
Waktu bergerak dengan pasti dan tanpa terasa lusa adalah hari pernikahan Bagas dan Ratna, selain keluarga besar,mereka juga mengundang teman sekolah SMP dan SMA, walaupun teman teman SMP lebih banyak yang tidak bisa hadir,berbeda dengan teman SMA mereka.
Ratna sedang menerima telpon dari Velly yang tidak bisa hadir ,ketika mamanya memanggil.
" Ka...ada Tante Nesya didepan...temui dulu yuk ?" beritahu mamanya pelan dan dengan berat hati Ratna menutup telponnya dan mengikuti Mama nya ke ruang keluarga .
" Malam Tante...?" sapanya sambil tersenyum, dan Tante Nesya adalah wanita cantik dan anggun beliau adalah yang dipilih oleh mamanya untuk merias wajahnya saat akad nikah lusa.
" Malam sayang.... maaf ya, Tante baru bisa menemui kamu hari ini...saat melihat photo mu, Tante merasa kulit dan bentuk wajahmu itu sangat bagus dan ternyata benar bahkan lebih halus " dengan penuh pujian Tante Nesya mengamati wajah Ratna. " Putri mu sangat cantik Is... kecantikan seperti ini sangat unik, dan aku yakin saat ia memakai makeup ia akan semakin cantik dan membuat pangling" lanjutnya lagi.
__ADS_1
" Terima kasih Tante... hemmmm Tante mau tanya saja..kamu sudah puasa mutih ?"
" Sudah Tante, Nenek maupun Mama menyuruh Nana untuk puasa mutih,katanya biar nanti tidak terlalu berkeringat"
" Nenek dan Mama mu benar sayang... Oh ya Is...nanti akad nikahnya di SH kan ya, apakah sebelum hari H kalian sudah berada di SH ?
" Iya...keluarga sudah berada disana, termasuk kamu dan Winda...kami mau kalian standby disana..." jawab Nyonya Iswari.
Segala persiapan sudah dilaksanakan untuk akad nikah antara Bagas dan Ratna dan keluarga juga sudah berada di SH dimana hotel tersebut milik Tuan Bisma Nararyan dan untuk kamar pengantin sudah disiapkan sweet room untuk mereka . walaupun hanya akad nikah tetapi persiapan acara dan tempatnya sangat mewah dan megah. Kedatangan mempelai pria sangat memukau para undangan dan tidak dapat melepaskan pandangan dari seorang pria muda yang tampan dan gagah serta memiliki aura seorang penguasa meskipun masih berusia 18 tahun. Memandang seorang Bagas Putra Krisna seperti melihat seorang ksatria yang sangat disegani dan tidak berapa lama mempelai wanita juga datang didampingi oleh kedua orang tuanya. Mempelai wanita sangat cantik dan anggun, sangat menakjubkan penampilan mempelai wanita bukan karna dari pakaian dan perhiasan yang dikenakannya,tetapi dari aura seorang Maharani yang sangat mempesona, bukan hanya untuk para tamu tapi juga Bagas sangat terpesona hingga ia tidak mampu berkata kata,hanya memandang takjub pengantinnya.
__ADS_1
Setelah kedua mempelai hadir maka dilakukan ijab Kabul yang dipimpin oleh penghulu dari KUA. Ijab Kabul sudah terlaksana dengan lancar dan Bagas sangat bahagia begitu juga dengan kedua keluarga mereka.
Setelah para tamu sudah pulang, hanya tertinggal keluarga inti.
" Ka... malam ini Kakek Marlon akan kembali ke negara S ditemani Kakek Darmo dan Nenek Ita...jadi Mama dan papa mengantre beliau ke bandara... Kaka nikmati malam pertama Kaka sebagai seorang istri dan bahagiakan suami Kaka..ingat tidak boleh membantah atau melawan, siapapun Kaka, didalam rumah tangga, yang menjadi keluarga tetaplah suami.. jadi layani suami Kaka dengan baik dan ikhlas hemm" pesan Mama nya dengan lembut.
" Iya mah...Nana akan ingat pesan Mama dan berusaha menjadi istri yang baik dan melayani suami dengan baik dan ikhlas.." janjinya sambil memeluk erat mamanya.
" Bagas...Mama titip Ratna... sekarang Nana adalah istrimu yang harus kamu sayangi dengan baik, perlakukan Nana dengan baik,tegur bila ia melawan dan melakukan kesalahan tapi jangan pernah kamu menyakiti nya dengan kata kata,apalagi dengan kekerasan.. siapapun kamu sebagai suaminya,maka kami sekeluarga akan membuatmu menyesal pernah mengenal kami " ternyata bukan hanya pesan yang diucapkan Nyonya Iswari tetapi juga ada ancaman bila dia tidak menjaga putrinya dengan baik.
__ADS_1
" Baik mah... aku akan menjadi suami dan imam yang baik untuk istriku.. aku akan bertanggung jawab dan memperlakukan dirinya sebagai seorang pria dan berjanji tidak akan menyakiti hati,jiwa dan raganya baik langsung maupun tidak langsung" janji Bagas dengan takjim dan ia pun memeluk ibu mertuanya.