
"Apakah Kak Ray membuang kalung pemberianku?" Tanya Kimberly dengan wajah sendu.
"Kenapa Nona Kimberly bilang seperti itu?" Tanya Ray dengan wajah terkejut.
"Karena Kak Ray tidak memakai kalung pemberianku, apa jangan-jangan di buang?" Tanya Kimberly balik bertanya dengan wajah masih sendu.
"Tuan Muda Raynaud tidak mungkin melakukan itu karena kalung itu masih disimpannya bahkan Tuan Muda Raynaud meminta Pamannya untuk meminta pengrajin terkenal untuk membuatkan kotak kaca buat tempat kalung pemberian Nona Kimberly agar tidak rusak." Jawab Ray dengan jujur.
"Benarkah?" Tanya Kimberly dengan wajah berbinar-binar.
"Tentu saja." Jawab Ray.
"Aku nanti akan bertanya sama Kak Ray." Ucap Kimberly sambil memasukkan semua barang-barang yang di anggap berharga untuk dimasukkan ke dalam koper ukuran sedang.
"Apa yang kamu bawa?" Tanya Ray yang melihat Kimberly memasukkan dua kotak.
"Kotak pertama yang aku ambil dari pakaian berisikan ijasah dan piagam sedangkan kotak ke dua dari balik lemari pakaian isinya buku tabungan waktu aku masih kecil hingga sekarang karena aku suka menabung selain itu beberapa emas pemberian dari nenek dan kakekku yang sudah meninggal waktu aku berumur tujuh tahun." Jawab Kimberly jujur.
"Boleh lihat tabunganmu?" Tanya Ray penasaran.
"Boleh." Jawab Kimberly sambil memberikan buku tabungan.
Ray menerima buku tabungan milik Kimberly matanya langsung membulat sempurna karena tabungan Kimberly hampir mendekati nilai lima ratus juta.
Uang Ray sangat banyak melebihi Uang Kimberly yang hanya satu persen namun yang membuatnya bingung Kimberly bisa memiliki uang segitu banyak itu.
"Uang segini dari mana saja?" Tanya Ray penasaran.
"Pertama dari aku menabung sejak kecil hingga sekarang karena aku tidak pernah jajan jadi ketika orang tuaku memberikan aku jajan aku membawa bekal. Ke dua setiap Kakek dan nenek bertemu denganku, Kakek dan Nenek selalu memberikan aku uang lalu aku tabung dan yang ke tiga setiap aku ikut lomba lebih sering mendapatkan hadiah uang dan uang itu juga aku tabung." Jawab Kimberly menjelaskan.
"Maaf Kak, kita tidak bisa lama-lama di sini karena kasihan Paman menunggu di dalam mobil." Ucap Kimberly.
Ray hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kimberly meminta tolong membawa semua piala waktu dirinya mengikuti banyak lomba dan juara pertama untuk dimasukkan ke dalam dus yang disimpanny di dalam kolong tempat tidur.
"Kakak tidak menyangka di kolong tempat tidurmu ada kardus." Ucap Ray sambil memasukkan semua piala milik Kemberly.
"Dulu aku selalu berdoa dan berharap jika suatu saat nanti aku bisa pergi dari mansion ini karena itu sambil menunggu doaku terkabul aku menyimpan kardus untuk membawa semua barang-barangku." Ucap Kimberly.
Ray hanya menganggukkan kepalanya setelah beberapa saat mereka sudah selesai mempacking semua barang milik Kimberly. Kimberly menatap ke arah kamarnya untuk terakhir kalinya karena setelah ini dirinya tidak akan datang ke sini.
'Selamat tinggal kamarku, maaf kalau hari ini terakhirku untuk datang ke kamar ini karena setelah aku menikah dengan Kak Ray maka hubunganku dengan keluargaku putus.' Ucap Kimberly dalam hati sambil tersenyum namun tampak jelas kesedihan di matanya.
__ADS_1
'Jika Kak Ray bosan padaku maka aku akan pergi jauh sekali agar aku bisa melupakan semua kesedihan ku.'Sambung Kimberly dalam hati.
"Ayo Kak Ray kita pergi." Ucap Kimberly sambil membuka pintu.
Deg
Ray sangat terkejut karena tiba-tiba Kimberly memanggil nama Ray bukan Alex. Apakah Kimberly tahu kalau dirinya menyamar? Itu yang ada dipikiran Ray.
"Kak Ray?" Tanya ulang Alex.
"Maaf maksudku Kak Alex." Jawab Kimberly sambil berjalan keluar dari kamarnya dengan diikuti oleh Ray.
"Kimberly!" Teriak seorang pria paruh baya yang tiba-tiba datang sambil bertolak pinggang siapa lagi kalau bukan Daddy Kevin.
Ray yang bisa membaca situasi langsung meletakkan dusnya ke lantai kemudian mengambil ponselnya dari saku jasnya. Ray dengan cepat mengirim pesan agar bodyguardnya datang ke lantai tiga.
"Ada apa Dad?" Tanya Kimberly sambil menatap Daddy Kevin dengan wajah masih sangat kecewa karena dirinya dijadikan gadis pelunas hutang.
Saat itu hati Kimberly sangat sakit ketika dirinya dijadikan gadis pelunas hutang namun hatinya lebih sakit lagi ketika dirinya menolaknya, Daddy Kevin dengan tega memberikan pilihan menikah dengan Tuan Raynaud atau di jual ke pelelangan dan hasilnya untuk melunasi hutang Daddy Kevin.
Terlebih Mommy Valen menampar dirinya dengan sangat keras dan rasa sakit itu masih terasa di tambah lagi tanpa punya rasa bersalah adiknya yang bernama Bela merebut kekasihnya bahkan menjelekkan dirinya.
"Benar kata Mommy kalau kamu memasukkan sembarang pria lain, dasar wanita ja lang!" Bentak Daddy Kevin.
"Apa benar yang dikatakan oleh Mommy dan Bela?" Tanya Daddy Kevin dengan nada satu oktaf.
Kimberly menatap ke dua orang tuanya dan Bela secara bergantian sedangkan Ray yang mendengar hinaan mereka terhadap Kimberly membuat Ray ingin bicara namun tangannya di genggam oleh Kimberly tanda dirinya di suruh diam.
"Benar atau tidak perkataan Mommy dan Bela, bukankah aku sudah dijadikan gadis pelunas hutang? Di mana Daddy menyerahkan aku ke Tuan Besar Reyhan untuk diberikan ke Tuan Muda Raynaud." Jawab Kimberly.
"Apakah Daddy lupa saat itu Daddy mengatakan padaku di depan Mommy dan Bela dengan mengatakan :
"Kimberly! Kamu ada dua pilihan menikah dengan Tuan Raynaud atau Daddy jual ke pelelangan dan hasilnya untuk melunasi hutang Daddy, mana yang kamu pilih?" Ucap Kimberly mengulangi perkataan Daddy Kevin.
"Daddy pasti ingat dengan syarat yang aku ajukan, di mana aku mengatakan :
"Baiklah aku akan menikah dengan Tuan Raynaud tapi dengan satu syarat." Pinta Kimberly mengulangi perkataannya.
"Lalu Daddy bertanya padaku : Apa itu syaratnya? Kamu jangan meminta uang Daddy karena Daddy tidak punya uang. Sedangkan Mommy bilang padaku : Mommy punya uang dan perhiasan tapi semuanya untuk biaya hidup kami dan biaya pernikahan adikmu dengan Tio. Untukmu Mommy tidak bisa memberikannya walau satu sen pun. Mommy dan Daddy masih ingat dengan perkataan ini bukan?'' Tanya Kimberly dengan mata berkaca-kaca.
"Lalu aku bilang : Daddy dan Mommy tenang saja, Kimberly tidak akan meminta uang satu sen pun. Kimberly hanya minta setelah Kimberly menikah hubungan keluarga kita putus karena Kimberly tidak mau dijadikan pelunas hutang yang ke dua." Ucap Kimberly sambil menatap ke atas agar air matanya tidak jatuh.
__ADS_1
"Lalu Daddy bertanya padaku : Apa maksudmu?" lalu aku bilang : Maksudku jika suatu saat nanti Tuan Raynaud menceraikan aku maka aku akan pergi dari kehidupan kalian dan juga kehidupan Tuan Raynaud. Aku tidak mau lagi menjadi wanita pelunas hutang untuk yang ke dua kalinya." ucap Kimberly dengan suara tercekat.
"Daddy sudah setuju dan kini aku sudah menyetujui untuk menikah dengan Tuan Muda Raynaud. Jadi di antara kita tidak ada hubungan sama sekali." Sambung Kimberly.
Tes
Tes
Kimberly yang tidak bisa menahan air matanya akhirnya mengeluarkan air matanya namun Kimberly langsung menghapusnya dengan kasar.
Sebenarnya dirinya tidak ingin mengatakan hal itu yaitu memutuskan hubungan antara orang tua dengan anak namun ke dua orang tuanya tega menjual dirinya ke pelelangan jika dirinya menolak menikah dengan Tuan Muda Raynaud.
Ray yang mendengar secara langsung ucapan Kimberly menggenggam erat ke dua tangannya menyalurkan kemarahannya membuat Kimberly kesakitan namun perasaan sedih dan hancur membuat Kimberly tidak memperdulikan rasa sakit itu.
"Kimberly! Daddy dan Mommy tidak ada niat untuk menjadikan kamu sebagai gadis pelunas hutang! Daddy dan Mommy sudah mengatakan padamu berulang kali untuk hidup sederhana tapi kamu selalu boros hingga kamu mengatakan pada kami untuk dijodohkan dengan Tuan Muda Ray." Ucap Daddy Kevin dengan nada satu oktaf.
"Pffttttttt ... Hahahaha ...." Tawa pecah Kimberly mendengarkan ucapan Daddy Kevin.
Ray bisa merasakan kalau Kimberly tertawa hambar, tawa Kimberly seperti tawa kesedihan karena dulu Ray pernah merasakan hal itu.
"Kalian bertiga sangat pintar berakting kenapa tidak jadi artis dan aktor? Pasti uangnya sangat banyak." Ucap Kemberly sambil tersenyum miring.
"Dasar anak kurang a jar!" bentak Daddy Kevin sambil mengangkat tangannya ke atas bersiap menampar pipi Kimberly.
Grep
"Jangan pernah sekali - kali menampar Kimberly kalau tidak ingin perusahaan anda bangkrut." Ucap Ray sambil menahan tangan Daddy Kevin dengan nada mengancam.
"Ahhhhhhh!" Teriak Daddy Kevin dengan wajah kesakitan.
Ray yang sejak tadi terdiam dan menahan amarahnya tanpa sengaja melihat kalau Daddy Kevin mengangkat tangan kanannya dan ingin menampar Kimberly, Ray langsung menahan tangan Daddy Kevin kemudian menekuk tangan Daddy Kevin ke depan membuat Daddy Kevin berteriak kesakitan.
"Lepas! Kamu hanya seorang pegawai rendahan dan jangan ikut campur urusan kami!" Bentak Daddy Kevin sambil berusaha menarik tangannya tanpa memperdulikan ancaman Ray karena Daddy Kevin yakin kalau Ray hanyalah seorang pembual.
Bruk
"Aku akan ikut campur jika Kimberly di sakiti orang lain termasuk Anda." Ucap Ray dengan nada tegas kemudian mendorong tubuh Daddy Kevin hingga terjatuh ke lantai.
"Kimberly." Panggil Ray.
"Ya." Jawab Kimberly singkat sambil menatap Daddy Kevin dengan perasaan bingung antara ingin membantunya berdiri namun dirinya sudah terlanjur kecewa dengan sikap ke dua orang tuanya dan adiknya.
__ADS_1
"Kamu ingin tahu sebuah rahasia yang selama ini kamu tidak tahu yaitu kenapa sikap mereka seperti itu padamu?" Tanya Ray sambil menatap ke arah Kimberly yang matanya memerah karena air matanya tidak berhenti keluar.