
"Benar, barang berharga contohnya seperti ini." Ucap Kimberly sambil mengambil gelang dari kotak tersebut kemudian memakainya.
"Cantik bukan?" Tanya Kimberly sambil tersenyum.
"Cantik, kamu masih menyimpannya?" Tanya Ray tanpa sadar.
"Tentu saja aku menyimpannya karena ini barang berharga yang selalu aku simpan dan aku bersyukur tidak di ambil oleh Mommy dan adikku." Jawab Kimberly.
Ray tersenyum mendengar ucapan Kimberly
"Eh tunggu, kenapa Kak Alex bilang : Kamu masih menyimpannya?" Tanya Kimberly baru tersadar dengan ucapan Ray.
'Aduh, apa yang harus aku katakan? Mana mungkin aku mengatakan jujur karena rahasiaku akan terbongkar jika wajahku tidak cacat.' Ucap Ray dalam hati sambil berpikir.
'Apa aku katakan saja kalau gelang itu milik Ray karena kan memang itu milikku.' Sambung Ray dalam hati.
__ADS_1
"Kak Alex." Panggil Kimberly yang melihat Ray terdiam.
'Mengenai wajahku, nanti saja aku akan katakan.' Ucap Ray dalam hati.
Plug
Kimberly memukul pelan bahu Ray membuat Ray tersentak dari lamunannya.
"Kenapa kak Alex melamun? Pertanyaanku tentang Kak Alex bilang sama aku kalau aku menyimpan gelangnya, kenapa Kak Alex tahu? Kenapa Kak Alex belum menjawab pertanyaan ku? Apa Kak Alex tahu siapa pemilik gelang ini?" Tanya Kimberly beruntun.
"Kakak baru ingat waktu itu Tuan Ray pernah cerita, sekitar lima belas tahun yang lalu ketika Tuan Muda Ray berumur sepuluh tahun." Ucap Ray mulai menceritakan awal mulanya gelang tersebut.
"Saat itu ban mobilnya kempes karena itu sopir tersebut meminta Kimberly kecil untuk menemani Tuan Muda Raynaud lalu Kimberly mengatakan sesuatu ...
"Oh ya Kak, ini kalung yang selalu menempel di leherku dan aku minta Kak Ray menyimpannya agar Kak Ray ingat dengan gadis cantik yang bernama Kimberly." Ucap Ray menirukan ucapan Kimberly yang selalu diingat sampai sekarang.
"Sambil berbicara Kimberly memberikan kalung tersebut ke tangan Tuan Muda Raynaud. Kemudian Tuan Muda Raynaud menerima kalung Kimberly lalu Tuan Muda Raynaud menatap kalung berbentuk hati tersebut." Ucap Ray lalu terdiam tanpa melanjutkan ceritanya namun arah pandangannya tidak pernah lepas menatap wajah cantik Kimberly.
__ADS_1
"Lalu Kak Ray tersenyum kemudian memakainya lalu Kak Ray membuka tasnya untuk mengambil gelang untuk diberikan ke Kimberly kecil dan mengatakan :
"Gelang ini pemberian Nenek 👵 Ku yang sudah meninggal lima tahun yang lalu. Aku memintamu untuk menyimpannya dan jangan sampai hilang." Ucap Kimberly menirukan perkataan Ray.
"Lalu aku mengatakan : Aku akan menyimpannya dengan hati - hati agar tidak hilang." Ucap Kimberly sambil tersenyum ketika mengingat dirinya masih kecil.
"Berarti Kak Ray adalah orang yang sama waktu kami masih kecil." Ucap Kimberly dengan wajah terkejut karena dirinya tidak menyangka dipertemukan kembali bahkan sebentar lagi menjadi suaminya.
"Berarti Nona Kimberly adalah nona kecil yang diceritakan oleh Tuan Muda Raynaud." Ucap Ray bersamaan dengan wajah pura - pura terkejut.
"Ya ampun aku tidak menyangka sama sekali kalau Kak Ray adalah orang yang sama aku temui lima belas tahun yang lalu." Ucap Kimberly sambil tersenyum karena anak kecil yang dibelanya adalah jodohnya.
"Tapi ..." Ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya dengan wajah sangat sedih.
"Tapi kenapa?" Tanya Ray dengan wajah bingung karena mendadak wajah Kimberly berubah menjadi sedih padahal tadi Kimberly tersenyum bahagia.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :