Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Mommy Cintya dan Tante Cinta


__ADS_3

"Aku ini Mommy mu, Mommy Cintya." Jawab wanita tersebut bersikeras.


"Baik kalau begitu, di mana Tante Cintya?" Tanya Ray.


"Dia ada di luar negeri bersama suaminya." Jawab wanita tersebut.


"Hubungi Tante Cintya sekarang dan aku ingin mendengar suaranya." Pinta Ray.


"Adikku sangat sibuk bersama suaminya jadi agak susah menghubungi dirinya." Jawab wanita tersebut.


Ray langsung berdiri membuat mereka sangat terkejut kecuali Kimberly. Ray berjalan ke arah wanita tersebut membuat wanita tersebut berjalan mundur.


"Kalau kamu memang Mommyku, pasti Mommyku sudah di operasi wajahnya. Kalau memang operasinya berhasil pasti akan datang menemui ku dan mengajakku supaya aku juga di operasi tapi Tante tidak melakukannya." Ucap Ray dengan nada dingin sambil menghentikan langkahnya.


"Aku tahu kenapa Tante tidak melakukannya? Karena Tante ingin menguasai harta Daddy bersama ke dua anak haram Daddy dan mempengaruhi Daddy supaya membenciku, benar bukan?" Tanya Ray sambil tersenyum menyeringai.


"Ray!" Bentak wanita tersebut.


"Kak Ray, kami ini kakakmu." Ucap ke dua adik kembarnya.


"Daddy, lihatlah wajah ke dua anak haram itu. Apakah mirip Daddy?" Tanya Ray tanpa memperdulikan ucapan mereka.


Tuan Besar Reyhan menatap ke dua anak kembarnya dan benar apa yang dikatakan oleh Ray hal itu membuat Tuan Besar Reyhan menatap ke arah istrinya.


"Aku baru ingat waktu itu istriku di rumah sakit karena seluruh tubuhnya terbakar tiba-tiba adik kembarnya datang dan mengatakan kalau dirinya punya kenalan di luar negri. Ketika aku ingin mengajak istriku dan kamu, adik iparku melarang katanya putra kami masih kecil dan memintaku untuk fokus mengurus mu." Ucap Tuan Besar Reyhan.


"Adik iparku mengatakan dirinya bisa menemani Kakak kembarnya karena aku percaya akhirnya mereka pergi hingga sebulan kemudian datang seorang wanita mengaku istriku yang berada di sebelahku." Sambung Tuan Besar Reyhan.


"Apakah wanita itu membawa adik kembarnya?" Tanya Ray yang tidak mau memanggil Mommy.


"Tidak katanya adiknya sibuk mengurus suaminya." Jawab Tuan Besar Reyhan.


"Kita sangat bod*h Dad, di bohongi oleh wanita itu." Ucap Ray sambil berjalan ke arah wanita itu.

__ADS_1


Duag


Duag


"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua adik kembarnya bersamaan.


Bruk


Bruk


Selesai mengatakan itu, Ray mengarahkan ke dua tangannya ke leher wanita tersebut untuk di cekik membuat ke dua adik kembarnya berusaha menolong Mommynya.


Ray yang mempunyai tingkat waspada tinggi menendang perut adiknya yang nomer dua sedangkan Kimberly menendang adiknya yang bungsu. Membuat ke dua adik kembar tersebut berteriak kesakitan dan duduk secara bersamaan. Tuan Besar Reyhan hanya menatap karena sejujurnya dirinya masih shock dengan apa yang telah terjadi.


"Di mana Mommyku!" Teriak Ray sambil mencengkram leher wanita itu dengan erat.


"A ...aku ... Mo ....Mommy mu." Ucap wanita itu dengan suara terputus - putus karena kurangnya oksigen.


Deg


Jantung Ray berdetak kencang membuat Ray melepaskan ke dua tangannya yang tadi digunakan untuk mencekiknya.


"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk..."


"Mommy." Panggil Ray sambil membalikkan badannya.


Mereka serempak menatap ke arah sumber suara dan semuanya sangat terkejut seorang wanita cantik bersama seorang pemuda tampan.


"Iya aku Mommy, maafkan Mommy yang datang terlambat itu semua karena Mommy di sekap oleh orang suruhan adik kembarku yang tersayang." Ucap wanita cantik tersebut yang bernama Mommy Cintya sambil menatap adik kembarnya dengan tatapan amarah dan kebencian.


"Ray sudah menduganya kalau wanita itu bukan Mommy Ray." Ucap Ray sambil menatap wanita tersebut yang duduk berlutut sambil menghirup udara sebanyak mungkin.


"Kalau kamu istriku lalu siapa pemuda itu? Apa Mommy selingkuh dengan pria lain?" Tanya Tuan Besar Reyhan.

__ADS_1


"Aish... dia anaknya Paman Donald, bodyguard sekaligus pengasuh putra kita. Memangnya Daddy tidak bisa membedakan Mommy sama adik kembarku." Omel Mommy Cintya dengan nada kesal sambil bibir bawahnya dimajukan.


Deg


Jantung Tuan Besar Reyhan berdetak kencang karena melihat istrinya masih sama sangat menggemaskan yaitu ketika marah atau kesal maka bibir bawahnya dimajukan. Berbeda ketika bersama wanita yang selama ini mendampingi dirinya selain itu istrinya tidak mempunyai hobby belanja sedangkan wanita itu mempunyai hobby belanja.


"Ray, kita pergi saja dari sini biarkan Daddy dan adik kembarku bahagia. Mommy akan mengurus surat perceraian agar Mommy tidak menggangu rumah tangga orang lain apalagi rumah tangga saudara kembarku." Ucap Mommy Cintya dengan nada meledek adik kembarnya yang berwajah pucat pasi.


"Maafkan Daddy, sungguh Daddy tidak tahu kalau Daddy dibohongi oleh wanita ular. Daddy tidak ingin bercerai dengan Mommy karena Daddy masih mencintai Mommy." Ucap Tuan Besar Reyhan.


"Seharusnya Daddy bisa membedakannya, sifat dan hobby Mommy dengan adik kembarku yang sangat jauh perbedaannya." Ucap Mommy Cintya.


"Daddy mohon berikan Daddy kesempatan ke dua dan wanita ular itu akan Daddy usir bersama dua anak wanita ular itu." Mohon Tuan Besar Reyhan.


"Oh ya sampai lupa, ke dua ponakanku ini bukan anak Daddy tapi anaknya dengan mantan suaminya yang sudah miskin." Sambung Mommy Cintya tanpa menjawab permohonan suaminya.


"Ayo Mom, lebih baik kita pergi dari sini." Ucap Ray sambil memeluk Mommy Cintya karena dirinya sangat merindukannya.


Mommy Cintya hanya menganggukkan kepalanya dan belum mengetahui kalau putranya sudah menikah karena itulah dirinya tidak menyapa Kimberly.


Mereka berdua berjalan dengan diikuti oleh Kimberly dari arah belakang hingga terdengar suara tawa siapa lagi kalau bukan wanita itu yang bernama Tante Cinta.


"Pffftttt hahahaha...." Tawa Tante Cinta pecah dan tiba-tiba berhenti tertawa di ganti dengan senyuman devil.


Mommy Cintya, Ray dan Kimberly menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan menatap ke arah Tante Cinta.


"Selama bertahun - tahun aku bersandiwara dan hidup bahagia bersama suamimu tapi gara-gara kehadiranmu semua rencanaku rusak." Ucap Tante Cinta sambil diam-diam mengambil pistol kecil yang selalu di bawa dari saku dress nya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2