
"Aku tidak tahu di mana wanita itu, ketika kami datang sudah tidak ada." jawab pria tersebut sambil memejamkan matanya.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Ibu mertuanya." Jawab pria tersebut berbohong.
"Aku tahu kamu berbohong, katakan siapa yang menyuruhmu? Kalau tidak peluru ini akan tembus ke otakmu." ucap pria paruh baya tersebut dengan nada dingin.
"Baik ... Tapi Tuan harus janji jika aku katakan Tuan akan bebaskan aku." Ucap pria tersebut.
"Baik, siapa yang menyuruhmu?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Tuan Besar Bejo." Jawab pria tersebut.
"Tuan Besar Bejo?" Siapa Dia?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Tuan Besar Bejo adalah Kepala pelayan setia Tuan Besar Kevin." Jawab pria tersebut.
"Kepala pelayan setia Tuan Besar Kevin? Tuan Besar Kevin yang aku kenal adalah Ayah Tirinya Kimberly, apakah benar?" Tanya pria paruh baya tersebut dengan wajah terkejut.
"Benar Tuan." Jawab pria tersebut.
"Kenapa Dia ingin menculik Kimberly?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Tuan Besar Bejo mempunyai seorang putri bernama Nyonya Bela karena Nyonya Bela di culik oleh Tuan Muda Raynaud membuat Tuan Muda Bejo menculik Nyonya Kimberly untuk di tukar dengan Nyonya Bela." Jawab pria tersebut.
"Nyonya Bela? Bukankah dia adalah adik tirinya Kimberly sekaligus anak dari Tuan Besar Kevin dengan Nyonya Valen?" Tanya pria paruh baya tersebut dengan wajah terkejut.
"Sebenarnya Nyonya Valen selingkuh dengan Tuan Besar Bejo karena sebenarnya suaminya mandul dan sering pergi keluar kota." Ucap pria tersebut.
'Si*l, wanita yang di cintai oleh putraku tidak lebih dari seorang wanita jal**g.' Ucap pria paruh baya tersebut dalam hati sambil menahan amarahnya.
"Dari mana Tuan Besar Bejo tahu kalau Kimberly masih hidup?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Tuan Besar Bejo memerintahkan seseorang untuk mengawasi Nyonya Kimberly hingga Nyonya Kimberly di bawa oleh Tuan." Jawab pria tersebut.
"Saya sudah mengatakan semuanya, jadi bolehkan saya bebas?" tanya pria tersebut.
"Ada lagi yang aku tanyakan." Ucap pria paruh baya tersebut.
"Tuan mau nanya apalagi?" Tanya pria tersebut.
"Tuan Besar Bejo tinggal di mana?" Tanya pria paruh baya tersebut.
__ADS_1
"Tuan Besar Bejo tinggal di mansion Berhasil Melarikan Diri." Jawab pria tersebut.
"Sekarang aku mau pergi karena semua informasi sudah aku berikan." sambung pria tersebut sambil berjalan dengan santai namun ...
Dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak pria tersebut.
Ketika pria tersebut sedang berjalan pria paruh baya tersebut memberikan kode ke arah anak buahnya untuk menembak pria tersebut. Hingga terdengar suara tembakan peredam suara bersamaan terdengar suara teriakan kesakitan dari mulut pria tersebut.
"Tu ....Tuan ...." Ucapan pria tersebut terputus.
Bruk
Pria tersebut memegangi dadanya yang terkena tembakan membuat pria tersebut memanggil Tuan dan langsung ambruk seketika menghembuskan nafas terakhirnya.
"Bawa mayatnya melalui jalan rahasia." Ucap pria paruh baya tersebut kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan.
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya.
Ke dua anak buahnya membawa pria tersebut melalui pintu rahasia rumah sakit karena rumah sakit itu milik pria paruh baya tersebut.
Sedangkan pria paruh baya tersebut berjalan ke arah ruangan cctv untuk mengetahui siapa yang menculik Kimberly.
"Apakah sudah tahu siapa yang menculik cucuku?" Tanya pria paruh baya tersebut dengan nada dingin.
"Siapa pelakunya?" Tanya pria paruh baya tersebut.
"Tuan Muda Raynaud." Jawab petugas cctv rumah sakit.
"Di bawa kemana?" Tanya pria paruh baya.
"Di mansion milik Tuan Muda Raynaud." Jawab petugas cctv rumah sakit.
Tanpa mengusap sepatah kata pria paruh baya tersebut pergi meninggalkan ruangan cctv menuju ke arah parkiran mobil. Pria paruh baya tersebut memerintahkan anak buahnya untuk menuju ke mansion milik Ray.
Di tempat yang berbeda di mana Ray sudah sampai di mansion dan meletakkan Kimberly di ranjang.
"Apakah ada yang sakit?" Tanya Ray sambil mengusap wajah Kimberly dengan lembut.
"Aku sangat lelah dan ingin tidur di peluk sama suami tampanku." Jawab Kimberly sambil tersenyum.
Ray ikut tersenyum kemudian ikut berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Kimberly tidur dengan pulas sambil memeluk suaminya.
__ADS_1
Cup
"Selamanya kamu milikku dan aku tidak ijinkan semua orang menyakiti dirimu. Aku akan melawan siapa saja termasuk orang tuaku sendiri." Ucap Ray sambil mengusap punggung istrinya kemudian mengecup pucuk kepalanya.
Tubuh Ray yang sangat lelah membuat Ray memejamkan matanya dan tidak membutuhkan waktu lama Ray tertidur dengan pulas. Mereka saling berpelukan dan memberikan kehangatan masing-masing.
Dua Jam Kemudian
Ray dan Kimberly tiba-tiba terbangun ketika mendengar suara seseorang berteriak memanggil Ray dan tidak berapa lama terdengar suara dua orang berdebat. Ray dan Kimberly sangat familiar dengan suara salah satu pria tersebut siapa lagi kalau bukan Paman Donald, hal itu membuat mereka berdua bangun dari ranjang.
"Sayang, kamu di sini saja biarkan aku yang menemui pria itu karena aku ingin tahu kenapa pria itu bertengkar dengan Paman dan sekaligus mencari keributan di mansionku." Ucap Ray sambil turun dari ranjang.
Ray yang memakai pakaian serba hitam langsung mengganti pakaian tidur dengan terburu - buru sedangkan Kimberly yang melihat suaminya turun dan ingin melihat apa yang terjadi membuat Kimberly ikut turun dari ranjang.
"Sayang, di sini tempat paling aman karena ini merupakan ruang rahasia yang hanya di ketahui olehku dan Paman Donald. Sekarang tambah satu yaitu kamu jadi lebih baik kamu di sini saja biar aku menemui mereka." Ucap Ray sambil berjalan ke arah rak buku yang berada di pojokkan dekat lukisan Kimberly dengan Ray waktu mereka menikah.
Ray menarik salah satu buku tersebut dan tidak berapa lama rak buku tergeser hingga terlihat kamar pribadi milik Ray. Ray masuk ke dalam kamarnya dan diam-diam Kimberly mengikutinya.
Ray keluar dari kamarnya dan melihat Paman Donald sedang bertengkar dengan pria paruh baya.
"Aku sangat yakin cucuku di culik oleh Tuan Ray." Ucap pria tersebut.
"Dari mana Anda yakin kalau aku yang menculik cucu Tuan?" Tanya Ray dengan nada dingin.
"Dari rekaman cctv, di mana cucuku?" Tanya pria paruh baya tersebut sambil mengeluarkan pistol dan diarahkan ke kening Ray.
Paman Donald dan Ray sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pria paruh baya tersebut. Paman Donald langsung mengeluarkan pistol namun di tahan oleh ke dua anak buahnya pria paruh baya tersebut.
"Di mana cucuku!" Bentak pria paruh baya tersebut sambil menarik pelatuknya.
"Kimberly adalah istriku dan aku sangat mencintainya jadi Tuan tidak berhak mengatur apalagi memisahkan aku dengan Kimberly." Ucap Ray sambil menatap tajam ke arah pria tersebut tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Selama ini Tuan kemana saja ketika Kimberly diperlakukan seperti budak? Ketika Ibu kandungnya Kimberly dengan sangat tega menjual Kimberly ke seorang pria cacat dan buruk rupa, Tuan kenapa tidak datang dan menghentikannya?" Tanya Ray.
"Aku memang salah di saat Kimberly terpuruk, aku sama sekali tidak ada. Tapi kini aku ingin menebus rasa bersalahku pada cucuku, sekarang kemana cucuku?" Tanya pria paruh baya tersebut dan tidak jadi menarik pelatuknya.
"Aku tidak akan mengatakannya." Jawab Ray dengan tegas.
"Baik, aku akan mencarinya namun sebelumnya kamu harus aku tembak karena orang tuamu membuat cucuku terkena luka tembak agar mereka merasakan bagaimana kehilangan putra kesayangannya." Ucap pria paruh baya tersebut sambil menarik pelatuknya.
"Jika sedikit saja melukai suamiku, aku tidak segan-segan menembakmu." Ucap Kimberly sambil mengarahkan pistol ke arah pria paruh baya tersebut.
"Kimberly, aku ini Kakekmu? Kakek yang sangat menyayangi dirimu." Ucap pria paruh baya tersebut sambil menurunkan pistolnya.
__ADS_1
"Kalau memang menyayangi diriku, jangan sakiti orang yang aku cintai yaitu suamiku." ucap Kimberly dengan tegas.
"Kimberly, orang tuanya tidak menyetujui hubungan kalian. Jadi bisa saja suamimu akan terpengaruh dengan ucapan orang tuanya." Ucap pria paruh baya tersebut.