Suamiku, Cinta Sejatiku

Suamiku, Cinta Sejatiku
56. Akhirnya


__ADS_3

" Tentu saja, mengapa tidak bila untuk kepentingan anak anak kita, " jawab Tuan Samiaji.


" Hai...Tuan dan Nona...apakah kamu mau tetap duduk disana, cepat peluk kami orang tua kalian !" kata Tuan Nararyan dengan kalem, membuat kedua keluarga tertawa.


Saat Tuan Nararyan memeluk Ratna ia menatap lama..." mengapa aku melihat semangat Kakek tua Marlon pada dirimu , apakah kalian mempunyai hubungan ?, apakah Kakek tua itu ada disini ?"


" Tuan sangat tidak sopan berkata seperti itu, apakah beliau sebaya dengan Anda..?"


" Sebaya...tentu saja tidak... Kakek tua itu yang membuat ku berhasil dan mempunyai kekuasaan seperti ini " Jawabnya.


" Ya...merubah pemuda konyol yang suka mengejar wanita menjadi pemuda yang bertanggung jawab " terdengar suara Kakek Marlon dari arah belakang. Dan Tuan Nararyan yang terlihat angker langsung bergegas memeluk Kakek Marlon.


" Aji....saat aku terpuruk tidak bisa membawa mu bersama ku, Bisma menemani ku mencapai kejayaan .. Pemuda sombong yang selalu foya foya tanpa batas.." kata Kakek Marlon menjelaskan.


Akhirnya banyak cerita yang keluar dari dua keluarga dan Bagas maupun Ratna sudah diabaikan.


" Permisi...apakah aku boleh membawa Putri keluarga ini keluar ?" tanya Bagas.


" Tidak..kalian tetap disini.." kata Kakek Darmo hingga Bagas dan Ratna hanya menjadi pendengar dan Nyonya Ambar dan Nyonya Iswari akhirnya bersuara ." Kalau tuan tuan semuanya sibuk dengan perbincangan sendiri,bukankah lebih baik kami pergi ?" kata Nyonya Ambar. Mendengar itu, Tuan Nararyan memegang lembut tangan istrinya.

__ADS_1


" Bagas apa yang kau inginkan,dan Nona Prameswari bagaimana dengan mu ?"


" Aku mau menikahi Ratna sebagai istri dan pendamping hidupku dengan segala tanggung jawab yang mengikutinya" kata Bagas pasti.


" Aku bersedia menjadi istri dan pendamping hidupku dengan segala sikap keras kepala dan pembangkangnya " jawab Ratna


" Jadi semua sudah beres, kita tinggal menentukan hari dan waktu pelaksanaan hari besarnya." kata Tuan Samiaji.


Semuanya sudah diputuskan dimana hasilnya sangat memuaskan. Kedua keluarga sangat puas karna masing masing pihak saling menerima dan menghargai apa yang diinginkan hingga akhirnya Tuan Nararyan berpamitan.


" Bagaimana , senang tidak ?" tanya Nyonya Iswari pada Ratna.


" Maksud Kaka?"


" Karna Nana merasa papanya Bagas sangat arogan dan Kakek maupun Papa seperti tidak menerima ditekan.. Nana rasa itulah yang membuat Kakek Marlon keluar. "


" Benar...Mama juga merasa seperti itu...Kakek Marlon tahu karakter dan sifat Tuan Nararyan hingga ia memutuskan datang untuk melindungi cucu kesayangan nya. , yang penting sudah baik hasilnya.." kata mamanya sambil memeluk Ratna.


Sementara itu ditempat lain Tuan Nararyan sedang diacuhkan oleh istri dan putranya. Bagas memilih naik mobil pamannya , sementara Nyonya Ambar mendiamkannya sejak keluar dari rumah Tuan Samiaji, dan dia membiarkan nya hingga sampai dirumah.

__ADS_1


" Apakah kalian akan terus seperti itu ?" tegurnya.


" Menurut Papa, apa papa tidak merasa bersalah mencoba menekan mereka ?"


" Anak muda, jaga bicaramu ?, Papa mencoba melindungi mu !"


" Aku....bukankah kalian sudah saling menyelidiki... ?" lalu untuk apa keluar pernyataan seperti itu ?" okey kepala keluarga sudah tau tapi bagaimana dengan Ratna, pah aku bisa mendekati nya dan mendapat kata Ya itu hampir 6 tahun pah " kata Bagas kesal.


" Lalu...bukankah hasilnya memuaskan pada akhirnya..!"


" Ya itu karna Tuan Marlon muncul, kalau tidak Mama rasa kita sudah diusir pulang mengingat perkataan papa tadi " ucap Nyonya Ambar.


" Sayang.... Papa hanya...


" Sudah lah...Mama masuk dulu...Papa sebaiknya diluar malam ini " ancamnya membuat Bagas tertawa keras.


" Sekarang kamu puas anak muda !" tegur Tuan Nararyan.


" Sangat puas Tuan Nararyan... selamat tidur diluar Tuan" Dan Bagas pergi ke kamarnya masih tertawa puas atas penderitaan Papanya.

__ADS_1


" Penghianat. " maki Papanya.


__ADS_2