
"Karena wajahmu sangat buruk karena itulah kami tidak mengijinkannya." Ucap Ibunya dengan nada dingin tanpa melihat wajah Ray.
"Apa yang dikatakan Mommy Mu benar, kami sangat jijik melihat wajahmu." Sambung Tuan Besar Reyhan.
Tanpa punya perasaan ke dua orang tua Ray mengatakan hal itu membuat Ray sangat terluka. Kimberly hanya bisa mengusap punggung suaminya sedangkan ke dua adik kembar Ray menatap betapa cantiknya Kimberly.
"Kakak ipar, Kakakku sangat jelek dan lumpuh lebih baik minta cerai dan pilihlah aku." celetuk adik ipar ke dua.
"Aku juga mau." Ucap adik ipar ke tiga.
"Maaf, aku lebih mencintai Kakak kalian dan tolong hormati Kakak kalian." Ucap Kimberly sambil menahan kesal.
"Kakak ipar tenang saja aku juga kaya lebih kaya lagi dari pada kakakku. Jadi apapun yang Kakak minta akan aku turuti." Ucap adik ipar ke tiga.
"Sayang sekali aku mencintai Kakak kalian karena tulus bukan karena harta." Jawab Kimberly.
"Dasar muna..." Ucapan ke dua adiknya Ray terpotong oleh Ray.
"CUKUP!" Teriak Ray yang tahu kalau ke dua adiknya ingin mengatakan istrinya munafik karena dirinya tahu sifat Kimberly.
__ADS_1
"Jangan membentak adikmu!" Ucap Mommy nya dengan nada satu oktaf.
"Oh ya aku baru ingat kalau Mommy mempunyai adik kembar, apa jangan-jangan Tante menyamar menjadi Mommy Ku?" Tanya Ray sambil menatap ke arah wanita tersebut sambil tersenyum sinis.
"Apa maksudmu Ray? Aku ini Mommy Mu." Ucap wanita tersebut sambil menutupi wajah pucat nya.
Tuan besar Reyhan, Kimberly dan Ray melihat perubahan wajah wanita tersebut.
"Mommy Ku adalah wanita yang sangat tulus mencintai putranya bahkan merelakan dirinya menjadi tamengku agar aku tidak terkena luka bakar tapi karena kebakarannya sangat besar membuatku juga ikut terbakar hingga wajahku hancur seperti ini dan membuatku lumpuh." Ucap Ray.
"Tapi sejak kejadian itu Mommy sama sekali tidak menengok diriku padahal saat itu aku masih kecil dan membutuhkan kasih sayang dan perhatian karena wajah buruk ku dan ke dua kakiku lumpuh." Sambung Ray.
"Aku Mommy Mu, Ray." Ucap Mommynya bersikeras.
"Daddy, sebelum Ray kehilangan kesadaran waktu terjadi kebakaran Mommy mengatakan pada Ray : Maafkan Mommy yang sangat egois, seharusnya Mommy menuruti kata Daddy." Ucap Ray mengulangi perkataan Mommy Cintya tanpa memperdulikan ucapan wanita tersebut.
"Asal Daddy tahu, Mommy sebenarnya sangat merindukan Daddy tapi Oma dan Opa menangis sambil berlutut agar mengurusi mereka karena itulah Mommy dengan sangat terpaksa menuruti permintaan orang tuanya yang sangat egois." ucap Ray sambil menggenggam erat ke dua tangannya menahan amarahnya.
"Ray, kamu tidak boleh menghina orang tuaku yang juga Kakek dan Nenekmu." Ucap wanita tersebut.
__ADS_1
"Oh ya? Kalau tidak di sebut egois lalu apa? Tante Cinta pergi bersama banyak pria dan aku tidak tahu apakah ke dua anak kembar Tante Cinta apakah benar anak Daddy sekaligus adik kembarku? Sedangkan Mommy Ku mengurus orang tua yang tidak tahu diri dengan menjelekkan Daddy agar Mommy dan Daddy berpisah agar Tante bisa menikah dengan Daddy." Ucap Ray dengan nada dingin.
"Ray!" Bentak wanita tersebut.
"Ada apa Tante? Benar kan perkataan Ray?" Tanya Ray sambil melepaskan topengnya di depan mereka.
"Ray apa yang kamu lakukan?" Tanya Tuan Besar Reyhan yang terkejut melihat Ray menarik wajahnya.
"Sebenarnya waktu Ray kecil, Ray operasi wajah dan Ray sengaja menyembunyikannya sambil menunggu kedatangan kalian tapi ternyata sia-sia penantian Ray karena ke dua orang tua Ray tidak datang menemui ku bahkan ketika aku menikah dengan Kimberly." Jawab Ray yang kini berwajah sangat tampan membuat ke dua orang tuanya dan ke dua adik kembarnya sangat terkejut.
"Maafkan Daddy, Ray." Ucap Tuan Besar Reyhan.
"Maafkan Mommy juga Ray." Sambung wanita tersebut.
"Kamu bukan Mommy Ku, di mana Mommy Ku?" Tanya Ray dengan nada satu oktaf.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1