
Indra terkejut dan marah mendengar laporan dari anak buahnya itu. "Apa katamu? Flora diperlakukan seperti babu oleh mereka? Lalu apa yang dilakukan oleh si keparat itu?"
"Iya Tuan. Saat ini mata-mata kita sedang menyelidiki suami Nona. Terakhir aku mendapat laporan bahwa Sakha pergi dengan seorang gadis keluar kota." Lanjut laporan bawahan Indra.
"Beraninya keparat itu!"
ucap Indra geram dengan mengepalkan tangannya.
...****************...
***Mode Flashback On
Flora lalu memberanikan diri. Ia nekat. Karena ingin cepat pergi dari tempat itu. Ia naik ke jendela itu dan turun ke balkon. Ia mengikat tali tambang ya ia temukan di salah satu laci kamar itu di pinggiran balkon. Ia lalu bergantungan turun dari balkon itu. Berharap Indra tidak melihat aksi kaburnya. Namun naas, saat beberapa meter lagi sampai di bawah, Indra melihat aksi Flora. Dan sontak membuat Flora panik. Sehingga ia sedikit tak konsen memegang tali itu dan....
"Aaaaaarrrrrggghh" Flora terjatuh kebawah.
"Hap" sebuah tangan kekar menangkap tubuh Flora yang hampir jatuh ke tanah.
Flora terkejut dan memandangi wajah pria itu.
"Hah? Flora? Kamu Flora kan? Kamu nggakpapa? Kenapa bisa terjun dari atas?" cecar pria itu yang masih menggendong Flora.
Freya terdiam memandang pria itu. Ia benar-benar tak mengenal pria yang saat ini menggendongnya.
"Maaf anda siapa?" tanya Flora.
Pria itu menurunkan tubuh Flora perlahan. Lalu ia mengulurkan tangannya pada Flora.
"Kenalin aku Sakha, fans berat kamu. Hehee." Ucap Sakha lalu tersenyum.
Flora menyambut uluran tangan lelakinya itu. "Ya aku Flora. Terimakasih ya Kha udah nolongin aku. Kalo nggak ada kamu, mungkin sekarang aku udah dibawa kerumah sakit."
Flora lalu teringat pada Indra. Ia panik dan langsung menarik tangan Sakha untuk berlari bersamanya. Menjauhi tempat itu.
"Ehh tunggu Flo. Ada apa? Memang siapa yang mengejar kita?" tanya Sakha.
"Seorang penjahat yang sangat berbahaya. Kita harus cepat. Jangan sampai penjahat itu menangkap kita." Jawab Flora.
"Hah? Penjahat? Astaga. Yaudah kamu ikut aku aja ya. Kesana! Ayo. Mobil aku disana. Kita pergi dari sini naik mobil aja." Ajak Sakha.
"Oke. Tapi aku pasti merepotkanmu." Ucap Flora.
"Itu bukan masalah. Tenang aja. Ayo." Sahut Sakha yang ikut berlari bersama Flora.
Mereka berhenti dibawah sebuah pohon saat mereka yakin bahwa situasinya sudah aman.
"Alhamdulillah akhirnya aku bisa terbebas dari iblis itu. Heuuft." Ucap Flora pada diri sendiri.
Flora pun tiba-tiba menangis saat mengingat kembali kejadian yang dialami oleh pria yang mirip suaminya itu.
"Hiks.. hikss. hikss...."
__ADS_1
"Kamu kenapa Flora? Kok nangis?" tanya Sakha perhatian.
"Penjahat itu... dia udah ngebunuh suami aku. Hiks.. hikss.... " ucap Flora sambil terisak.
"Hah? ngebunuh? Ya ampun serem banget si Flo? Apa kita perlu lapor polisi aja Flo?" ucap Sakha.
"Jangan Kha, nggak perlu buat sekarang. Aku bisa bebas dari dia aja udah cukup Kha. Sekarang aku belum punya bukti kejahatannya. Percuma kalo lapor polisi juga. Yang ada, nanti dia malah semakin ganggu hidup aku." Sahut Flora.
"Ya udah. Nanti aku bantu kamu buat cari bukti kejahatan penjahat itu ya. Sekarang kita cari makan aja dulu. Kamu pasti laper kan?" ucap Sakha.
"Iya Kha. Makasih banyak ya." Ucap Flora tersenyum.
***Mode Flashback Off
...****************...
Flora kembali mengingat memori tentang pertemuan pertamanya dengan Sakha.
Sampai sekarang ia masih tidak menyangka, mengapa dulu ia begitu polos dan mudah percaya dengan kata-kata Sakha.
Mungkin karena hatinya yang terlalu sakit karena kejadian yang menimpa suami pertamanya itu. Maka hatinya sangat butuh perlindungan dari seorang pria.
Apalagi saat itu, Indra teman Sekolah Dasar yang sangat tergila-gila padanya itu sangat ingin memilikinya.
...****************...
***Mode Flashback On
( Rumah Orangtua Rayhan )
"Maaf Tuan, Nona Flora pergi . Ia pergi dengan pria lain Tuan. Saya melihat sendiri, mereka bermesraan dibelakang Tuan Muda Tuan" Ucap Melati
"Apa katamu? Flora pergi dengan pria lain? Hah? Itu mustahil mba. Jaga ucapanmu itu mba, Flora tidak mungkin mengkhianati Rayhan. Aku tahu, dia hanya mencintai putraku seorang mba." Ucap papaah Rahyan.
"Maaf Tuan sebelumnya, saya memang selalu berfikir seperti itu. Tapi setelah Tuan melihat ini, mungkin Tuan akan berubah fikiran." Ucap Melati menunjukkan beberapa foto dan video Flora palsu pada papah Rayhan.
"Ya ampun Flora. Bagaimana bisa dia melakukan itu dengan pria lain? Selama ini yang aku tahu ia sangat mencintai Rayhan. Bagaimana bisa seperti ini? Jadi selama ini dia hanya bersandiwara? Flora, tega sekali kamu Flora." Ucap papah Rayhan kecewa.
Papah Rayhan pun meminta Melati untuk mengirim foto dan video Flora padanya.
"Mba, jangan berkata apapun dulu pada Rayhan tentang Flora saat ini. Biar nanti saya yang memberitahunya saat Ray udah kembali." Ucap papah Rayhan.
"Baik Tuan saya mengerti." Sahut Melati lalu meninggalkan tempat itu.
***Mode Flashback Off
( Balkon Kamar )
Tuan Julian (ayah Rayhan) kembali mengingat percakapannya dengan Melati yang sedang membicarakan perselingkuhan menantunya.
Sampai saat ini ia belum membicarakan hal itu pada anaknya. Ia sendiri masih ragu dengan kebenaran berita itu. Pasalnya selama ini, ia sangat tahu bagaimana sifat menantunya.
__ADS_1
...****************...
( Rumah Rayhan - Semarang )
"Kenapa masih belum ada kabar dari Flora? Ini sudah hampir setahun. Kamu dimana sayang?" ucap Rayhan sedih.
Ia kembali mengingat saat-saat terbodohnya dulu.
***Mode Flashback ON
( Rumah Alm.Firman - Bali )
"Kemarin aku benar-benar tidak punya waktu untuk membuka ponsel. Apa yang terjadi pada Flora?" ucap Rayhan cemas dengan keadaan istrinya.
Ia lalu segera menelpon papahnya. Namun nomor sang papah pun sama tidak aktif. Ia lalu menelpon ke nomor telepon rumah.
"Halo, kediaman Tuan Julian disini. Ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang wanita dari seberang sana. Ya wanita itu sudah pasti Melati.
"Mel, ini aku Rayhan? Papah sama Flora ada dirumah?" ucap Rayhan penasaran.
"Aduh gimana nih? Aku harus ngomong apa sama Tuan Muda Ray? Aduuuh, mana tuan belum kembali lagi." Suara hati Melati.
"Halo, mba Mel kamu denger aku? Halo mba?" ucap Rayhan bingung.
"Ah iya Tuan Muda, maaf Tuan Muda saya tidak tahu dimana Nona Flora sekarang, tadi Nona hanya pamit untuk keluar sebentar. Kalau Tuan Besar, beliau belum kembali dari kantor Tuan." Jawab Melati.
"Keluar? Flora tidak bilang dia mau kemana mba? Aneh banget. Nggak biasanya dia seperti ini. Nomernya juga masih nggak aktif mba." Ucap Rayhan.
"Tidak Tuan Muda. Nona tidak memberitahu kemana ia akan pergi. Sepertinya ponsel Nona rusak Tuan Muda. Karena sejak tadi nomor Nona memang susah untuk dihubungi." Sahut Melati.
"Ya ampuuun Floraa. Heehhhf. Ya udah makasih ya mba." Ucap Rayhan
"Ya Tuan Muda." Sahug Melati
Panggilan telepon pun terputus.
"Ada apa Ray? Kamu kok gelisah banget si?" tanya mamah Rayhan.
"Nomer Flora masih nggak aktif mah. Tadi Ray telpon kerumah. Kata mba Mel, Flora lagi keluar sebentar. Tapi nggak tau kenapa perasaan Ray nggak enak banget mah." Ucap Rayhan.
"Loh kenapa kamu nggak telpon papah? Mungkin Flora ke minimarket sayang. Udah kamu jangan mikir yang nggak-nggak ya. HP Flora mungkin masih lowbet nak." Sahut mamah Rayhan.
"Nomer papah juga nggak aktif mah. Ya mungkin aja mah. Semoga nggak terjadi hal buruk sama Flora." Ucap Rayhan.
"Aamiin. Iya sayang, mungkin papah kamu lagi meeting kan. Udah jangan mikir yang macem-macem ya. Nanti kamu coba hubungi Flora dan papah lagi lain waktu. Siapa tahu nanti nomer mereka udah aktif kan. Ya udah mamah masuk dulu ya sayang. Mau bantu-bantu didalem." Ucap mamah Rayhan.
"Iya mah." Sahut Rayhan sambil tersenyum ringan.
"Heemmmh. Flora sayang, kamu lagi apa? Harusnya aku nggak buru-buru kesini terus ninggalin kamu gitu aja. Aku khawatir banget sama kamu. Semoga kamu baik-baik aja dan segera hubungin aku sayang." Suara hati Rayhan.
***Mode Flashback Off
__ADS_1
Air mata Rayhan pun menetes membasahi pipinya. "Floraaa. maafkan aku sayang."
Bersambung........