
Ray hanya menganggukkan kepalanya kemudian Ray dan Paman Donald keluar dari ruangan tersebut dengan wajah di buat sesudah mungkin begitu pula dengan Paman Donald.
"Apa yang terjadi?" Tanya ke dua orang tuanya sambil menatap wajah sedih Ray.
"Nyonya Muda Raynaud tidak bisa diselamatkan." Jawab Paman Donald yang menjawab pertanyaan orang tua Ray.
'Akhirnya meninggal juga.' Ucap Mommy Cintya dalam hati sambil tersenyum jahat.
'Apa yang dikatakan Paman Alex dan Paman Donald benar, kalau Mommy sangat membenci Kimberly. Maaf Mom kalau Ray berbohong, Ray melakukan hal itu karena Ray sangat mencintai Kimberly dan Ray tidak ingin rumah tangga Ray hancur hanya karena dendam Mommy terhadap Ibunya Kimberly.' Ucap Ray dalam hati.
"Paman, antarkan aku pulang." Pinta Ray sambil berjalan meninggalkan ke dua orang tuanya dengan wajah lesu.
"Kamu tidak menunggu istrimu untuk dikuburkan?" Tanya Tuan Besar Reyhan.
"Tidak Dad, keluarganya sudah membawanya pulang." Jawab Ray dengan nada lirih.
"Mereka tidak punya hak untuk menguburkannya karena yang berhak adalah kamu suaminya." Ucap Tuan Besar Reyhan dengan nada kesal membuat Ray menghentikan langkahnya.
"Lebih baik Kimberly bersama orang - orang yang sangat tulus menyayanginya." Ucap Ray sambil berjalan melangkahkan kakinya.
__ADS_1
"Daddy dan Mommy, Ray mohon untuk sementara Ray ingin menyendiri dan tolong hormati keputusan Ray." Sambung Ray.
"Sampai kapan kamu menyendiri?" Tanya Mommy Cintya.
"Mungkin seminggu atau dua Minggu atau lebih, entahlah Ray tidak tahu." Jawab Ray sambil masih melangkahkan kakinya diikuti oleh Paman Donald.
"Ray tunggu!" Teriak Tuan Besar Reyhan.
"Sudahlah Dad, biarkan saja Ray lagi ingin menyendiri jadi kita hormati keputusan Ray." Ucap Mommy Cintya.
"Tapi Mom...." Ucapan Daddy Reyhan terpotong oleh Mommy Cintya.
"Mommy sangat yakin seminggu lagi Ray sudah bisa melupakan Kimberly dan kita bisa menengoknya sambil membawa calon istri Ray." Ucap Mommy Cintya.
"Daddy pikir saja, Kimberly tidak jelas asal usulnya karena orang tua Kimberly sering bergonta-ganti pasangan. Apakah pantas putra kita yang sangat tampan dan kaya serta dari keluarga terhormat mendapatkan wanita seperti Kimberly." Ucap Mommy Cintya.
"Untung saja Kimberly sekarang sudah meninggal jika tidak, bisa dipastikan akan selingkuh mengikuti jejak orang tuanya." Sambung Mommy Cintya.
"Mommy tahu dari mana?" Tanya Daddy Reyhan dengan wajah sangat terkejut.
__ADS_1
"Dari sahabat Mommy yang juga korban dari ayahnya Kimberly." Jawab Mommy Cintya.
"Untung saja wanita itu sudah meninggal jadi kita bisa mencarikan penggantinya yang lebih baik dari Kimberly. Apalagi putra kita sekarang sudah tampan dan bisa berjalan dengan normal." Ucap Daddy Reyhan.
"Betul sekali." Jawab Mommy Cintya.
"Oh ya Mom, terima kasih Mommy sudah memaafkan kesalahan yang Daddy lakukan selama ini. Jujur Daddy tidak tahu kalau wanita ular itu ternyata sangat jahat." Ucap Daddy Reyhan.
"Tidak apa-apa Dad, asalkan Daddy tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena jika itu terjadi Mommy akan pergi dari kehidupan Daddy." Ucap Mommy Cintya dengan nada setengah mengancam.
"Daddy janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Daddy Reyhan.
Mommy Cintya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka mengobrol kembali sambil berjalan meninggalkan tempat tersebut.
Tanpa sepengetahuan mereka kalau pembicaraan mereka di rekam oleh seseorang kemudian dikirimkan lewat pesan WA.
'Kalian memang sangat jahat dan tidak punya perasaan, tunggulah pembalasanku.' Ucap pria paruh baya tersebut dalam hati kemudian pria tersebut keluar dari persembunyiannya dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :