Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Apa Yang Kamu Lakukan Kimberly


__ADS_3

"Aku ingin buatkan bubur buat suami tampanku, apakah tidak rela jika Aku pergi?" Tanya Kimberly sambil tersenyum manis dengan suara menggoda.


Ray tersenyum mendengar ucapan Kimberly, dirinya sangat bersyukur mempunyai istri yang menemaninya di saat dirinya sangat terluka akan sikap orang tuanya yang hanya memikirkan dirinya sendiri.


"Iya Aku tidak rela, temani Aku tidur." Ucap Ray.


"Nanti aku temani tidur tapi Suami tampanku harus makan dan ..." ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya.


"Dan apa?" Tanya Ray penasaran.


"Aku juga lapar ... Hehehehe ..." Ucap Kimberly sambil tertawa.


"Pffftttttttttt..." Tawa Ray.


Ceklek


Kimberly tersenyum sambil mengedipkan matanya kemudian membalikkan badannya meninggalkan kamarnya.


'Aku akan melakukan apapun agar suamiku bahagia karena aku sangat mencintaimu dengan tulus.' Ucap Kimberly dalam hati.

__ADS_1


'Aku tidak tahu apa jadinya aku jika Kimberly tidak hadir dalam diriku. Aku sangat mencintaimu dan terima kasih atas semua yang kamu lakukan untukku.' Ucap Ray dalam hati sambil memejamkan matanya.


Ray terluka akibat tendangan dan pukulan dua pria tersebut tapi tidak sebanding dengan hatinya yang sangat terluka ketika melihat orang tuanya yang hanya melihatnya tanpa melakukan apapun ketika Ray di hajar oleh dua pria.


Hingga dua puluh menit kemudian barulah bubur buatan Kimberly sudah jadi. Kimberly berjalan ke arah kamarnya dan bertemu dengan Paman Donald.


"Maaf Nyonya Ray, biar saya bantu membawakan buburnya." Ucap Paman Donald.


"Panggil aku Kimberly, Paman." Ucap Kimberly sambil memberikan bubur ayam.


"Maaf Nyonya Kimberly, saya tidak berani." Jawab Paman Donald sambil menerima mangkok yang berisi bubur ayam.


"Kenapa tidak berani? Selama ini tidak ada yang menyayangi ku dengan tulus hanya suamiku dan Paman yang menyayangi ku dengan tulus. Aku sudah menganggap Paman Donald adalah Pamanku bagian dari keluarga kami bukan sebagai orang yang bekerja di mansion milik suamiku." ucap Kimberly dengan nada tulus.


Ceklek


"Apa yang dikatakan Kimberly benar, hanya istriku dan Paman yang sangat tulus menyayangi diriku." sambung Ray sambil berusaha bangun.


"Terima kasih." Ucap Paman Donald terharu dengan perkataan sepasang suami istri tersebut.

__ADS_1


Kimberly yang melihat suaminya meringis menahan rasa sakit ketika bangun membuat Kimberly berjalan ke arah suaminya untuk membantunya duduk dengan bersandar di kepala ranjang.


"Aku juga sangat berterima kasih karena Paman sangat tulus menyayangi dan menjaga suamiku di saat suamiku terpuruk." Ucap Kimberly.


Paman Donald hanya menganggukkan kepalanya kemudian meletakkan mangkok tersebut ke atas meja dekat ranjang. Kemudian Paman Donald pamit dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Sayang, apakah kamu lapar banget?" Tanya Kimberly.


"Belum, memang kenapa?" Tanya Ray balik bertanya.


"Aku mau mandi dulu setelah itu aku akan menyuapi Kak Ray." Jawab Kimberly.


"Mandilah." Ucap Ray.


"Ok." Jawab Kimberly singkat sambil berdiri.


"Pantas saja ada yang bau ternyata istriku belum mandi." Ucap Ray usil.


Kimberly yang berjalan ke arah kamar mandi membalikkan badannya dan berjalan ke arah ranjang sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Glek


"Apa yang kamu lakukan Kimberly?" Tanya Ray dengan wajah terkejut melihat senyuman jahat istrinya membuat Ray menelan salivanya dengan kasar.


__ADS_2