
Perjalanan 26 jam lebih terasa sangat melelahkan meskipun mereka naik pesawat pribadi yang fasilitas nya sangat mewah apalagi diselingi oleh cumbuan dan permainan asmara mereka selama penerbangan, maka tidak aneh bila badan Ratna sangat pegal-pegal dan Ratna benar benar tidak berani memakai pakaian yang menampakkan pundak dan hanya karna ancamannya saja Bagas tidak memberikan kissmark dilehernya.
Setelah tiba di bandara kota E yang berada di negara S,maka mereka menuju kediaman keluarga Marlon. Dari kejauhan rumah Kakek Marlon lebih mirip dengan kastil. Bangunannya terlihat sangat klasik meskipun dari jauh dan terdapat botanical garden yang sangat indah.
" Aku baru tahu.kalau bangunan seperti ini disebut jugarumah. "Ujar Ratna tidak percaya saat memasuki halaman yang sangat luas.." ingetin gue ya Gas,kalo datang kesini lagi mesti ngajak elu !" katanya pelan nyaris bicara sendiri..
" Tenang aja,gue juga ga Mao kalo bini gue nyasar dinagara orang " balas Bagas ditelinga istrinya membuat Ratna terkejut dan Bagas tertawa keras." kangen ya masa sekolah,n ngomong sembarangan gue elu !" bisiknya lagi dan Ratna hanya cemberut kesal.
" Aku juga ga nyangka tempat tinggal Kakek Marlon itu dikastil... kamu mau ga Yang kalau kita punya rumah seperti ini ?"
__ADS_1
" Engga... ga mau aku...aku maunya rumah yang nyaman, dengan sekali teriak maka sudah didengar." ujarnya sambil menaikkan alis nya dan Bagas tersenyum mengerti.
Setelah melalui hutan Pinus,lalu Padang mawar dan botanical garden akhirnya mereka tiba di kediaman Kakek Marlon yang lebih megah lagi setelah berada didepannya. Mereka disambut oleh pelayan yang memakai seragam dan membawa Bagas dan Ratna menuju bagian dalam dan disana ada keluarganya. Setelah saling berpelukan mereka membawa pasangan yang baru datang untuk duduk di kursi besar.
" Bagaimana perjalanan kalian...pasti sangat melelahkan..." Tuan Marlon bertanya pada cucu perempuan nya.
" Lelah pasti Kek, tapi terbalas dengan melihat pemandangan disini ?" katanya lagi dan disetujui Bagas.
" Permisi....mengapa tidak bicara didalam.saja... bukan kah lebih nyaman "tanyanya kalem.
__ADS_1
" Tidak, terima kasih...kami sudah selesai.." Jawab Tuan Nararyan tajam, walaupun Nyonya Iswari besannya, tetapi seorang wanita tetap saja tidak boleh dilibatkan dalam hal keamanan.
" Hemm..." Nyonya Iswari memandang tajam Tuan Nararyan lalu melanjutkan langkahnya keruang keluarga hanya untuk berpamitan karna ada hal yang harus dikerjakan diruang lain. Dengan langkah cepat Nyonya Iswari menuju ruang keamanan dimana diruang tersebut ada 2 orang wanita dan 5 orang pria yang memantau keamanan kastil.
" Bagaimana,apakah ada yang mencurigakan,karna acaranya lusa dimulai ?" tanyanya dingin pada anggota nya .
" Semuanya baik Nyonya, hanya ada beberapa orang dibawah komando Tuan Nararyan yang terlibat..tetapi mereka juga mudah diawasi karna memiliki tanda khusus "lapor Kaitlin.
" Bagus...aku tidak akan membiarkan acara putriku terganggu, dan siapa pria yang bicara dengan Stella ?, perbesar?" perintahnya..!"
__ADS_1
Ratna mengamati seorang pria yang bicara dengan Stella dan dari postur anggotanya wanita itu terlihat waspada, dengan gerak cepat Iswari menuju tempat cuci diikuti oleh 2 orang anggotanya dan saat menuju kesana ia bertemu dengan Tuan Nararyan yang juga datang dengan cepat.