Suamiku, Cinta Sejatiku

Suamiku, Cinta Sejatiku
54. Aku mau 3


__ADS_3

Setelah mandi dan dirasa Bagas sudah santai dirumahnya, Ratna menelpon Bagas.


" Hallo... Yang....?"..


" Ya sayang... ?"


" Mama barusan tanya aku...katanya keluarga kamu hari Sabtu bisa datang ga kerumah...kalau bisa jam berapa sampai rumahnya.."


" Yess... pasti bisa Yang...,semoga hasilnya bagus "


" Aamiin..., Yang...aku ga suka sama ulah kamu ya... kemarin kemarin aku masih diam,tapi kalau begitu lagi aku beneran marah "

__ADS_1


" Iyaaaaa... aku akan kasih langsung..tapi kamu harus terima ga pakai nolak..."


" Sama aja bohong .." dan Bagas pun tertawa gembira..


" Besok atau lusa aku kasih kabar jam berapa keluargaku sampai rumahmu hari Sabtu nanti... met Bobo Yang, ingat mimpi in yang indah indah ya..."


" Mimpi yang indah juga ya..Night. "


Di hari Sabtu Pagi, Kakek dan Nenek Ratna sudah datang dan mengatakan ada tamu penting yang ingin bertemu dengan mereka sebelum keluarga Bagas datang. Dan tidak berapa lama kemudian datang lah seorang laki laki yang usianya tidak jauh berbeda dengan kakeknya dan orang tua Ratna menyambut nya dengan penuh rasa rindu sekaligus penuh hormat.


" Terima kasih papa mau datang kerumah Aji, dan kami harapkan membawa kebahagiaan buat keluarga Aji " Sambut papa nya Ratna sambil memeluk erat orang tua itu,begitu juga dengan Mama nya.

__ADS_1


" Papa pasti sudah tahu anak anak kami dan sudah mengenal walaupun tidak secara langsung...Yang pertana Ratna, yang kedua Danis dan yang bungsu Bintang... anak anak beliau adalah Kakek Marlon, orang tua papa."


" Salam kenal Kek... " sapa mereka..


" Kenapa kami baru tahu tentang Kakek Marlon ?" tanya Ratna menyelidik .


" Kita masuk dulu, nanti papa mu akan menjelaskan pada kalian !" kata mamanya .


Setelah semuanya duduk, papanya menjelaskan pada Ratna dan Danis yang sudah besar.


" Kakek Marlon ini tinggal di negara S, beliau meninggal kan negara ini tidak lama setelah Nenek Rita meninggal. Mungkin terlalu banyak kenangan yang menyakitkan hingga Kakek Marlon pergi dan Papa dititipkan pada keluarga sahabatnya yaitu Kakek Darmo agar papa mendapatkan hidup yang layak. Saat usia Kaka 1 tahun, Kakek Darmo dihubungi oleh utusan yang dikirim oleh Kakek Marlon bahwa beliau sehat dan Alhamdulillah sudah makmur.. selama ini beliau mencari keberadaan Kakek Darmo dan baru mendapat kan alamat Kakek setelah sekian lama,karna seperti Kaka ketahui informasi tentang keluarga Kakek Darmo sangat tertutup. Setelah itu Kakek Marlon meminta kita pindah ke negara S, tapi papa menolak. waktu itu keadaan Mama kurang baik dan Kaka pun baru berusia setahun,setiap tahun Kakek Marlon meminta kami pindah karna Kakek mengharapkan papa sebagai penerus dan pewaris, tapi papa dan Mama selalu menolak. Ketika usia Kaka 7 tahun, Kakek Darmo melihat bakat Kaka dalam berdagang dan bekerja untuk menghasilkan uang lebih serta cita-cita Kaka untuk memiliki bisnis sendiri , akhirnya Kakek Darmo dan Kakek Marlon memutuskan kan untuk mendidik Kaka sebagai pemimpin yang bertanggung jawab pada keluarga. dan kami bangga Kaka bisa mengendalikan nya. "Tuan Samiaji menjelaskan pada Ratna yang sepertinya memiliki pemikiran sendiri.

__ADS_1


" Mengapa Kakek Marlon baru datang hari ini, sedangkan Kakek sudah tahu kemampuan Nana ?, Nana rasa Kakek Darmo sudah mengatakan ada acara apa hari ini " tanya Ratna tajam.


__ADS_2