
Kebahagiaan selalu datang bagi orang orang yang sabar.
Setelah selesai menikmati makan malam Bagas membawa istrinya kembali berbaring dalam pelukannya.
" Sayang... .." bisiknya lembut.
" hemmmm....
" Aku sangat terkesan dengan Mama Iswa.... beliau sangat lembut tapi juga tegas . pesan yang Mama berikan sangat terbuka, dan buatku bukan hanya pesan tapi juga sebuah peringatan agar selalu melindungi mu, Putri satu satunya.. apakah Mama selalu seperti itu ?" bisiknya sambil mencium lembut rambut istrinya.
" Untuk melindungi orang yang disayangi, seorang ibu dapat melakukan apa pun... pada kami Mama juga selalu memberikan peringatan bila melakukan sesuatu dan tidak jarang Mama juga memberikan hukuman agar kami jera dan tidak mengulangi lagi !" beritahu nya dengan nada bangga.
" Siapa diantara kalian yang sering mendapat hukuman...?" Goda Bagas.
" Tentu saja aku.... seperti nya asyik melihat Mama marah...,"
" Kenapa bisa dihukum, bukanlah kamu gadis yang patuh... "
" Patuh.... kalau kata Mama dan Papa, aku itu berandal kecil, bahkan Danis saja tidak senakal aku " katanya tertawa geli.
__ADS_1
" hemmmm aku mau tau apa saja kenakalan istriku ini..."
" Hemmmm hukuman pertama yang aku terima waktu masih kecil adalah aku harus berdiri sambil memegang layangan didepan rumah, Mama marah karna aku main layangan diatas genting..tidak ada yang tahu aku berada di atas genteng sampai tetangga ku teriak memanggil ku " kenangnya tertawa masam, begitu juga Bagas yang tertawa sangat keras.
" Astaga Yang ...serius kamu, aku saja main layangan ga sampai diatas genteng, lalu apalagi ?"
" hemmmm...dihukum memeluk Batang pohon selama sejam..ya karna aku naik pohon seperti Tarzan... dulu di balkon rumah itu banyak pohon buah,dan antar pohon aku ikat tali agat aku bisa bergayutan menyebrang ke pohon lain...akhirnya mama langsung perintah orang tebang semua pohon " Bagas sudah tidak memeluk istrinya lagi karna ia memegangi perutnya geli.
" Lalu.... ?"
" Banyaklah...tapi itu sebelum masuk SMP, tapi yang paling membuat aku sedih saat aku berkelahi dengan anak lelaki karna membela Rinjani yang diganggu mereka, aku mendapat luka ditangan dan kakiku... dan mama sangat sedih serta kecewa, saat itu papa sedang keluar kota...Mama mencari anak lelaki yang berkelahi denganku"
" Engga... Mama bilang sama mereka kalau mereka harus kembali sebulan lagi melawanku tapi harus satu lawan satu bukan keroyokan, dan mama langsung melatihku belajar bela diri..."
" Mama sangat hebat... " puji bagas.
" hemmmm aku tahu kamu tidak menyelidiki mama kan ?" katanya kesal dan Bagas tertawa keras." Mama adalah kekuatan kami..."dibalik sikap lembutnya Mama itu seorang sniper handal segala jenis senjata bisa menggunakan nya, selain itu Mama juga ahli bela diri dengan tangan kosong...tidak ada yang tidak dikuasai Mama termasuk dengan kendaraan dari motor sampai Helly Mama bisa mengendalikan." Kebanggan sangat besar dirasakan Ratna bila mengingat kehebatan Mamanya.
"Oh Tuhan.... sangat luar biasa... aku tidak tahu kata apa untuk mewakilkan kehebatan Mama Iswa.., dan sesuai peringatan Mama aku tidak boleh menyakiti putrinya.." dan dengan bahagia Bagas membuai Ratna hingga istrinya tertidur.
__ADS_1
Sinar matahari pagi menyinari hari baru.. Ratna terbangun dengan tubuh yang terasa pegal, dan ia melihat suaminya masih tidur dengan nyenyak, dengan gerakan pelan ia melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Keluar dari kamar mandi Ratna melihat suaminya duduk menyandar di kepala tempat tidur sambil tersenyum hangat.
" Selamat pagi sayang..." suaranya terdengar parau karna baru bangun.
" Pagi juga suamiku sayang... cepatlah mandi...aku lapar..." rajuknya manja.
" Kiss morning nya mana...?" pintanya sambil merangkul pinggang istrinya dengan mesra...
" Yaaaaaaang.... " dengan geli Ratna mencoba menghindari dari kecupan suaminya.
Penampilan Ratna pada pagi menjelang siang sangat cantik dan anggun, begitu juga dengan Bagas... ya mereka adalah pasangan muda yang sangat menarik perhatian..
" Yang....kita tinggal di hotel berapa lama ?" tanya Ratna sambil memandangi suaminya .
" Kenapa..."sayang... ga suka ?" jawabnya mengelus tangan istrinya.
" He eh...aku ga suka...."
" Ya udah siang kita ke apartemen aja ya, kan lusanya kita berangkat ke tempat Kakek Marlon.." dan Ratna pun tersenyum bahagia karna suaminya mengerti keinginan nya.
__ADS_1