Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Seandainya


__ADS_3

"Menurut Kak Ray?" Tanya balik Kimberly sambil melepaskan rambut palsunya kemudian meletakkan di meja dekat ranjang.


"Justru Kakak tidak tahu apa yang akan kamu lakukan." Jawab Ray.


Glek


Tanpa menjawab Kimberly membuka satu persatu pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun membuat wortel importnya perlahan menegang.


"Sayang, aku seksi tidak?" Tanya Kimberly sambil menggoyangkan pinggulnya dan menjilati bibirnya.


"Sek ... si ... Istriku sangat seksi." Jawab Ray dengan gugup dan wajah memerah.


"Sstttttt..."


Kimberly tersenyum kemudian berjalan ke arah ranjang lalu menyentuh wortel import milik suaminya membuat Ray mendesis.


"Enak sayang?" Tanya Kimberly.


"Enak banget apalagi kalau dimasukkan." Jawab Ray sambil memejamkan matanya menikmati tombak saktinya di belai oleh istrinya.


Kimberly tersenyum kemudian duduk di sisi ranjang lalu menarik celana panjang suaminya sedangkan Ray hanya diam menunggu apa yang dilakukan oleh istrinya sambil masih memejamkan matanya.


"Slurrp.."


"Ahhhhhhh..." suara merdu Ray keluar.


Kimberly memasukkan mulutnya ke dalam wortel importnya membuat Ray mengeluarkan suara merdunya.


"Apa yang sayang lakukan?" Tanya Ray sambil membuka matanya.


"Seperti yang suami tampanku lihat." Jawab Kimberly.


Kemudian Kimberly kembali memasukkan wortel import milik suaminya membuat Ray berteriak keenakan.


"Sayang terus... Ahhhhhhh ..." Racau Ray sambil kembali memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan oleh istrinya.

__ADS_1


Kimberly tersenyum jahil melihat wajah Ray memerah hingga akhirnya Kimberly berhenti dan berdiri dengan tegak. Ray yang merasakan tidak ada pergerakan membuka matanya dan menatap Kimberly dengan tatapan penuh gairah.


"Kenapa berhenti?" tanya Ray yang ingin minta diteruskan.


"Mau mandi." Jawab Kimberly tanpa dosa sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar mandi.


"Sayang, tanggung jawab sampai keluar." rengek Ray seperti anak kecil dengan wajah frustrasi.


"Tadi ada yang bilang katanya badanku bau karena belum mandi jadi aku mandi dulu setelah itu baru dilanjutkan lagi." Ucap Kimberly sambil membuka pintu kamar mandi.


"Sayang, kan aku hanya bercanda." Ucap Ray.


"Hehehehe... salah siapa bercanda?" tanya Kimberly sambil memalingkan wajahnya ke arah suaminya sambil menjulurkan lidahnya.


"Kimberly!" pekik Ray kesal.


"Pffttttttt... Hahahaha..." Tawa Kimberly sambil masuk ke dalam kamar mandi.


"Istriku sangat menggemaskan dan membuatku ingin segera dituntaskan." Ucap Ray yang merasakan wortel importnya berdenyut meminta jatah.


Ceklek


Ray membuka pintu kamar mandi dan melihat istrinya membelakangi dirinya sambil mandi dengan menggunakan shower.


Grep


"Istriku jahat banget." Ucap Ray sambil memainkan dua gunung kembar milik istrinya.


"Hehehehe..." Tawa Kimberly.


"Ahhhhhhh..." Desah Kimberly ketika Ray memainkan dua ujung gunung kembar istrinya.


Jleb


"Ahhhhhhh..." Desah Kimberly kembali ketika tubuhnya disatukan oleh suaminya.

__ADS_1


Ray tersenyum sambil memutar kran shower agar airnya berhenti keluar kemudian mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari wortel importnya.


Ray kembali memutar kran shower hingga tubuh mereka basah setelah basah barulah Ray memutar kran shower kemudian menyabuni tubuhnya dan juga tubuh istrinya tanpa melepaskan wortel importnya.


"Sayang, kenapa tidak di lepas?" Tanya Kimberly yang merasakan bagian privasinya ada yang mengganjal.


"Ada yang nakal makanya adik kecilnya tinggal di dalam." Jawab Ray sambil masih menyabuni tubuh istrinya.


"Aku nakal?" tanya Kimberly ulang sambil menggoyangkan pinggulnya secara perlahan.


"Kimberly, apakah masih kurang?" Tanya Ray tanpa menjawab pertanyaan Kimberly.


"Ingin lagi tapi tubuhku lemas." Jawab Kimberly.


"Kok tumben hari ini kamu nakal?" Tanya Ray.


"Nakal sama suami boleh dong." Ucap Kimberly.


"Harus nakal sama aku." Ucap Ray.


Selesai mengatakan hal itu Ray kembali menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga lima belas menit kemudian keluarlah lahar dari wortel importnya.


Ray menarik wortel importnya sambil tangan kirinya memeluk pinggang istrinya agar tidak terjatuh sedangkan tangan kanannya memutar kran shower.


Setelah selesai mandi Ray menggendong tubuh polos Kimberly kemudian meletakkan di atas lemari dekat kamar mandi.


"Sayang." Panggil Kimberly.


"Ya." Jawab Ray singkat sambil membuka lemari pakaian.


"Jika aku hamil, Kak Ray ingin anak laki-laki atau perempuan?" Tanya Kimberly.


"Laki-laki atau perempuan bagi Kakak sama saja." Jawab Ray sambil mengambil jubah handuk kemudian memakaikannya di tubuh polos Kimberly.


"Kalau seandainya aku tidak bisa hamil, apakah Kak Ray mencari wanita lain dan menceraikan aku?" Tanya Kimberly sambil menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


__ADS_2