Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Tamat


__ADS_3

"Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk suamiku." Sambung Kimberly.


Tes


Tes


Tes


Kimberly tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar membuat Kimberly menangis tanpa suara sedikitpun. Kimberly juga korban dari kebencian Ibunya di mana dirinya diperlakukan tidak adil.


Grep


"Sayangnya Kak Ray tidak bisa melakukannya karena Kak Ray sangat mencintaimu dengan tulus. Kak Ray tidak perduli dengan masa lalu karena yang Kak Ray perdulikan adalah masa sekarang di mana kita hidup bahagia tanpa ada dendam dan mengingat masa lalu yang menyakitkan." Ucap Ray sambil memeluk pinggang Kimberly.


Kimberly memeluk tubuh kekar suaminya sambil menangis. Kimberly menangis bukan karena sedih tapi tangisan bahagia di mana perkataan suaminya membuat dirinya bersyukur mempunyai suami yang sangat tulus mencintai dirinya.


"Sstttttt... Jangan menangis, sekarang kita bagi-bagikan uang ini ke semua penghuni mansion." Ucap Ray sambil mendorong perlahan tubuh Kimberly kemudian menghapus air mata Kimberly dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


"Kalau boleh tahu kenapa uang ini dibagi-bagikan?" Tanya Kimberly.


"Karena Kakak berencana menjual mansion ini dan mansion yang kita tinggali sekarang ini." Jawab Ray yang ingin memulai hidup baru bersama istrinya dan anak-anak mereka nantinya.


"Lalu kita tinggal di mana?" Tanya Kimberly.


"Kita tinggal di mansion yang sudah lama Kakak beli sebelum kita menikah. Kita memulai hidup baru dan melupakan apa yang pernah terjadi di masa lalu." Jawab Ray.


"Apakah kamu setuju usulan Kakak?" Tanya Ray.


"Tentu saja Aku setuju apapun yang Kak Ray lakukan." Jawab Kimberly sambil tersenyum.


"Bagus, sekarang kita keluar dari kamar ini." Ucap Ray sambil berdiri begitu pula dengan Kimberly.


Mereka keluar dari kamar tersebut begitu pula dengan Paman Donald menuju ke ruang keluarga di mana semua penghuni mansion sudah berkumpul.


Ray mengumumkan ke semua penghuni mansion kalau dirinya berencana menjual mansionnya. Jika ada yang ingin keluar untuk pensiun maka Ray mengijinkannya tapi jika ingin masih bekerja dengan dirinya maka mereka akan tinggal di mansion yang baru milik Ray.


"Maaf Tuan dan Nyonya, jika ada yang tidak ingin bekerja apakah mendapatkan uang kompensasi?" Tanya salah satu pelayan.


"Jika seandainya tidak ada uang untuk jaminan masa tuaku maka lebih baik Aku bekerja di mansion baru." Sambung salah satu bodyguard yang sebenarnya ingin pensiun.


"Tentu saja ada dan mengenai besarnya yang di terima tergantung berapa lama orang itu bekerja" Jawab Ray.


"Maaf, maksud Tuan?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah terkejut.


"Maksudnya misalnya gaji kalian satu juta dan kalian bekerja selama sepuluh tahun maka satu juta dikalikan sepuluh tahun." Jawab Ray.


"Kalau begitu Aku mengajukan diri untuk tidak bekerja mengingat usiaku semakin bertambah tua." Ucap salah satu pelayan.


"Aku juga." Sambung yang lainnya.


"Baik, bagi yang tidak ingin bekerja maka tunggu depan ruang kerja nanti istriku dan Paman Donald akan memanggil satu persatu untuk dibagikan uangnya dan bagi yang masih ingin bekerja tetap di sini." Ucap Ray.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.


Kimberly dan Paman Donald berjalan ke arah ruang kerja diikuti oleh sebagian penghuni mansion sedangkan sebagian lagi ikut ke mansion bersama Ray masih bersama Ray di ruang keluarga.


"Maaf Tuan, sebenarnya Aku ingin mendapatkan uang itu buat bangun rumah karena sampai sekarang Aku belum punya rumah." ucap salah satu pelayan.

__ADS_1


"Kalau Aku ingin bayar hutang karena hutangku sangat banyak." Sambung pria satunya.


"Kalau Aku dua - duanya bayar hutang dan bangun rumah sederhana." Sambung pria satunya lagi.


"Sama Aku juga." Ucap mereka bersamaan.


"Aku mempunyai dua pilihan untuk kalian." Ucap Ray.


"Apa itu Tuan?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah pucat pasi karena mereka sangat takut kalau Ray akan mempersulit mereka.


"Pilihan pertama jika tidak di ambil maka tetap di hitung dari awal kalian pertama kerja dan pilihan ke dua jika di ambil uangnya maka di hitung dari awal lagi dalam arti kalian baru pertama kali masuk kerja." Jawab Ray.


"Kalau begitu Aku di hitung dari awal lagi tidak apa-apa asalkan utangku lunas." Ucap pengurus tanaman tersebut.


"Sama Aku juga di hitung dari awal lagi asalkan aku punya rumah." sambung pelayan.


"Kalau Aku untuk bangun rumah dan utangku." Sambung bodyguard.


"Baiklah kalau begitu kalian tunggu di ruang kerja dan yang lainnya siapkan barang-barang kalian karena sebentar lagi kita pindah." Ucap Ray.


"Baik Tuan." Jawab mereka bersamaan.


Mereka pun membubarkan diri sedangkan Ray berjalan ke arah ruang kerja milik Daddynya untuk membantu istrinya.


Kini hampir semua penghuni mansion sudah menerima uang kompensasi selanjutnya mereka mulai menyiapkan barang milik mereka. Ada yang ingin pulang kampung, ada yang menetap di kota dan ada yang bersiap untuk pindah kerja di mansion baru.


"Apakah ada yang belum mendapatkan kompesasi?" Tanya Ray.


"Ada dua bodyguard yang dulu ikut bersama Tuan Besar dan Nyonya Besar namun mengalami kecelakaan." Jawab Paman Donald.


"Kalau begitu berikan uang kompesasi ke keluarga mereka karena mereka mendapatkannya." Ucap Ray.


Setelah selesai mereka pergi ke mansion yang baru di mana semua barang-barangnya serba baru. Ray melakukan itu semua karena dirinya ingin menjalani hidup baru bersama istri yang sangat dicintainya dengan sepuluh hati dan melupakan apa yang telah terjadi.


Lima Tahun Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan kini Ray dan Kimberly sudah mempunyai dua anak kembar yang sangat tampan dan cantik mirip Ray dan Kimberly.


Untuk Ayah Tirinya dan adik tirinya sudah mati di tembak oleh anak buah Ray. Hal itu dilakukan agar tidak ada orang lagi yang mengusik Kimberly dan juga dirinya.


Sedangkan Paman Donald, sudah menikah dengan seorang pelayan yang sangat tulus mencintainya.


"Sayang, jangan lari-lari." Ucap Kimberly sambil berjalan ke arah mereka berdua.


"Mommy, kejar kami." Ucap ke dua anak kembarnya sambil berlari.


Hap


Hap


"Kalian ya senang banget usilin Mommy." Ucap Ray sambil menangkap ke dua anak kembarnya.


"Ah Daddy.... Kita kan lagi kejar-kejaran." Ucap Raynald.


"Iya nih Daddy, kita kan lagi kejar-kejaran sama Mommy." Sambung Rayna.


"Kalian berdua lainnya cepat banget." Ucap Kimberly sambil berjalan ke arah mereka.

__ADS_1


"Hehehehe..." Tawa ke dua anak kembarnya.


"Sekarang kalian main dulu ya." Ucap Ray sambil menurunkan ke dua anak kembarnya.


"Baik Dad." Jawab ke duanya bersamaan.


Cup


"Mommy lelah?" Tanya Ray kemudian mengecup bibir istrinya dengan lembut.


"Tidak Dad, pasti ngajakin gituan." Tebak Kimberly sambil mengambil tas milik suaminya.


"Hehehehe ... Mommy kok tahu? Memang terlihat ya?" Tanya Ray.


"Iya terlihat jelas di wajah Daddy." Jawab Kimberly.


"Memang terlihat apa Mom?" Tanya Ray penasaran.


"Terlihat wajah mesumnya." Jawab Kimberly sambil membalikkan badannya.


Grep


"Mesumkan sama istri sendiri, memang tidak boleh?" Tanya Ray sambil memeluk istrinya dari belakang karena tahu istrinya ingin kabur.


"Harus sama Mommy." Jawab Kimberly.


Ray hanya tersenyum kemudian menggendong Kimberly ala bridal style menuju ke arah kamar mereka untuk melakukan hubungan suami istri.


Ray dan Kimberly sangat bahagia terlebih ada dua anak mereka yang menambah kebahagiaan. Selama ini mereka tidak pernah bermimpi bisa sebahagia ini dan mereka sangat bersyukur dipertemukan dan hidup bahagia.


Tamat


Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tidak terasa novel ini sudah tamat dan terima kasih atas komentar, like, hadiah dan vote. Maaf kalau author tidak semua membalas komentar para pembaca tapi yang pasti author sangat senang dengan komentar para pembaca setiaku.


Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua. Amin.


Inti dari cerita ini adalah : Kita tidak boleh menghina orang lain karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.


Kimberly yang awalnya mempunyai kekasih namun dirinya di jual oleh keluarganya membuat Kimberly menerimanya. Kimberly berusaha menerima semua kekurangan suaminya baik itu wajahnya yang buruk rupa dan juga ke dua kakinya yang lumpuh.


Kesabaran Kimberly membuahkan hasil ternyata suaminya sangat tampan dan tidak lumpuh terlebih suaminya sangat tulus mencintai dirinya.


Sebagai pasangan suami istri harus ada saling percaya karena tanpa kepercayaan maka rumah tangga akan goyah dan berakhir perceraian.


Jika suami kita sedang marah usahakan sang istri diam karena jika ikut marah maka ujung-ujungnya ribut dan akhirnya wanita yang menjadi korban kekerasan para suami.


Begitu pula dengan pasangan jika pasangan kita setia maka setialah dengan pasangan kita dan terimalah pasangan kita apa adanya seperti dia menerima kita apa adanya karena manusia itu tidaklah sempurna.


Seperti yang pernah author dengar di berita di mana suami mem bu nuh istrinya lantaran istrinya sering marah dan tidak kuat akan omelannya. Seperti kata pepatah bilang mulutmu adalah harimaumu.


Author juga pernah mendengar berita di mana suami membunuh istrinya karena istrinya selingkuh dengan pria lain. Ketika dinasehati malah marah-marah.


Semoga kita dijauhkan dari itu semua dan hidup bahagia bersama pasangan kita bagi yang sudah menikah dan bagi yang belum, berdoalah dan pinta petunjuk ke Tuhan untuk dipertemukan jodoh yang baik dan bertanggung jawab.


Maaf kalau ada kata-kata ku yang salah dan semoga para pembaca selalu sehat, bahagia dan sukses selalu.

__ADS_1


Salam Author,


Yayuk Triatmaja


__ADS_2