Suami Persinggahan

Suami Persinggahan
BAB 9_Jadi Tawanan Indra


__ADS_3

( Kamar Indra - Kabupaten Cirebon )


"Liat aku Flo. Aku udah nggak cupu lagi." Ucap Indra tersenyum pada Flora yang masih terlelap.


"Dimana ini?" suara lemas Flora.


Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan itu. Namun rumah itu tampak begitu asing untuknya.


Indra yang mendengar suara lembut Flora pun langsung beranjak menghampiri Flora.


Flora terkejut melihat pria yang saat ini ada di hadapannya, "Indra?"


Indra tersenyum melihat wajah gadis itu, "Kamu udah sadar Flo. Sorry ya tadi gue bius lo. Tapi itu aman kok buat bumil."


Flora menjadi khawatir mendengar perkataan Indra, "Kenapa kamu bawa aku kemari? Aku nggak mau nikah sama kamu Ndra."


"Jadi kamu lebih memilih menikah dengan suami playboy itu Flo?" ucap Indra kesal.


"Ndra kamu nggak usah ikut campur dalam kehidupan rumah tangga aku. Lepasin aku Ndra." Ucap Flora sedih.


"Gimana aku mau lepasin kamu Flo. Kamu seperti ini karena aku. Aku yang membuat keadaanmu jadi lebih susah. Biarkan aku selalu bersamamu Flo. Biarkan aku jagain kamu. Hanya beberapa waktu Flo. Setelahnya aku janji Flo, bakal bantu kamu untuk kembali bersama Rayhan." Suara hati Indra.

__ADS_1


Indra menarik nafasnya, dan mencoba menjadi Indra yang Flora kenal lagi, "Sayang, tenanglah, kau baru sampai bukan. Ini rumahku. Kau bahkan belum berkeliling disini. Tunggu disini, pelayan akan membawakan makanan untukmu. Jangan bodoh untuk tidak memakan makanan dariku. Ingatlah untuk menjaga kesehatan anak kita sayang. Dia juga butuh makan. Aku pergi dulu. Cup." Kecupan singkat pada puncak kepala Flora diakhir ucapan Indra.


"Cih." Dengus Flora kesal pada kelakuan Indra.


Indra berlalu meninggalkan Flora sendiri di dalam kamar itu.


"Kenapa aku bertemu dengan Indra lagi. Harusnya aku nggak pergi ke pantai waktu itu." Keluh Flora.


Lisa mengetuk pintu kamar Flora sebelum memasuki kamar itu, "Tok tok tok. Nyonya saya Lisa, saya membawa makanan dan cemilan untuk anda Nyonya."


"Ya. Masuklah." Ucap Flora sopan.


"Waaah cantik sekali kekasih Tuan Indra. Kulit wajah dan tubuhnya putih mulus cerah sempurna. Memang beda ya kalo artis terkenal. Benar-benar seperti seorang Putri. Pantas saja Tuan Indra selalu mencintainya." Suara hati Lisa.


"Tidak ada. Terimakasih Lisa." Ucap Flora sopan.


...****************...


( Rumah Orang Tua Sakha )


Mamah Sakha langsung menyapa Sakha saat ia melihat anaknya itu memasuki ruang keluarga. "Kha kamu baru pulang? Loh kamu nggak bareng Flora? Mamah kira Flora sama kamu"

__ADS_1


"Emang Flora nggak ada di rumah mah?" tanya Sakha terkejut.


"Nggak ada Kha, kemarin sore Flora keluar setelah kamu pergi. Mamah kira dia nyusul kamu." Jelas mamah Sakha.


"Aku pergi nemuin Riska mah. Nggak ngajak Flora sama sekali. Apa dia ngikutin aku ya?" ucap Sakha lalu menghubungi Flora via telfon.


Alunan nada lagu dari ponsel Flora terdengar dari ruangan itu. Sakha pun bergegas menghampiri kamar Flora. Namun kamar itu nampak kosong. Hanya alunan nada lagu itu yang semakin jelas terdengar.


"Kemana Flora. Apa dia kabur? tapi untuk apa dia kabur? jangan-jangan lelaki itu yang membawa Flora. Aaaarrgghh. Sialan." ucap Sakha kesal.


...****************...


( Rumah Rayhan - Semarang )


Rayhan masih setia memandang wajah cantik sang istri. Hari-harinya benar-benar terasa sunyi tanpa kehadiran sang pujaan hati.


"Drrrrrt drrrrrt" getaran ponsel Rayhan yang diiringi alunan nada lagu.


Ia pun mengangkat panggilan masuk itu, "Halo Mor? Ada apa?"


"Gue punya info tentang Flora Ray. Lo ke tempat gue sekarang ya?" ucap Morgan, sahabatnya.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2