Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Rahasia Masa Lalu Cintya


__ADS_3

"Coba tanya sama Paman Donald." Usul Kimberly.


"Kenapa tanya sama Paman Donald?" Tanya Ray.


"Siapa tahu Paman Donald sebelum Kak Ray lahir tinggal di mansion ini jadi bisa tahu apa yang terjadi di mansion ini." Jawab Kimberly.


"Apa yang dikatakanmu memang benar, sebelum Aku lahir Paman Donald tinggal di mansion ini hingga aku berumur lima tahun lebih barulah Aku dan Paman tinggal di mansion yang kita tempati sekarang."Ucap Ray.


Ray menghubungi Paman Donald untuk datang ke kamar orang tuanya setelah selesai Ray menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


Dua menit kemudian pintu kamar tersebut di ketuk seseorang dan Ray mengatakannya untuk masuk.


Ceklek


Paman Donald berjalan ke arah Ray dan Kimberly hingga di depan mereka Paman Donald menghentikan langkahnya.


"Ada apa Ray?" Tanya Paman Donald.


"Paman, Ray ingin membuka brangkas ini tapi Ray tidak tahu berapa nomer pinnya." Jawab Ray.


Paman Donald menatap ke arah brangkas kemudian menatap ke arah lukisan di mana lukisan tersebut ada gambar orang tua Ray dan Ray kecil. Paman Donald berjalan ke arah lukisan tersebut kemudian mengambilnya. Paman Donald mengamati lukisan tersebut hingga dirinya melihat tanggal di buatnya lukisan.


"Coba tekan satu sembilan kosong tiga tujuh empat." ucap Paman Donald.

__ADS_1


"Baik Paman." Jawab Ray patuh.


Ray menekan angka yang di sebut oleh Paman Donald hingga mereka mendengar suara klik tanda pinnya benar. Ray mengulurkan tangannya untuk membuka brangkas tersebut dan melihat tumpukan uang yang sangat banyak, beberapa perhiasan, emas batangan dan beberapa dokumen. Ray mengambil dokumen tersebut kemudian berjalan ke arah ranjang.


"Paman dan Kimberly masukkan semua uang ke dalam tas, Aku ingin membagi - bagikan uang itu untuk penghuni mansion ini." Pinta Ray sambil duduk di sisi ranjang.


'Mungkin dengan ini bisa mengurangi dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh Daddy dan Mommy semasa hidup.' Sambung Ray dalam hati.


"Baik." Jawab Paman Donald dan Kimberly bersamaan.


Kimberly dan Paman Ray menatap sekeliling kamar hingga mereka melihat koper kecil kemudian Paman Ray mengambil koper tersebut. Kimberly dan Paman Ray memasukkan semua uang ke dalam koper tersebut sedangkan Ray membaca satu persatu dokumen tersebut.


Hingga Ray melihat sebuah diari kecil karena penasaran Ray membukanya dan membaca isinya.


"Aku dan Valen adalah kawan karib namun entah kenapa tiba-tiba Vincent memutuskan hubungan kami secara sepihak dan membuatku bertambah terpukul Valen dan Vincent menjadi pasangan kekasih.


"Di saat hatiku terluka ada seorang pria yang bernama Kak Reyhan. Kak Reyhan bisa membuatku menghilangkan rasa sakit karena di khianati oleh Vincent dan akhirnya kami menikah dan mempunyai anak bernama Raynaud."


"Secara tidak sengaja Aku bertemu dengan Valen dan Valen bercerita kalau dirinya hamil anak Vincent, saat itu Aku hanya diam saja karena Aku tidak perduli dengan mereka.


"Hingga suatu ketika Aku mendengar Vincent dijodohkan oleh orang tuanya dengan sahabat baikku dan mereka akan menikah."


"Namun seminggu sebelum menikah sahabat baikku meninggal di tabrak truk."

__ADS_1


"Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya sahabatku memintaku untuk membalaskan dendam ke Valen dan juga anak yang dikandung Valen karena telah membuatnya dirinya dan anak yang dikandungnya di tabrak."


"Saat itu Aku bertambah sangat marah ketika sahabatku mengatakan kalau hubunganku dengan Vincent putus ada hubungannya dengan Valen."


"Sahabatku mengatakan kalau Aku selingkuh dengan pria lain karena itulah untuk membalaskan dendamku, Sahabatku melakukan hal yang sama pada Valen namun dirinya tidak bisa menolak pesona Vincent hingga akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri."


"Aku tidak marah sama sahabatku tapi Aku sangat marah pada Valen karena telah tega membunuh sahabat dan juga janin yang ada di kandungan sahabatku."


"Sejak saat itu Aku berjanji akan membalaskan dendam kepada Valen beserta keturunannya, apapun caranya."


Ray menghembuskan nafasnya dengan perlahan, kini dirinya mulai mengerti kenapa Ibunya sangat membenci Kimberly.


Kimberly dan Paman Donald kini sudah selesai kemudian Kimberly berjalan ke arah ranjang di mana suaminya sedang menatap ke arah diari kecil yang di pegangnya.


"Ada apa Kak?" Tanya Kimberly sambil duduk di samping Ray.


Tanpa menjawab Ray memberikan diari kecil tersebut ke istrinya dan Kimberly menerimanya lalu membacanya kata demi kata sedangkan Ray menatap ke arah jendela balkon.


"Ternyata orang tuaku sangat tega menyakiti Mommy Cintya dan sahabat Mommy Cintya terlebih Mommyku." Ucap Kimberly dengan mata berkaca-kaca setelah dirinya selesai membaca diari kecil milik Ibunya Ray.


"Kak Ray." Panggil Kimberly.


"Ya." Jawab Ray singkat.

__ADS_1


"Jika Kak Ray membenciku dan menuruti permintaan Mommy untuk menceraikan Aku maka Aku tidak akan marah ataupun membenci Kak Ray. Begitu pula jika Kak Ray ingin membalaskan sakit hati Kak Ray lakukanlah padaku sepuas hati Kak Ray dan Aku tidak akan melawan sedikitpun." Ucap Kimberly.


__ADS_2