Suami Persinggahan

Suami Persinggahan
BAB 13_Keberadaan Flora


__ADS_3

( Rumah Lusi )


Lusi tersenyum getir menatap lembaran kertas itu, "Ray, aku cuma mau bantuin kamu Ray. Bantu kamu biar bisa lepas dari pengaruh buruk wanita ****** itu. Kamu lihat Ray, dia bahkan nggak cinta sama kamu. Dia udah nikah sama kamu, tapi dia malah nikah sama cowo lain dan mempublikasikan pernikahannya pada publik. Apa pantas seorang istri seperti itu pada suaminya? Aku yakin dia cuma manfaatin kamu Ray."


"Ini urusan keluarga gue. Lo nggak berhak ikut campur. Dimana Flora sekarang?" ucap Rayhan kasar.


"Ray, sampai kapan pikiranmu selalu dipenuhi wanita itu? Ray, aku disini buat kamu. Kenapa kamu selalu mikirin wanita jal@ng itu? Dia nggak pantes buat kamu Ray. Aku yakin, dia hanya ingin memiliki hartamu saja Ray. Kamu sadarlah Ray?!" celoteh Lusi.


"Plaakk." tamparan keras mendarat di pipi Lusi dengan cepat.


Rayhan tak tahan mendengar ocehan wanita yang sangat memuakkan itu. Selama ini, ia diam karena ia menghormati wanita. Namun kediamannya selama ini justru dimanfaatkan oleh wanita itu untuk semakin mendekatinya.


Ia benar-benar emosi saat ini. Rasanya ingin sekali ia cincang tubuh gadis itu menjadi beberapa bagian. Dan membuangnya jauh ke dasar lautan.


Lusi memegangi pipinya yang sakit akibat tamparan Rayhan, "Ray, kamu tega menamparku hanya karena gadis murahan itu. Aku tidak terima Ray."

__ADS_1


Rayhan semakin geram mendengar perkataan Lusi, "Cih. Harus berapa kali gue bilang sama lo Lus. Tolong jangan ganggu gue. Dan jangan pernah berani buat nyentuh istri gue. Sampai kapanpun gue akan selalu mencintai Flora. Nggak akan ada tempat buat lo Lus. Tolong pahami itu. Sekarang cepat katakan. Dimana Flora? Gue tahu seperti apa Flora, semua foto itu pasti kerjaan lo kan."


Lusi tersenyum pahit mendengar perkataan Rayhan, "Hahahaaa. Dan ternyata kau pun mengenalku dengan baik Rayhan. Sejak kecil kita selalu bersama Ray. Sejak kecil aku sudah sangat ingin memilikimu. Dan sampai saat ini, rasa itu masih tetap ada. Bahkan semakin besar ku rasakan Ray. Hanya seorang Flora, tidak akan mengubah tekadku untuk mendapatkan dirimu Ray. Hahahaa. Dan sekarang apa gunanya kau menanyakan Flora. Saat ini dia sudah menikah dengan pria lain. Bahkan sekarang dia sedang mengandung anak pria itu. Mereka bisa hidup bahagia tanpamu Ray. Hanya kamulah yang bod©h dan menderita. Hahahaha."


"Flora mengandung? Jika benar, itu pasti anakku. Cepat katakan dimana Flora Lusi!!! Jangan membuat kesabaranku habis." Ucap Rayhan geram.


"Cih. Mana kutahu. Cari saja dia sendiri." Sahut Lusi malas.


"Wanita ini benar-benar membuatku geram." Suara hati Rayhan.


Lusi terkejut dengan apa yang Rayhan lakukan. Ia benar-benar tidak pernah melihat sisi Rayhan yang seperti ini. Tubuhnya pun bergetar hebat karena takut. "Ray. Ray jauhkan itu dari wajahku. Jangan macam-macam Ray. Cepat turunkan."


"Hahaha. Kau takut? Maka cepat katakan dimana istriku?" sahut Rayhan tenang sambil terus memainkan pisau kecil itu pada pipi Lusi.


"Oke. Oke Ray. Flora masih ada di kota ini. Dia menikah dengan seorang pria bernama Sakha. Rumahnya ada di perbatasan Kota dan Kabupaten. Alamat lengkapnya, aku akan mengirimnya padamu." Ucap Lusi tertekan.

__ADS_1


Rayhan masih penasaran dengan semua rencana Lusi. Ia menatap wanita itu dengan penuh amarah. "Apalagi?"


Tubuh Lusi semakin bergetar saat ujung pisau itu berhasil membuat sedikit sayatan di pipinya. Menyisakan sedikit rasa sakit disana. "Foto itu palsu. Aku memakai topeng buatan kualitas nomer satu dari Singapura. Topeng itu aku pesan menyerupai wajah Flora."


Rayhan pun menjauhkan pisau dan tangannya dari wajah Lusi. "Kirim sekarang!"


Lusi masih terdiam. Ia sedikit enggan untuk melakukannya.


"Tanganku masih sanggup untuk membuat beberapa sayatan lagi di wajahmu Lusi." Ucap Rayhan tenang.


"Oke. Oke. Aku kirim sekarang Ray." Sahut Lusi yang tubuhnya masih bergetar.


Rayhan langsung membuka chat dari Lusi. Ia membaca isi chat itu dan berlalu pergi meninggalkan rumah Lusi.


"Akhirnya aku bisa menemuimu lagi Flora. Tunggu aku sayang. Entah benar atau tidak kabar tentangmu yang mengatakan bahwa kau telah menikah dengan pria lain. Aku tidak akan pernah percaya itu, selama aku tidak mendengarkan berita itu sendiri darimu" Suara hati Rayhan.

__ADS_1


𝓑𝓮𝓻𝓼𝓪𝓶𝓫𝓾𝓷𝓰........


__ADS_2