
Ratna dan Rinjani sedang jalan berdua saat Bagas menyela di tengah mereka.
" Ih si Bagas... jalanan lega juga,main nyelak aja kaya bemo.." kata Ratna kesal.
" Hehehehe... Na, loe pulang ma gue ya." kata Bagas.
" Ga bisa, hari ini gue disuruh setor muka ke rumah Kakek gue."
" Udah kaya angkot aja pake setoran." timpal Ronald yang tiba tiba udah muncul di samping Ratna.
" Onank somplak..."
" Dari rumah Kakek loe pulang jam berapa.?" tanya Bagas lagi.
" Kaya nya gue nginep,soalnya besok kan libur.."
" Loe ga datang ke pestanya Harna ?" tanya Ronald.
" Susah dapet ijin gue.. tahu sendiri dari kelas satu sampe pertengahan kelas dua ini cuma elu aja yang dapet ijin ngajak gue pergi " jawab Ratna pada Bagas.
" Ya juga sih..."
" Loe berangkat ma siapa ?"
" Gue sama Dwina...", eh kenapa ga sama Erwin atau Rinjani aja.."
" Gue ga berangkat Gas, soalnya mo keluar kota ma keluarga." Jawab Rinjani.
" Berangkat ma gue aja Na..!", kata Erwin dari belakang.
" Eh panjang umur..., yang diomongin ada dibelakang." kata Ronald kurang suka,
" Nanti loe share Lok aja ya " kata Erwin langsung pergi.
__ADS_1
" Woooi loe serius suka ma cowok kaya gitu...,ga banget Na.." kata Ronald memperhatikan Erwin yang semakin jauh.
" Ya kali Nank loe suka ma cowok.." bales Ratna sambil ketawa yang langsung dibales Ronald dengan menarik rambutnya. Dan mereka pun saling kejar kejaran,
meninggalkan Bagas dan Rinjani yang saling diam.
" Loe kenal lama sama Ratna ya ?" tanya Bagas.
" He eh, dia temen SD gue ".
" Loe suka sama Erwin ya ?" tanya Bagas mengejutkan.
" Hah.."
" kalau loe suka,loe jelasin sama Ratna biar ga jadi salah faham." pesan Bagas dan dia pun menyusul RR.
" Masa sih kelihatan kalau gue suka sama Erwin... Tau aaah... Erwin aja ga jelas.." kata Rinjani dalam hati.
Ratna sedang memilih telur ketika handphone nya berbunyi, ternyata Erwin yang menelpon.
" Hallo Ratna... loe dimana..?"
" Ooh gue masih di rumah Kakek gue, kenapa..?"
" Loe belum share Lok rumah luh.",
" Oooh, ya udah ntar ya, loe mo jemput jam befapa ?"
" Abis Magrib ya.."
" Oke..,gue tunggu.!" jawab Ratna ,sambil menutup pembicaraan.
" Siapa Na...?", tanya Kakeknya
__ADS_1
" Namanya Erwin, dia temen sekelas Nana.."
" Papa dan Mama mu tahu kalau kamu mau pergi?" selidik kakeknya lagi.
" Mama sih udah tahu soal undangannya, tapi belum ngasih jawaban boleh apa engga ya." beritahu Ratna pelan.
" Lalu..... kenapa bikin janji,padahal belum dapat ijin.." tegur kakeknya.
" Kek.... boleh ya.... kan Nana nginap disini...". bujuk Ratna .
" Hemmmm., nanti Kakek mau ketemu teman mu itu."
" Siap Kek.." kata Ratna senang.
Ratna segera bersiap setelah selesai sholat Magrib.
" Ratna, jam berapa teman mu datang.?". tanya Kakeknya dari ruang tv.
" Barusan telpon, sedang dijalan kek".
Dan tidak berapa lama, Erwin memberi kabar kalau dia sudah dekat lokasi tapi ga ketemu tempat yang dituju.
" Dimana Na...?" tanya Erwin.
" Disamping kanan loe ada gerbang warna putih yang sudah terbuka, loe masuk aja terus ikutin jalan masuk ,nanti ketemu rumah warna putih " beritahu Ratna sambil melirik kakeknya.
" Naik apa teman mu..?".
" Hemmmmm... Erwin bawa motor kek..". kata Ratna pelan membuat kakeknya langsung berdiri dan menuju pintu.
" Yaaaa...alamat jelek deh..." keluh Ratna membuat neneknya tersenyum.
" Teman pria Nana udah ada yang kerumah ?". tanya Neneknya.
__ADS_1
" Udah, baru seorang Nek,tapi hari ini dia bareng sama temen yang lain." jawab Ratna, dan dia langsung menuju ke depan ketika Erwin sampai.