
Ratna menemui Bagas yang sedang duduk sendiri di taman .
" Ngapain bang...kok sendirian aja, mo di temenin ga ?"
" Mau lah... " kata Bagas sambil tersenyum.
" Gimana... aku lihat papa biasa aja..bercandanya garing ".
" Alhamdulillah...kata papa, bergaul lah seperti biasanya sambil menunggu keputusan keluarga..., yang, menurut kamu mereka setuju ga ..?"
" Papa Mama mungkin setuju, tapi ga tau dengan Kakek..semoga aja Papa dan Mama bisa meyakinkan mereka.."
" Aamiin ..." , rasanya gimana ya, kalau kita akhirnya tinggal bersama"
" Gimana apanya... aku malah tadi sempet kepikiran...gimana kalau Kakek setuju,tapi kita tidak boleh tinggal bersama..
" Astaga... masa iya Kakek mau nyiksa aku lagi sih Yang....Ga cukup apa 2 tahun aku jauhin kamu !"
" permisi.... boleh diulang lagi ga ucapan barusan ?"
" apaan... aku ga bilang apa apa kok...?"
" Bagas....
" Sayang...
" Gas...
" Cantik..., udah ga usah cemberut gitu...nanti aku cium loh..."
" Bagas jelek ah..."
Dan mereka masih saling meledek tanpa mereka sadari, Papa dan Mama nya Ratna memperhatikan.
__ADS_1
" Mereka seperti itu baru sekarang atau sejak dulu ?"
" Sejak Mama kenal Bagas, ya seperti itulah mereka... yang beda panggilan nya itu bukan gue elu... kadang Mama suka tertawa kalau Ratna terima telpon dari Bagas.. ga pake sapa an yang bagus... akhirnya kalimat penutup nya.. udah gue mo tidur, gue mo mimpi ngomelin loe tanpa ada bantahan dan larangan , kan bikin ketawa..."
" Semoga pilihan Ratna pada Bagas tidak salah..dan papa rasa, anak itu sudah bertemu dengan Kakek Darmo..
" Menurut Mama seperti itu... kalau Kakek Darmo setuju, maka tinggal Kakek Marlon yang mungkin agak sulit, secara Ratna belum mengenal beliau walaupun Ratna cucu yang paling spesial dan mendapat perhatian extra
.
" Semoga semuanya berjalan lancar,dan Kakek Darmo dapat membujuk Kakek Marlon.." kata Tuan Samiaji.
" Yang...aku pamit dulu ya... udah malam, bisa panggil in Papa atau Mama ga !"
" Okey...bentar aku panggil ya.."
Bagas sudah pulang setelah berpamitan pada orang tua Ratna dan kini ia sudah berada dikamarnya. Dan ia tertawa saat membaca pesan dari Bagas.
" *Sayang m*alam ini mimpinya ga usah pakai ngomelin aku ya...soalnya aku mau mimpi meluk dan cium kamu "
" Kok pakai mukul sih. "
" Iya... mukul dengan senyuman..."
" Yang ... semoga apa yang kita harapkan terwujud ya.."
" ...Ya...tapi sekarang distop dulu ngechat nya, kamu bawa mobil kan ?"
" Engga, aku tadi diantar sopir..."
" Kok sama sopir,bukannya kamu udah punya SIM ?"
" Udah...aku pakai sopir supaya bisa khayalin kamu tanpa khawatir.."
__ADS_1
" Bagas jelek aah..."
" Love you...
" love you too..." Dan Ratna pun menutup handphone nya dan segera bersih bersih untuk bersiap tidur.
dua bulan setelah Bagas meminta ijin, akhirnya mereka mendapatkan kabar baik.
Malam itu Ratna baru saja pulang kuliah dan berada dikamarnya.
" Kaa.... buka pintu dong..."
"Iya mah...ada apa mah...Nana baru mau mandi ?"
" Belum mandi.... gimana Bagas ?, kalian tadi ketemu ?"
" He eh..."
" Kalian kalau ketemu ngapain aja sih ?"
" Ya paling makan, terus maksa Nana belanja deh... apa aja dibeli in , .Ga ngerti padahal Nana udah bilang Nana bisa beli sendiri.. "
" Mama bayangin dia maksa ini itu, terus kalian ribut, akhirnya dia ngalah tapi barang tetap dibeli..." Mamanya tertawa.
" Kaya gitu deh... seperti tadi... Nana diajak lihat perhiasan...Nana bilang udah bla..bla
.. diam akhirnya pergi...Eh pas barusan Nana buka tas, udah ada didalamnya..."
" Sulit loh Ka, dapat yang seperti itu..., Hari Sabtu keluarga nya Bisa datang kerumah ga ya ?"
" Hah ngapain?"
" Kok ngapain sih ?"
__ADS_1
" Lupa, kalau Bagas lagi nunggu jawaban dari kita atau...
" Iih Mama... kira in apaan..., ya udah ntar abis mandi Nana tanya dia yah !"