
Tahun ajaran baru sudah kembali dimulai, kini mereka sudah kelas 3 SMP.
" Wooooi... " panggil an khas dari si kriting.
" Napa.... loe bosen ga sih Nank, kita sekelas lagi.. ?",
" Bosen ga bosen, yang penting nyokap gue senang ".
" Kok ?"
" Ya seneng lah, anaknya masuk kelas unggulan lagi.." katanya sambil nyengir.
" Berarti kelas 2 kemarin loe ga dianggap ya.." ledek Ratna membuat rambutnya sakit.
" Eh, loe jadi cewek sekarang... ga pantes loe rambut panjang, ribet ngeliatnya. " protes Ronald.
" Udah kelas 3 Nank, mesti berubah dikit" Belanya.
" Masuk kelas yok.."
Benar saja warga kelas 3 ini ga jauh beda sama kelas 2, ada yang baru dan ada juga yang lama. Dan warga tetap masih dihuni oleh Bagas, Erwin, Herdy dan Doni sedangkan yang lainnya baru semua,termasuk Ronald,dia yang kembali.
" Duduk dimana Loe ?"
" Kaya nya gue dapet kursi dibelakang deh, bangku depan dah diisi semua.
" Bener juga ...,"
" Loe ga nawarin gue jadi temen sebangku loe Nank..?"
" Sebangku ma elu ?, Ga banget deh...".
" Jahat luh,ma temen juga..."
__ADS_1
" Eh ada bangku kosong tuh depan Agung,belakang Setya.." beritahu Ronald.
" Masa gue deket ma elu pada lagi sih... ini mah seperti kelas satu ", keluh Ratna membuat temen cowoknya tertawa.
" Beda Na, ga ada Vero sama Kimmy yang berisik " kata Agung geli.
" Eh iya bener juga...berarti kelas 3 ini kelas lebih damai ya.."
" Ga jamin gue kalau kelas bakalan tertib " kata Rinjani yang sekelas lagi.
" Ah, angker diem luh..!" Kata Ronald sewot.
" Kok angker Nank ?" tanya Rinjani heran.
" Coba aja loe sendirian pergi ke Rinjani, yakin lub ga nyasar " katanya acuh membuat Ratna menjitak kepalanya.
" Iiih baru masuk juga, udah njitak aja luh. ?"
" Udah lama ,tangan gue ga mampir di pala loe ".
" Dari mana tuh anak ?" kata Ratna dalam hati. karna Bagas terlihat berbeda sikapnya, agak dingin.
Jam istirahat' sudah tiba, dan Ratna lebih memilih tinggal dikelas.
" Loe ga keluar ?", Agung Agung.
" Engga, lagi males "
" Ok, gue tinggal ya.."
Ratna masih membaca komik yang dibawanya ketika Erwin duduk disampingnya.
" Loe sengaja ya,milih duduk sendiri ?"
__ADS_1
" Maksudnya. ?"
" Ya biar siapa cepat dia yang dapet.."
" Tau aah.."
Jam masuk sudah berbunyi kembali dan Bagas berdiri di samping Ratna.
" Kenapa ga keluar ?" tanya nya.
" Lagi males.!"
" Jawaban apaan itu "..
" Jawaban Ratna lah.."
Keadaan kelad masih tetap sama,tetap tenang dan damai, ga ada suara berisik yang ga berarti selama jam pelajaran. dan itu sudah berlangsung selama 2 bulan.
' Nank...praktek biologi gue gabung ma elu a " pinta Ratna pada Ronald.
" Okey... nanti loe yang tinggal terima hasilnya aja ya, ga. tega gue kalau cewek mesti lihat darah ".
" Lebay loe, emang nya gue Tiwi,cewek loe yang sok kemayu.."
" Gue juga heran, kenapa gue bisa jadian ma Tiwi ya" kata Ronald bingung.
" Oneng dipelihara..." dan Ratna langsung teriak karna rambut nya yang sepundak ditarik Ronald.
" Sakit Begi..." teriaknya sambil menendang kaki Ronald.
" Lucu potongan rambut luh, tapi makin seru ,nariknya lebih mantap.."
" Bodoooo...
__ADS_1
Pertemanan Ronald dan Ratna masih tetap sama,yaitu berisik dan tidak mau mengalah, sementara dengan Bagas seperti ada jarak yang terbentang ,lalu hubungan Bagas dengan Yanti sudah berakhir,dan sekarang dia sedang dekat dengan cewek SMP tetangga jauh.
.