
Dua jam kemudian seorang perawat membuka pintu ugd kemudian berjalan dengan langkah cepat lebih tepatnya berlari membuat Ray menatap perawat tersebut hingga tidak terlihat.
'Apa yang dilakukan perawat? Kenapa perawat itu berlari dengan wajah panik?' Tanya Ray dalam hati.
Tidak berapa lama perawat tersebut datang sambil membawa alat pengejut jantung membuat jantung Ray berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Suster, apa yang terjadi?" Tanya Ray.
"Nyonya Raynaud jantungnya semakin melemah karena itulah saya di minta untuk membawa alat pengejut jantung. Maaf Tuan saya ingin masuk ke dalam ruang perawatan." Ucap perawat tersebut.
Bruk
Seperti tidak bertulang Ray berlutut, hatinya sangat takut ... Takut kehilangan wanita yang sangat dicintainya. Wanita yang kemarin dinikahinya kini terbaring antara hidup dan mati.
Dalam hatinya sangat menyesali untuk datang ke mansion, jika saja dirinya melupakan dan berdamai dengan masa lalunya tentunya sekarang ini dirinya bersama istrinya sambil tertawa bersama.
Ceklek
Pintu ruang UGD terbuka membuat Ray bangun dan berjalan ke arah pintu ugd dan melihat wajah dokter menatapnya dengan tatapan sedih.
"Bagaimana keadaan istriku Dok?" Tanya Ray.
"Maaf Tuan, Istri Tuan ingin berbicara dengan Tuan." Jawab dokter tersebut sambil memiringkan tubuhnya agar Ray bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.
Tanpa menjawab Ray masuk ke dalam ruangan tersebut hingga akhirnya Ray melihat Kimberly menatapnya dengan tatapan kesedihan.
__ADS_1
"Sayang." Panggil Kimberly dengan nada lirih.
"Apa ada yang sakit?" Tanya Ray sambil berjalan ke arah Kimberly kemudian.
"Kak Ray, jaga diri Kak Ray baik-baik aku merelakan Kak Ray menikah lagi karena aku ingin menemani Kakek dan Nenekku." Jawab Kimberly dengan nada lirih.
Grep
"Jangan bilang seperti itu, Kakak sangat mencintaimu." Ucap Ray sambil menggenggam tangan Kimberly dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang, Mommy tidak setuju dengan hubungan kita jadi Kimberly mohon jangan bertengkar hanya karena aku karena aku tidak ingin Kak Ray jadi anak durhaka terlebih sejak lama Kak Ray merindukan Mommy." Ucap Kimberly sambil berusaha tersenyum.
"I love You... Jaga dirimu baik-baik." Sambung Kimberly dan tidak beberapa lama nafasnya mulai tersengal-sengal.
"Kimberly, aku mohon bertahanlah." Mohon Ray.
"I ..... Lo .... ve ... You ...." ucap Kimberly dan perlahan menutup matanya.
Tuttttttttttttt
Grep
"Kimberly !!! Tidakkkkkkl!" teriak Ray.
"Maaf Tuan, harap menunggu di luar." Pinta dokter tersebut.
__ADS_1
Ray langsung keluar dengan air mata tidak berhenti keluar sedangkan dokter tersebut memerintahkan perawat untuk mengambil alat pengejut jantung.
"1 .... 2 ... 3 ..." ucap dokter tersebut.
Tuttttttttttttt
Ray mendengar ucapan dan suara detak jantung yang berbunyi nyaring hingga pintu ruang ugd tertutup dengan rapat.
'Kimberly, seandainya aku tidak ke mansion kita pasti masih bersama. Jika kamu pergi bagaimana aku bisa hidup jika separuh nafasku pergi meninggalkan aku.' Ucap Ray dalam hati sambil berdiri di samping depan pintu ugd.
Ray tidak perduli jika dikatakan cengeng hingga pintu ugd terbuka Ray membalikkan badannya dan melihat dokter tersebut menatapnya dengan sendu.
"Bagaimana keadaan istriku Dok?" Tanya Ray.
"Maaf Tuan, Nyonya Raynaud tidak bisa diselamatkan." Jawab dokter tersebut.
"Dokter bercandakan? Istriku pasti masih hidup." Ucap Ray sambil menarik krah jas dokter tersebut.
"Ray, cukup! Tenang kan dirimu!" teriak Mommy Cintya sambil menarik tangan Ray yang tiba-tiba datang bersama suaminya Tuan Besar Reyhan.
"Uhuk ..." Uhuk ... Uhuk...."
Ray melepaskan tangannya membuat dokter tersebut terbatuk - batuk sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Sekarang Mommy puas bukan? Selamat Mommy, menantu Mommy yang dibencinya sudah meninggal dan bisa menyusul anak sahabat Mommy." Ucap Ray sambil tersenyum namun terlihat jelas wajah kesedihan dan kehilangan yang teramat sangat.
__ADS_1
"Ray, mommy ...." Ucapan Mommy Cintya terputus ketika Ray masuk ke dalam ruang perawatan.
'Mommy yakin, dengan berjalannya waktu kamu bisa melupakan istrimu dan menikah dengan wanita pilihan Mommy.' Ucap Mommy Felicia sambil tersenyum bahagia karena Kimberly sudah meninggal.