Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh

Suamiku Buruk Rupa Dan Lumpuh
Kamu Mau Kemana


__ADS_3

"Akhhhhhhhh..." Teriak ke dua pria tersebut bersamaan.


Bruk


Bruk


Dua suara tembakan membuat ke dua pria tersebut kesakitan karena ke dua punggung mereka tertembak dan langsung ambruk ke lantai sambil menahan rasa sakit.


Serentak mereka mengalihkan pandangannya ke arah penembak tersebut. Mereka melihat seorang gadis cantik dengan rambut panjang warna pirang. Gadis cantik tersebut berjalan ke arah Ray kemudian membantunya untuk berdiri.


'Aku Kimberly.' Bisik Kimberly.


Ray yang mendengarnya tersenyum nyaris tidak terlihat kemudian Ray menjentikkan jarinya. Tidak berapa lama datang tujuh bodyguard kemudian tiga orang bodyguard langsung menangkap Bejo bersama ke dua bodyguardnya.


"Bawa mereka ke rumah tua." Ucap Ray dengan nada dingin.


"Baik Tuan." Jawab ke tiganya dengan serempak kemudian pergi meninggalkan mansion milik Ray dan diikuti dua temannya yang juga bodyguard.


"Kalian berdua bawa ke dua orang tuaku ke rumah sakit." Ucap Ray sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Kimberly.

__ADS_1


"Baik Tuan." Jawab ke dua bodyguard tersebut.


"Ray tunggu." Panggil Mommy Cintya dan Daddy Reyhan bersamaan membuat Ray menghentikan langkahnya begitu pula dengan Kimberly.


"Mommy dan Daddy terluka lebih baik di obati oleh dokter jadi pergilah ke rumah sakit dengan di antar dua orang bodyguard ku." Ucap Ray dengan nada dingin.


"Dia siapa Ray?" Tanya Mommy Cintya.


"Buat apa Mommy perduli?" Tanya Ray tanpa menjawab pertanyaannya Mommy Cintya.


"Ray, apakah istrimu yang sudah mati mengajarkanmu untuk tidak sopan santun sama orang tua?" Tanya Mommy Cintya dengan nada kesal.


"Apakah Mommy pantas di sebut orang tua?" Tanya Ray balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Mommy Cintya.


"RAY!" Teriak ke dua orang tuanya bersamaan sambil menatap Ray dengan kesal.


"Kenapa mesti marah? Tugas orang tua adalah melindungi dan memberikan kasih sayangnya dengan sangat tulus tapi Ray merasakan kalian tidak melakukan itu. Di saat Ray dipukuli oleh mereka kalian sama sekali tidak memperdulikan Ray sedangkan orang yang bukan orang tua Ray melindungiku dengan cara menembak mereka agar Ray tidak dipukuli." Ucap Ray.


"Ketika Ray masih kecil hingga sekarang tidak pernah merasakan apa itu kasih sayang yang tulus. Hanya bersama Kimberly aku bisa merasakan kasih sayang, perhatian dan bisa membuatku tertawa. Jadi jangan pernah menjelekkan Kimberly karena Aku tidak akan terima." Sambung Ray.

__ADS_1


Selesai mengatakannya hal itu Ray melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya dengan di bantu Kimberly. Sedangkan ke dua orang tuanya Ray terdiam mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ray.


"Maaf tuan besar dan Nyonya besar." Ucap salah satu bodyguard milik Ray.


Tanpa bicara ke dua orang tua Ray pergi meninggalkannya mansion milik Ray menuju ke rumah sakit.


Sepeninggal orang tuanya Ray, Paman Donald memerintahkan para pelayan untuk membereskan mansion yang seperti kapal pecah.


Sedangkan Kimberly membantu suaminya untuk berbaring di ranjang dengan perlahan.


"Aku akan panggil dokter ya." Ucap Kimberly dengan wajah sendu.


"Tidak usah, aku ingin di rawat oleh istriku." Ucap Ray.


"Baiklah, Aku akan mengambil air hangat dulu untuk menlap tubuh suamiku." Ucap Kimberly sambil berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya.


Ray hanya menganggukkan kepalanya dalam hatinya sangat bersyukur mempunyai istri yang sangat mencintainya dengan tulus.


Kini tubuh Ray terasa segar karena Kimberly sudah selesai membersihkan tubuhnya yang lengket dan luka-lukanya sudah di obati oleh Kimberly.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" Tanya Ray melihat Kimberly turun dari ranjang.


__ADS_2