
Tubuh Flora lemas, ia bersandar ke dinding. Dan perlahan tubuh itu luruh ke lantai. Semakin terisak ia menangis. Semakin sesak hatinya.
Memikirkan perjuangan hidupnya tanpa suami tercinta, namun harus hidup dengan suami yang sama sekali tak peduli padanya. Dan sekarang ia bersama dengan pembunuh suaminya. Menjadi tawanan pria itu.
Walaupun pembunuh itu begitu sangat menyayanginya, namun hati Flora tetap sakit bila selalu berada didekatnya.
Flora, andai kau tahu, bahwa selama ini Rayhan mu masih bernafas di dunia. Mungkin sekarang kisah hidupmu tak akan setragis ini.
...****************...
( Teras Samping - Rumah Indra )
"Flo kamu kenapa nggak makan? Kita akan segera berangkat sayang. Ayo makan sedikit ya." Ucap Indra.
"Aku nggak nafsu makan." Sahut Flora lemas.
Indra pun mendekati Flora dan duduk disampingnya. Ia melipat kedua tangannya dan meletakkannya di atas meja. "Heii kamu mau anakmu sakit? Dia bahkan tidak tahu bagaimana cara mencari makan saat ibunya tak memberinya makan."
"Hemmfftt." Flora membuang nafasnya kasar lalu berbalik pergi menuju ruang makan.
Flora menyantap kembali makanannya. Sampai habis, tak menyisakan sedikit pun sisa diatas piringnya. Dari jauh Indra tersenyum senang melihat tindakan Flora yang patuh padanya.
__ADS_1
Walaupun Indra tahu, Flora melakukan semua itu karena demi calon anaknya. Indra lalu menghampiri kulkas besar yang terletak tak jauh dari meja makan itu. Ia mengambil sebotol jus buah dingin yang khusus untuk ibu hamil.
"Nih, masih dingin." Ucap Indra memberikan jus dingin yang sudah ia buka segelnya itu pada Flora.
Flora langsung meminum jus itu setelah ia membukanya. Sampai habis setengah. Ia lalu kembali menaruh botol yang sudah tertutup itu diatas meja.
"Ndra aku mau pulang." Ucap Flora tiba-tiba.
"Silahkan! Pulang saja. Tapi sesaat setelahnya, akan ku buat semua keluarga suamimu bernasib sama seperti Rayhan." Sahut Indra mengancam.
"Plaak." Suara botol jus yang Flora hentakkan diatas meja.
Flora pun berlalu pergi, meninggalkan Indra dengan wajah yang sangat kesal.
...****************...
( Ruang Tengah - Rumah Indra )
"Tok tok tok. Flora, bukalah pintunya, dokter Susi sudah datang. Dia akan memeriksa kandunganmu." Ucap Indra.
Flora membuka pintu itu tanpa menyahut ucapan Indra. Lalu sang dokter pun masuk kedalam kamar Flora. Disusul dengan Indra yang mengikuti langkah dokter itu dari belakang.
__ADS_1
Dokter pun memberikan beberapa saran pada Flora dan Indra seputar tentang kehamilan Flora. Ia pun menceritakan bagaimana cara berhubungan intim yang baik dan aman bagi ibu hamil yang sudah masuk usia kandungan 9 bulan.
Deg. Penjelasan dokter itu mampu menghadirkan perasaan yang aneh pada kedua orang itu, sampai mereka merasa susah untuk sekedar menelan salivanya.
...****************...
( Dalam Mobil - Menuju Rumah Indra yang lain )
Sepanjang perjalanan, Flora hanya terdiam. Ia memejamkan matanya. Menyandarkan kepalanya pada sandaran mobil. Ia duduk disamping Indra. Membuat Indra dengan bebas memandangi wajah cantik itu.
Saat ini tubuhnya sangat ingin memeluk tubuh Flora. Ingin membelai mesra rambut itu. Ingin mengecup lembut bibir ranum itu.
Namun yang ia lakukan, hanya tersenyum memandangi wajah cantik Flora. Ia sama sekali tak tega untuk membangunkan sang pujaan hatinya.
Indra memandang keluar saat mobil yang ia naiki berhenti berjalan. Rupanya mereka telah sampai di tempat tujuan. Sampai di pelataran rumah mewahnya yang sangat indah.
Rumah yang terletak di bawah kaki gunung. Dan merupakan satu-satunya rumah terbesar di wilayah itu. Karena sebagian besar rumah disana adalah rumah penduduk biasa.
Indra mengangkat perlahan tubuh Flora dari dalam mobil. Membawanya masuk kedalam rumah mewah itu. Membaringkannya di atas sebuah ranjang besar yang terdapat di sebuah ruangan kamar yang sangat luas.
Ia pun menyelimuti tubuh pujaan hatinya itu perlahan-lahan. Khawatir membangunkan tubuh yang terlelap itu. Lalu ia duduk disamping Flora. Kembali memandang wajah cantik yang tak pernah membuatnya bosan.
__ADS_1
"Flo, ijinkan aku untuk merasakan menjadi suamimu. Walaupun cuma hanya status. Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia. Sampai waktunya tiba, bila Rayhan mu itu telah lolos dari ujianku. Maka akan ku satukan lagi kalian berdua." Ucap Indra lirih penuh kasih sayang.
𝔹𝕖𝕣𝕤𝕒𝕞𝕓𝕦𝕟𝕘........