
"Mommy, kenapa memberikan aku pilihan sulit?" Tanya Ray dengan wajah frustasi.
Cinta menarik tubuh Kimberly yang masih terluka terkena luka tembak dan diikuti oleh ke dua anak kembarnya.
"Sekali lagi melangkah aku tidak segan-segan menembak salah satu anak kembarmu." Ancam Cintya sambil mengarahkan pistolnya ke arah salah satu ponakannya karena tubuh Cinta terhalang tubuh Kimberly.
"Aku tidak percaya kalau kamu tega menembak ponakanmu." Ucap Cinta yang tahu Kakak kembarnya mempunyai hati yang sangat baik.
Tapi Cinta lupa satu hal yaitu jika hati seseorang yang sering disakiti bisa saja orang yang sangat baik hati bisa menjadi orang yang sangat jahat itu juga berlaku untuk Cintya.
Cintya yang sangat sakit hati dengan orang tuanya karena tega memisahkan dirinya dengan suaminya demi adik kembarnya padahal dirinya mengurus orang tuanya dengan setulus hati.
Orang tuanya mau bekerja sama dengan adik kembarnya bahkan adik kembarnya juga tega telah membakar mansionnya membuat dirinya terpisah dengan suami dan putranya di tambah dirinya di sekap selama bertahun-tahun.
Dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak putra pertama Cinta.
bruk
"Vincent!" Teriak Cinta.
Cintya menembak bahu ponakan yang pertama membuat ponakannya berteriak kesakitan dan duduk berlutut menahan rasa sakit. Hal itu membuat Cinta berteriak memanggil nama putranya.
Dor
"Akhhhhhhhh.." Teriak Kimberly sambil berusaha merebut pistol tersebut.
__ADS_1
Cinta yang melihat putranya terluka mengarahkan pistolnya ke arah Cintya namun Kimberly yang tidak ingin Cintya tertembak merebut senjata yang di pegang oleh Cinta dan akhirnya Cinta menembak perut Kimberly. Kimberly berteriak kesakitan dan pandangan matanya mulai mengabur. Seandainya saja tubuhnya tidak di tahan oleh tangan Cinta bisa saja tubuh Kimberly ambruk ke lantai.
Grep
"Kimberly!" Teriak Ray sambil berjalan ke arah Kimberly tapi tangannya di tahan oleh Cintya.
"Mommy tidak ingin kamu terluka." Ucap Cintya dengan nada dingin.
"Tapi Mom, Kimberly terluka karena melindungi Mommy." Ucap Ray.
"Sudah sepantasnya seorang menantu melindungi mertuanya." Jawab Cintya.
"Tapi Mom..." Ucapan Ray terpotong oleh Cintya.
"Tidak ada tapi-tapian." Ucap Cintya dengan tegas.
Dor
Dor
"Akhhhhhhhh..." Teriak Cinta dan putra ke duanya.
Paman Donald dan bodyguard yang mendengar suara tembakan langsung memutari mansion dan berjalan melewati taman belakang. Ketika melihat Kimberly membuang pistol langsung menembak lengan Cinta dan anak nomer dua membuat mereka berteriak kesakitan.
Bruk
Bruk
__ADS_1
Bruk
"Kimberly!" Teriak Ray sambil menarik tangannya kemudian berjalan ke arah Kimberly.
Cinta dan anak ke duanya langsung berlutut ke lantai sambil menahan rasa perih sedangkan Kimberly yang tubuhnya seperti tidak bertulang langsung ambruk ketika Cinta tidak menahan tubuh Kimberly.
Grep
"Kimberly sadarlah." Ucap Ray dengan mata berkaca-kaca.
"Sayang, aku sangat senang akhirnya suamiku tersayang bisa berkumpul lagi. Aku sangat lelah sayang dan ingin tidur tanpa membuka mataku lagi." Ucap Kimberly dengan nada lirih sambil mengarahkan tangannya ke arah wajah Ray.
'Aku sangat lelah Kak karena aku melihat Mommy tidak menyetujui hubungan kita membuatku ingin pergi sejauh mungkin dan membawa kenangan indah kita.' Sambung Kimberly dalam hati.
Grep
"Jangan berkata seperti itu karena aku tidak sanggup kehilanganmu." ucap Ray sambil menggenggam tangan Kimberly untuk diletakkan di wajah Ray.
"Kak Ray pasti bisa melupakanku, aku sangat mencintaimu tapi maaf aku tidak bisa bersamamu lagi." Ucap Kimberly sambil masih tersenyum namun sepasang matanya sangat sedih dengan apa yang dilakukan oleh Mommy Cintya membuat Kimberly memejamkan matanya.
"Apa maksudmu Kimberly?" Tanya Ray.
'Aku sangat lelah Kak, tidak ada yang menyayangi diriku dengan tulus.' Ucap Kimberly dalam hati.
Kimberly hanya diam hingga akhirnya tangan Kimberly melemas dan langsung tidak sadarkan diri.
"Kimberly!" Panggil Ray sambil menggendong tubuh Kimberly yang sudah mulai dingin.
__ADS_1
"Paman, antar aku ke rumah sakit!" Perintah Ray sambil berjalan dengan langkah cepat menuju ke pintu utama.