
" Jadi kalian mencari informasi lebih dulu sebelum memutuskan menghadiri atau tidak tanya Bagas, " apa kalian membawa undangan tersebut ?"
" Kami membawa nya, ?",
" Bisa aku pinjam lebih dulu, karna setahuku ,pihak kami saat ini tidak mengadakan acara apapun" katanya lagi .
" Gas...udah dong... kenyang nih.." kata Ratna pada Bagas membuat mereka tersenyum.
" Biar tambah bohay Na " Goda Kevin membuat Ratna cemberut.
Mereka telah berada diluar restoran dan menuju kendaraan dimana mobil mereka diparkir.
" Terima kasih sudah bersedia menerima undangan kami, dan kami menunggu undangan dari kalian berdua" kata Richard pada Bagas, sementara Ratna berada didepan dengan Yudha,sibuk sendiri entah apa yang dibicarakan.
" Doa kan saja, saat aku menghadap keluarganya tidak sampai setahun prosesnya"
" Lama sekali..." tanya Hendro heran.
" Hem. karna yang aku akan lamar Ratna Prameswari, jadi ada beberapa keluarga yang agak sulit mengeluarkan restunya."
" Saat pertama kami ketemu Ratna, dia anak yang spesial dan seperti putri yang selalu dalam pengawasan. " kata Imron.
" Benar...jujur aku baru menyadari waktu kelas X waktu liburan semester an.. saat itu malam tahun baru aku membawa Ratna makan malam, dan esoknya aku langsung mendapat peringatan dari keluarganya "
" Sebegitu nya, tapi kami pernah bertemu Tuan Samiaji, beliau memang agak kaku tapi tidak terlalu protektif dengan putrinya."
__ADS_1
" Yang sangat protektif adalah Kakek nya... dan 2 tahun kemarin adalah waktu yang diberikan Kakek nya untuk aku lebih mempelajari perasaan ku pada Ratna.."
" Seorang Bagas Putra Krisna sampai seperti itu untuk mendapatkan restu.. padahal banyak cewek yang mencoba menarik perhatian nya.." kata Imron heran.
" Kami doakan semoga indah' pada waktunya dan kalian bisa bersama selalu.. " lanjut Richard..
" Terima kasih... "
" Kira kira mereka berdua sedang bahas apa ya... ga ada perhatian sama sekali ke arah belakang.." tanya Kevin
Ya...Ratna dan Yudha sedang membicarakan tentang Tasya siswa SMA Hpk yang sedang dekat dengannya.
" Jadi gimana..?" tanya Ratna.
" Tinggal lah... udah terlalu sering Na... minta maaf, nyesel..Ga lama begitu lagi... menurutnya kalau memang jodoh...mau berapa kali putus atau pacaran sama siapa pun pasti bisa bersama... Sorry aku ga bisa seperti kalian... "
" Na... kamu kan tahu tentang Bagas, tapi tetap aja kalian bersama..."
" Apaan yang bersama... ?" tanya Kevin yang menyela ditengah mereka.
" Kepooooo " sahut Ratna dan Yudha kompak.
Mereka sudah sampai di depan mobil Bagas..
" Okey...terima kasih untuk jamuannya.. sampai ketemu lagi... " Dan bahas serta Ratna pun berlalu meninggalkan Richard cs.
__ADS_1
" Orang seperti Bagas bersedia melakukan apapun untuk bisa mendapatkan orang yang disayangi... " kata Imron.
" Buat kita yang sudah mengenal nya, kadang masih terkejut dengan kekuatan, ketajaman dan kekejaman nya dalam bisnis.. dan seperti nya hanya Ratna yang bisa mengendalikan nya. "
" Dan kita beruntung mengenai Ratna sebagai adik kelas kita.."
" Yup... walaupun Ratna gadis yang mengejutkan juga..."
Bagas mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dan Ratna duduk menyandar dengan nyaman nya
" Loe udah telpon Mama belum ?"
" Udah...
" Terus...
" Kata Mama memang udah selesai jauhannya..
Ga usah ketawa..." katanya ketika Bagas tertawa keras... " kata Mama pulangnya jangan malam malam... takut kangennya kebablasan... omongan apaan kaya gitu..." lanjutnya dengan suara pelan.
" Ternyata Mama lebih ngerti dibandingkan anaknya... , kita kepantai ya...kan belum malem..." kata Bagas tersenyum.
Bagas menggenggam tangan Ratna dengan erat sambil menyusuri pantai.
" Tau ga, sejak kelas X gue pengen ngajak loe jalan berdua dipantai sambil gandengan...rasanya gimana gitu..."
__ADS_1
" Terus sekarang rasanya gimana ?"
.