangat geram.


"Flo, jangan seperti ini. Aku sangat yakin bahwa kau hanya mencintaiku. Berita ini pasti tak benar." Ucap Rayhan yang hatinya semakin tak karuan.


...****************...


( Rumah Lusi )


"Tok.. Tok.. Tok." Suara ketukan pintu yang terdengar keras dari luar rumah Lusi.


Lusi terkejut dan bahagia melihat seseorang yang saat ini ada di hadapannya, "Rayhan! Kamu kok nggak ngabarin aku dulu si kalo mau kesini. Kalo aku tau, aku bakal masakin sesuatu buat kamu."


Rayhan tak mempedulikan ucapan Lusi, ia langsung memberikan beberapa lembar kertas pada wanita itu.


"Apa ini Ray?" ucap Lusi penasaran.


"Harusnya gue yang nanya itu sama lo, apa semua ini Lus? Maksud lo apa, hah?" sahut Rayhan geram.


Lusi melihat catatan transaksi keuangannya yang beberapa kali telah mentransfer sejumlah uang ke rekening seseorang. Ia pun melihat kertas berisi laman berita tentang Flora. Dan identitas lelaki yang sudah menyebarkan berita tentang Flora itu.


Lusi tersenyum getir menatap lembaran kertas itu, "Ray, aku cuma mau bantuin kamu Ray. Bantu kamu biar bisa lepas dari pengaruh buruk wanita ****** itu. Kamu lihat Ray, dia bahkan nggak cinta sama kamu. Dia udah nikah sama kamu, tapi dia malah nikah sama cowo lain dan mempublikasikan pernikahannya pada publik. Apa pantas seorang istri seperti itu pada suaminya? Aku yakin dia cuma manfaatin kamu Ray."

__ADS_1


"Ini urusan keluarga gue. Lo nggak berhak ikut campur. Dimana Flora sekarang?" ucap Rayhan kasar.


𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰..........


__ADS_2