Suamiku, Cinta Sejatiku

Suamiku, Cinta Sejatiku
34. bukan ngedate


__ADS_3

Tepat jam 10 Bagas sudah sampai rumah Ratna, dan beruntung Ratna mau mengikuti perintah Mama nya untuk bersiap sebelum Bagas datang.


" Assalamualaikum... ",


" Wa Alaikum Salaam..., masuk Nak, !"


"Terima kasih Tante, .."


" Mau keluar kemana ?, Tumben..?"


" Maaf tante, saya ada perlu bantuan Ratna sedikit !"


" Hemmmm, hati hati aja ya...,diantar sopir kan ?,


" Iya Tante..".


" Sebentar Tante Panggi Kaka ya.." dan Nyonya Iswari segera masuk kedalam .


Tidak berapa lama ,Ratna menemui Bagas.


" Masih kurang lama ga, kalau kurang gue mo rapiin rambut dulu." sapa nya membuat Bagas melotot.


" Kaaaaa...., bukannya bilang maaf malah ngeldek...." tegur Mama nya...


" Biasa Tante buat Nana mah..." kata Bagas kalem.


Setelah berpamitan mereka langsung pergi.


" Eh Gas, mo kemana sih...?" ketika sudah diperjalanan.


" Otak lu kan pinter buat nganalisa data sama hitung cepat, gue perlu bantuan loe. "


" Hah...!!, buat apaan , emang loe ga punya pegawai apa.."

__ADS_1


" Gue perlu penilaian dari orang luar Na.."


" Hemmmmm gue dapet apaan dong ?"


" Dapet gue gimana..?" katanya kalem .


" hemmmm.... emang loe bisa ?"


" Maksudnya..."


" Tidak berpindah ke lain hati '


" Kalau sama elu pasti bisa...!"


" Ga meyakinkan...." balas Ratna.


" Na....


" Yaellah...kalau njawab ga ada manisnya..


" Ya Bagas sayaaaang... ada apaan... hoeeeeq.... " kata Ratna membuat rambutnya ditarik.


" Bagas sakit...." ,katanya sambil membalas dengan menarik rambut nya


" Iiih lepas Na....rambut gue udah rapi nih


.."


" Bodoooo .


" Eh Gas....kantor loe dimana ?


" Di K, bentar lagi juga nyampe..."

__ADS_1


Dan sampailah mereka di depan gedung tinggi yang merupakan area perkantoran .


" Kantor gue nempatin 3 lantai,yaitu lantai 7-10 dan ruangan gue sendiri di lantai 10, di ingetin..." kata Bagas sambil menggandeng Ratna .


" Ngapain sih pake gandengan segala, jangan sama in dengan truk gandeng ya.." tolak Ratna membuat Bagas tersenyum geli.


Akhirnya mereka sudah sampai dilantai 10.


" Gas....ini kan hari Minggu, kok pegawai loe ada yang masuk sih ?"


" Oooh...itu sengaja gue minta untuk ngasih penilaian terhadap design mana yang pantas masuk sebelum keputusan besok.


" Oh gitu...masuk yu..


Ruang kerja Bagas sangat luas dan perlengkapan kerjanya pun sangat keren.


" Ini ruang kerja bokap, sedangkan ruang kerja gue mah bukan disini, tapi dirumah... ya karna gue ga mau dipanggil bapak sedangkan gue masih SMA.. " katanya ngawur dan Ratna hanya menaruh tangan nya di kepala .


" Ini proposal dan design yang masuk,pertana dengan penilaian cepat ga pake mikir, setalah itu loe ulang lagi sama ga usah pake mikir yang awal loe nilai bagus,terus loe nilai lagi tapi ini dipikirin dulu,diulang lagi sama kasih penilaian kurangnya dimana bagusnya dimana, terakhir apa untung dan ruginya kalau gue pakai design tersebut." kata Bagas memberikan petunjuk untuk menilai.


Ratna sangat serius melakukan pekerjaan dan Bagas sendiri sibuk dengan laptop didepannya.


" Ngapain Gas...


" Hemmmm... loe udah selesai...


" Dah... tapi gue ga tau ya.. menurut loe hasilnya gimana.." katanya sambil meletakkan hasil kerjanya disamping laptop Bagas.


" Gas... loe ga ada makanan apa cemilan... kalo engga minuman Kek...kering nih.."


" Astaga.... Sorry lupa gue... kasian bener anak orang sampe kelaparan... " dan ia pun menuju lemari pendingin dan memberikan Ratna minuman.


" Dah lanjut lagi sana ... biar cepet selesai kerjaannya.." Kata Ratna sambil menerima minuman dari Bagas.

__ADS_1


__ADS_2