
Ratna memakai kan jam untuk Bagas sambil menilai.
' Kalau pergi sama gue, harus pakai ini ya, ga boleh engga..!" ancamnya.
" Gue kan pake jam mantesin Na..."
" Terserah..." sambil cemberut Ratna menuju kasir.
Saat di kasir Bagas memakai kan jam tangan yang sama pada pergelangan tangan Ratna sekaligus dengan gelang kecil pasangan kalungnya.
Ratna yang protes tidak menyadari ketika Bagas membayar harga jam nya.
" Ses... bill nya sudah ?"
" Sudah Kak, tadi sama. Kaka yang ini !"
" Bagaaaaas... awas ya, gue ga mau ikut loe lagi " ancamnya sementara Bagas udah melangkah keluar toko.
" Gimana, sekarang mo pulang atau masih ada yang mau dicari lagi ?"
" Pulang dah sore.."
Dan. mereka menuju lobby mall menunggu sopir. Sambil menunggu Ratna lebih banyak diam.
" Makasih ya...., lain kali kalau keinginan gue sendiri,jangan pernah coba bayarin, kecuali itu memang pesanan loe " Kata Ratna setelah lama diam.
" Hemmmm ... " senyum Bagas lega.
" Kenapa ?"
__ADS_1
" Gue pikir loe masih marah, jadi gue lagi mikir gimana caranya menebus kesalahan gue " jawabnya sambil tersenyum lega.
" Mau mampir dulu ga ?" tanya Ratna ketika mereka sudah sampai dirumah Ratna.
" Gue langsung balik aja ya, salam sama.keluarga loe !"
" Okey...makasih ya.."
" Sama sama...ntar malam gue telpon ya. "
" Okey... bye..."
" Baru pulang Kak, Bagas nya ga ditawari mampir ?" tanya Mama nya.
" udah mah, cuma dia masih sibuk !"
" Memangnya tadi kemana ?"
" Mama suka anak itu... eh sebenarnya kalian itu pacaran ga sih...?"
" Menurut Mama ?",
" kok menurut Mama sih Kak, yang jalanin kan kamu,. '
" Ya jalannya gini aja mah, temen rasa pacaran ...jadi dilarang baperan..." katanya tertawa.
Dilamarnya Ratna memperhatikan kalung pemberian Bagas dan melihat liontin nya, berfikir dengan hiasan liontin nya.
" katanya ini gaya tidur gue ,waktu dikamarnya. kapan ya..., Astaga, gue kan waktu kelas satu SMP pernah ikut ke rumahnya dia... kurang ajar, apa dia photo waktu gue tidur ya..."dengan jengkel Ratna menghubungi Bagas,tapi telpon nya tidak diangkat...." bre****k Bagas...!"
__ADS_1
Sementara Bagas yang tahu Ratna menelpon hanya tersenyum memperhatikan ponselnya.
Setelah mandi Ratna menuju ruang keluarga dimana papa dan mamanya sedang menonton tv.
" Pah.... Nana mau tanya dong.."
" Tanya apa Kak.."
" Tentang perkebunan kopi yang berada di kota A yang ngelola siapa?"
" yang mengelola pekerja lama, karna papa memang tidak membuat perubahan untuk para pekerja nya. "
" kenapa tidak dibuat seperti perkebunan teh yang Nana kelola..,jadi penghasilan mereka tidak hanya dari hasil panen saja, pemandangan nya juga bagus..."
" lanjutkan..."
' Sebelum memasuki wilayah perkebunan kita mempunyai lahan yang berhadapan dengan danau alam, dan lahan itu belum dimanfaatkan sama sekali, kenapa ga kita bangun penginapan atau pun resort wisata jelajah perkebunan kopi dan juga restoran yang menghadap danau alam itu..pasti akan ramai dan masyarakat setempat mempunyai penghasilan tambahan.." katanya menjelaskan.
" Kaka sudah mempunyai rancang nya, ?"
" Belum,tapi kalau papa setuju kita bisa kerja sama dengan PT.Cipta Karya Kontruksi, design dan hasilnya sangat bagus. "
" Bukankah perusahaan itu yang kerjasama dengan perkebunan Kaka ?"
" Benar pah, mereka bekerja sangat profesional... dan Nana suka dengan hasil dan masukan nya bila memang apa yang kita ajukan itu kurang bagus ".Jelas Ratna.
" Baiklah buat janji dengan mereka, dan juga agrowisata di kota D, kamu sudah ada rencana pengembangan nya.. Jangan lupa papa beli lahan itu atas permintaan mu !"
" Beres pah...Nanti proposal nya mampir kekantor papa, paling telat Minggu depan sudah ada di meja kerja papa. "
__ADS_1
" Kaka sudah belajar belum, kalau belum sana belajar dulu,jangan sampai nilai Kaka disekolah turun, okey.."
" Okey...siap pak bos.."katanya sambil mengangkat tangan memperlihatkan gelang kecil pemberian Bagas.