
Setelah dua hari ijin tidak masuk sekolah, Ratna merasa semangat begitu papa nya mengijinkan untuk sekolah,tapi dengan syarat harus diantar sopir.
" Alhamdulillah..dah sehat loe ?" tanya Ronald begitu melihat Ratna turun dari mobil.
" Kangen loe ya ma gue ,"
" hemmmm, ga ada yang bisa gue jahilin kalau jam istirahat'." katanya usil
" Onank Resse".
Ratna langsung menuju kelasnya sementara Ronald menuju kantin.
" Lemes amat Na, memangnya dah sehat ?" tanya Yana.
" Mendingan lah, eh kita Uts Minggu depan kan ?"
" Ya..."
" Ga terasa ya udah mo semester an aja."
" He eh, "
" Sakit apa Na,sampai 2 hari ga masuk ?" tanya Herdy yang baru datang.
" Sakit mikirin cintamu padaku " jawab Ratna membuat Yana pura pura muntah. sementara Ratna cuma senyam senyum.
" Lebay loe Na.." katanya membuat Ratna tertawa.
__ADS_1
" Eh ,emang surat Herdy kemarin dia nyata in suka ma elu ya?"
" Hemmmm ,tapi ya itu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku" katanya geli.
" De ilah bikin surat cinta apa undian " dan mereka pun tertawa geli.
Bell sekolah sudah berbunyi dan kelas pun kembali penuh oleh siswa yang sebelumnya berada diluar .
Waktu belajar terus berlalu hingga waktunya pulang tiba,.
" Pulang sama siapa Na ?" tanya Herdy
" Gue dijemput..maklum anak mami ga boleh capek dulu.." kata Ratna lebay.
" Oooh...kira in ga dijemput,,gue mo ngajak makan dulu , ya udah kapan kapan deh..gue duluan ya.." dan Cowok itu pun berlalu dan ga berapa lama dia sedang ngobrol dengan Eka.
" Ga usah dianggap. ga ada ngaruhnya ke gue"
" Tapi kan dia udah bilang suka ma elu Na, se enggaknya dia kasih bukti kalau dia suka ".
" Ga usah protes mulu, pulang bareng gue ga, Rinjani juga mo kerumah gue " ajak Ratna pada Yana.
" Siapa nolak.., hahahahahha "
" Sedeng..."
Mereka sudah keluar gerbang sekolah ketika Erwin memanggil Rinjani.
__ADS_1
" Rin... gue bisa ngomong sebentar ga, Na gue pinjam temen loe dulu ya !'. Kata Erwin sambil menarik lengan Rinjani. Dan kejadian tersebut di perhatikan oleh Bagas.
" Loe perhatiin Rinjani ampe segitunya Gas " tegur Yanti pelan.
" Hemmmm , ga suka aja gue lihat Erwin narik tangan Rinjani,padahal Ratna ada di sana, ga punya otak bangat tuh anak " omel Bagas membuat Yanti heran.
" Loe kayanya ngasih perhatian lebih ya ke Ratna , apa loe sekarang suka ma dia ?"
" Apaan sih...kalau sama dia mah Ga perlu pacaran lagi "
" Maksudnya ?"
" Pe er buat nona Yanti " kata Bagas kalem,membuat Yanti cemberut. " Tuh bibir ga usah dimajuin begitu kali,ntar maksudnya beda loh " ledek nya lagi membuat Yanti tambah kesal.
" Loe cemburu ya, jangan diem aja dong say.." rayu Bagas,karna sejak tadi cewek disebelahnya lebih banyak diam.
" Kalau gue cemburu loe suka ?" cecar Yanti
" Engga. gue ga suka cewek yang cemburuan " kata Bagas dengan suara tajam.
" Kalau gue ga suka loe perhatiin cewek lain ?"
" Namanya loe otak loe kurang isinya."
" Bagas.. loe jahat banget " Yanti tiba tiba menangis membuat Bagas tarik nafas jengkel.
" Ya udah,loe mau minta apa sekarang. kan tadi loe yang ngajak ke sini "
__ADS_1