Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Penyamaran


__ADS_3

"Sebenarnya Nyonya Valen sudah meninggal sedangkan Tuan Kevin dan Bela masih hidup." Jawab Ray.


"Apa? Mommy meninggal?" Tanya Kimberly dengan wajah terkejut.


"Ya." Jawab Ray singkat.


"Siapa yang membunuhnya? Kak Ray tidak ada hubungannya dengan kematian Ibuku kan?" Tanya Kimberly sambil menatap suaminya dengan tatapan sendu.


"Tidak, Mommy mu meninggal karena di cekik oleh Bela dengan di bantu suaminya sekaligus Ayah tirimu." Jawab Ray.


"Apa? Jawab sekali mereka." Ucap Kimberly dengan wajah terkejut.


"Betul, sekarang apa yang mesti aku lakukan dengan mereka berdua?" Tanya Ray.


"Lebih baik mereka di tembak mati saja karena mereka bukan lagi manusia tapi iblis." Ucap Opa Alex.


"Tidak, lebih baik di bawa ke kantor polisi dan di hukum atas kejahatan yang mereka lakukan." Ucap Kimberly yang menolak kalau Daddy Kevin dan Bela di tembak mati.


"Tapi Kimberly kalau mereka berhasil kabur dan membalaskan dendamnya padamu, bagaimana?" Tanya Ray.


"Apa yang dikatakan Ray benar belum lagi Ayah kandungnya Bela ingin menculikmu." Ucap Opa Alex yang membenarkan ucapan Ray.


Kimberly menghembuskan nafasnya dengan perlahan, dalam hatinya yang paling dalam dirinya tidak tega jika Bela mati karena bagaimanapun Bela masih ada hubungan darah walau Bela sering berbuat jahat.


"Aku tidak ingin mereka mati, silahkan di hukum seperti apa." Ucap Kimberly akhirnya.

__ADS_1


"Baik, sekarang tentangmu." Ucap Ray.


"Aku kenapa?" Tanya Kimberly dengan wajah bingung sambil menunjuk wajahnya.


"Ayah kandungnya Bela ingin menculikmu dan ke dua orang tuaku yang tidak menyetujui hubungan kita." Jawab Ray.


"Benar katamu, apalagi kalau orang tuamu sampai tahu Kimberly masih hidup bisa dipastikan mereka akan melakukan berbagai cara." Ucap Opa Alex.


"Apakah kamu ada rencana?" Tanya Opa Alex.


"Ray ada." Jawab Ray.


"Apa itu rencananya?" Tanya mereka bertiga bersamaan yang terdiri dari Kimberly, Paman Donald dan Opa Alex.


"Untuk sementara Kimberly tinggal di sini di ruang rahasia agar para pelayan yang setiap hari datang tidak tahu keberadaan Kimberly." Jawab Ray.


"Sampai mereka di tangkap dan kamu aman." Jawab Ray.


"Tapi aku bosan kalau di kamar terus-terusan." Ucap Kimberly.


"Kalau kamu merasa bosan, maka kamu bisa keluar dengan catatan kamu menyamar agar tidak ada yang curiga." Ucap Ray.


"Baiklah." Jawab Kimberly yang menyetujui usulan Ray.


"Untuk Opa Alex, jika ke mansionku aku ingin Opa bersandiwara." Pinta Ray.

__ADS_1


"Bersandiwara? Maksudnya?" Tanya Opa Alex dengan wajah bingung.


"Opa pura-pura marah padaku karena gara - gara aku Kimberly pergi dan tidak kembali agar mereka tidak curiga." Jawab Ray.


"Tenang saja, ini hanya sementara sampai aku menemukan para penjahat yang ingin menculik Kimberly." Sambung Ray.


"Baiklah, Opa setuju." Ucap Opa Alex.


"Aku juga." Sambung Kimberly.


"Kalau begitu, Opa pulang dulu jaga diri kalian." Ucap Opa Alex.


"Opa tidak menginap di sini?" Tanya Kimberly.


"Tidak, kalau Opa menginap di sini nanti yang ada mereka curiga." Jawab Opa Alex.


"Kalau ada apa-apa hubungi Opa." sambung Opa Alex.


"Baik Opa dan hati-hati di jalan." Ucap Kimberly sambil mengecup punggung tangan Opa Alex dan di lanjut oleh Ray.


"Maaf Opa, kami tidak bisa antar karena takutnya mansion ini di awali oleh mereka." ucap Ray.


"Opa mengerti." Jawab Opa Alex.


Opa Alex bersama para bodyguardnya pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan Kimberly dan Ray masuk ke dalam ruang rahasia selain aman dari musuh juga para pelayan yang besok pagi datang tidak melihat Kimberly.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Opa Alex ketika keluar dari mansion milik Ray, seorang pria berpakaian serba hitam yang sejak tadi menunggu di luar mansion langsung menghubungi seseorang.


"Aku bisa pastikan bisa menemukan Kimberly secepatnya agar putri kesayanganku dan istriku bisa dibebaskan." Ucap pria itu yang tidak lain Ayah kandung Bela yang bernama Tuan Bejo setelah dirinya sudah selesai menghubungi seseorang.


__ADS_2